KKN UII Unit 225 Hadirkan Papan Informasi dan Dampingi Pengajian Lansia Barahan

KKN unit 225 UII angkatan 73. dusun barahan, desa Tirtorahayu, Galur, Kulon Progo
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari KKN unit 225 UII Angkatan 73 tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Universitas Islam Indonesia (UII) menerjunkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan 73 Unit 225 di Kalurahan Tirtorahayu, Kapanewon Galur, Kabupaten Kulon Progo. Sembilan mahasiswa dari berbagai program studi ditempatkan di Dusun Barahan untuk melaksanakan program kerja yang disusun berdasarkan hasil observasi terhadap kebutuhan masyarakat.
Sembilan Mahasiswa dari Berbagai Program Studi
Unit 225 terdiri atas sembilan mahasiswa dari berbagai program studi, yaitu:
1. Ariq Faiq Muyassar (23410459) – Program Studi Hukum
2. Muhammad Haifan (23311509) – Program Studi Manajemen
3. Cendy Habibah Azzi (23312179) – Program Studi Akuntansi
4. Satrio Tegar Asshiddiq (23313069) – Program Studi Ekonomi Pembangunan
5. Mafinsa Rantisy Ifada (23321043) – Program Studi Ilmu Komunikasi
6. Zahra Gunawan (23410487) – Program Studi Hukum
7. Vina Fatwa Auliya (23513110) – Program Studi Teknik Lingkungan
8. Ade Ahmad Faizal (23611112) – Program Studi Statistika
9. Najwa Nabilah (23711016) – Program Studi Kedokteran
Dalam pelaksanaan KKN, koordinasi kegiatan Unit 225 dilakukan oleh Ariq Faiq Muyassar sebagai ketua unit. Sementara itu, seluruh anggota terlibat dalam pelaksanaan program kerja yang disusun berdasarkan hasil observasi dan kebutuhan masyarakat Dusun Barahan. Program kerja tingkat unit tersebut mencakup bidang kemasyarakatan dan dakwah.
Papan Informasi Dusun untuk Memperkuat Akses Informasi
Salah satu program kerja di bidang kemasyarakatan adalah pembuatan papan informasi Dusun Barahan. Papan informasi tersebut dirancang tidak hanya sebagai sarana penyampaian informasi, tetapi juga memuat berbagai informasi mengenai kondisi dan aktivitas masyarakat di Dusun Barahan.
Informasi yang direncanakan untuk dimuat meliputi struktur perangkat dusun, struktur Karang Taruna, peta wilayah dusun, serta kegiatan rutin masyarakat, dll. Dengan konsep tersebut, papan informasi diharapkan dapat menjadi media yang membantu masyarakat maupun warga dari luar dusun memperoleh informasi mengenai Dusun Barahan.
Program tersebut berangkat dari hasil observasi mahasiswa melalui wawancara dengan Kepala Dusun Barahan, Yulianto. Berdasarkan hasil wawancara, Dusun Barahan sebelumnya telah memiliki papan informasi, tetapi saat ini belum tersedia papan informasi yang layak dan memuat informasi mengenai struktur maupun kegiatan masyarakat secara lengkap.
Melibatkan Masyarakat dalam Menentukan Lokasi
Untuk memastikan pembuatan papan informasi sesuai dengan kebutuhan masyarakat, mahasiswa Unit 225 juga melakukan wawancara dengan sejumlah ketua RT di Dusun Barahan. Para ketua RT menyambut baik rencana tersebut sekaligus memberikan masukan mengenai lokasi yang dinilai mudah dijangkau oleh masyarakat.
Masukan tersebut kemudian dibahas kembali bersama Kepala Dusun Barahan. Hasil diskusi menyepakati pemasangan papan informasi di samping musala. Lokasi tersebut dipilih dengan mempertimbangkan kemudahan masyarakat dalam mengakses informasi.
Selain lokasi, aspek ketahanan papan juga menjadi perhatian dalam proses perencanaan. Papan informasi dirancang untuk ditanam pada tanah agar memiliki konstruksi yang lebih kuat dan tidak mudah bergeser ketika terkena angin.
Menggunakan Bahan Besi dan Memuat Informasi Dusun
Pada tahap pelaksanaan, mahasiswa memilih bahan besi sebagai material utama papan informasi. Pemilihan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan ketahanan agar papan dapat digunakan dalam jangka waktu yang lebih panjang.
Pengerjaan tidak hanya berfokus pada pembuatan fisik papan. Mahasiswa juga membagi tugas untuk menyiapkan berbagai materi yang akan dimuat di dalamnya. Dengan demikian, papan informasi yang dihasilkan tidak sekadar menjadi papan kosong, tetapi dilengkapi dengan informasi mengenai struktur dusun, struktur Karang Taruna, peta wilayah, serta kegiatan masyarakat, dll.
Seluruh anggota Unit 225 turut terlibat dalam proses persiapan dan pelaksanaan program sesuai dengan pembagian tugas yang telah dilakukan. Keterlibatan mahasiswa dari berbagai bidang keilmuan juga mendukung penyusunan papan informasi agar dapat memuat informasi yang relevan dengan kondisi masyarakat Dusun Barahan.
Program ini ditujukan untuk memudahkan masyarakat dalam memperoleh informasi mengenai dusun. Keberadaan papan informasi juga diharapkan dapat membantu masyarakat maupun warga yang datang ke Dusun Barahan untuk memperoleh informasi secara lebih mudah melalui satu titik informasi yang berada di lokasi strategis.
Membantu Pengajian Lansia di Dusun Barahan
Selain bidang kemasyarakatan, Unit 225 menjalankan program kerja di bidang dakwah berupa membantu mengajar mengaji bagi lansia.
Program tersebut dipilih berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan pengelola sekaligus pengajar pengajian lansia di Dusun Barahan. Dari hasil observasi diketahui bahwa kegiatan pengajian masih memiliki keterbatasan tenaga pengajar karena selama ini kegiatan tersebut hanya dibimbing oleh satu orang pengajar.
Kondisi tersebut menjadi dasar bagi mahasiswa untuk turut membantu proses pengajaran. Program ini diarahkan untuk mendukung keberlangsungan kegiatan pengajian sekaligus membantu peserta dalam mempelajari cara membaca Al-Qur'an dengan baik dan benar.
Pendampingan Mengaji Dilaksanakan Setelah Magrib
Kegiatan pendampingan dilakukan di masjid Dusun Barahan yang menjadi tempat berlangsungnya pengajian rutin lansia. Kegiatan dimulai setelah salat Magrib hingga menjelang salat Isya.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa turut mengikuti kegiatan pengajian dan membantu proses pembelajaran. Pendampingan dilakukan dengan menyimak bacaan para lansia, membantu memperbaiki bacaan apabila terdapat kesalahan, serta mendampingi proses pembelajaran yang diberikan oleh pengajar.
Melalui dua program kerja tersebut, mahasiswa KKN UII Angkatan 73 Unit 225 berupaya menyesuaikan kegiatan dengan kebutuhan yang ditemukan selama observasi di masyarakat. Pembuatan papan informasi diarahkan untuk mendukung kemudahan akses informasi masyarakat, sedangkan pendampingan pengajian lansia dilakukan untuk membantu keberlangsungan kegiatan keagamaan di Dusun Barahan.
