Sosialisasi Sanitasi Lingkungan dan Pengelolaan Sampah di Desa Candiharjo
Tulisan dari KKNT102 UPNVJT tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
![Gambar 1 Foto bersama Bidan dan Kader Desa Candiharjo (15/06/2022). [Dokumen Pribadi]](https://blue.kumparan.com/image/upload/fl_progressive,fl_lossy,c_fill,f_auto,q_auto:best,w_640/v1634025439/018189b391c61006e5b7e4cf622acb6c.jpg)
Masalah sanitasi lingkungan dan kesehatan adalah isu yang masih dihadapi oleh masyarakat Indonesia khususnya terkait sampah dan perilaku buang air besar sembarangan. Sampah yang tidak dikelola atau dikelola dengan cara yang tidak benar dapat memberikan dampak buruk bagi lingkungan dan kesehatan. Maka dari itu, diperlukan pemberian edukasi kepada masyarakat mengenai cara mengelola dan mengolah sampah yang baik dan benar. Selain itu, dengan memberikan pemahaman mengenai perilaku buang air besar sembarangan dan dampaknya bagi kesehatan terutama terhadap kondisi stunting pada anak.
Kegiatan sosialisasi sanitasi lingkungan dan pengelolaan sampah sebagai upaya pencegahan stunting adalah bentuk program kerja dari Kelompok KKN-T MBKM 102 Candiharjo. Acara ini diadakan pada hari Rabu tanggal 15 Juni 2022 pukul 10.00 WIB yang berlokasi di Balai Desa Candiharjo dengan sasaran audiens adalah warga Desa Candiharjo. Acara ini dihadiri oleh Sekretaris Desa Candiharjo, Bidan Desa Candiharjo, Kader Posyandu Desa Candiharjo, dan beberapa warga setempat. Materi sosialisasi disampaikan oleh Divisi Sanitasi Lingkungan Kelompok KKN-T MBKM 102. Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk bertujuan untuk memberikan pengetahuan terkait Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) kepada warga Candiharjo khususnya mengenai pengelolaan sampah terutama sampah rumah tangga, pentingnya memiliki jamban sehat, serta dengan tidak buang air besar sembarangan. Dalam hal ini, sosialisasi sanitasi lingkungan dilakukan agar terciptanya pemahaman dan perubahan sikap/perilaku target sasaran, yakni masyarakat desa Candiharjo terhadap pentingnya sanitasi lingkungan dan pengolahan sampah yang tepat. Sosialisasi ini merupakan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk memberikan edukasi sebagai bentuk penguatan pemahaman masyarakat mengenai sanitasi lingkungan dan pengolahan sampah yang tepat.
Terdapat empat tahapan dalam kegiatan sosialisasi ini yaitu pembukaan, pengisian kuesioner (Pre-test), penyampaian materi, dan pengisian kuesioner (Post-test). Pada kegiatan sosialisasi ini dibuka oleh salah satu mahasiswa KKNT 102 sebagai MC. Kemudian dilanjutkan oleh sambutan dari Reigi Aditya selaku ketua kelompok KKNT 102 dan sambutan dari Bapak Yudi selaku Sekretaris Desa Candiharjo sebagai perwakilan Kepala Desa.
Tahapan yang kedua yaitu pengisian kuesioner (Pre-test). Kuesioner digunakan untuk mengukur atau mengetahui tingkat pemahaman masyarakat dalam pengelolaan dan pengolahan sampah. Kuesioner ini diberikan kepada peserta sebelum dan setelah mengikuti kegiatan sosialisasi.
Tahapan yang ketiga yaitu penyampaian materi. Kegiatan penyuluhan meliputi edukasi atau penyampaian materi informasi terkait sanitasi lingkungan dan cara pengolahan sampah dengan menggunakan media Powerpoint/PPT dan video tutorial pengolahan sampah. Peserta yang hadir diberikan pemaparan materi dasar sebagai pengantar untuk memberikan wawasan umum terkait sanitasi lingkungan dan cara pengolahan sampah. Kemudian diuraikan lebih luas lagi mencakup definisi sampah (organik dan anorganik), dampak sampah bagi lingkungan, cara pengolahan sampah dan mengenai perilaku SBS (Stop Buang air besar Sembarang) sebagai upaya pencegahan stunting.
Setelah pemaparan materi diadakan sesi tanya jawab sehingga dalam kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan tersebut peserta dapat berperan aktif dalam mengikuti rangkaian kegiatan bukan hanya sebagai pendengar, melainkan juga sebagai peserta yang aktif dan terlibat dalam diskusi setelah pemaparan materi atau informasi oleh mahasiswa KKN-T 102 selesai. Sesi tanya jawab dan diskusi diharapkan juga mendukung tingkat pemahaman peserta terkait materi yang telah disampaikan sebelum dilakukan post-test.
Tahapan yang terakhir yaitu pengisian kuesioner (post-test). Dengan dilaksanakannya kegiatan sosialisasi ini terjadi peningkatan pemahaman mengenai konsep-konsep sampah hingga pengolahan sampah dan terjadi peningkatan keinginan atau kesadaran masyarakat Desa Candiharjo dalam upaya menjaga sanitasi lingkungan dengan melakukan pemilahan dan pengolahan sampah rumah tangga yang tepat. Hal tersebut sangat sesuai dengan tujuan kami mengadakan kegiatan ini. Karena dengan meningkatnya kesadaran masyarakat otomatis pola perilaku yang awalnya kurang tepat menjadi lebih baik. Dengan demikian, maka perbaikan sanitasi lingkungan dan persampahan sebagai pencegahan stunting dapat dilakukan oleh masyarakat di Desa Candiharjo.

