Kolaborasi Mahasiswa dan Warga Hadirkan Empat Rocket Stove di Desa Cipeundeuy

Mahasiswa KKN UPI SUMEDANG Kelompok 34 Desa Cipeundeuy Kecamatan Jatinunggal.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari kknupidesacipeundeuy34 tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumedang - Pengelolaan sampah rumah tangga masih menjadi tantangan di Desa Cipeundeuy, Kecamatan Jatinunggal, Kabupaten Sumedang. Sebagian masyarakat masih mengelola sampah kering dengan cara dibakar secara terbuka sehingga asapnya mengganggu lingkungan sekitar. Berangkat dari kondisi tersebut, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kelompok 34 bersama Pemerintah Desa dan masyarakat membangun empat unit Rocket Stove sebagai alternatif pengelolaan sampah kering yang lebih tertata.
Rocket Stove merupakan tungku pembakaran yang dirancang menggunakan cerobong asap sehingga arah asap lebih terkontrol dibandingkan pembakaran terbuka. Teknologi tepat guna ini diperuntukkan bagi sampah kering yang telah dipilah sesuai jenisnya dan diharapkan dapat menjadi fasilitas bersama bagi masyarakat.
Selama pelaksanaan program, mahasiswa bersama warga membangun empat unit Rocket Stove yang ditempatkan di beberapa titik strategis desa. Satu unit ditempatkan untuk Dusun Nganceng dan Dusun Karang Anyar, satu unit untuk Dusun Cipeundeuy Kidul dan Dusun Cipeundeuy Kaler, satu unit di Dusun Cidarma, serta satu unit di Dusun Cinangsih. Penempatan tersebut mempertimbangkan jumlah penduduk dan kedekatan antarwilayah sehingga pemanfaatannya dapat dilakukan secara bersama.
Ketua pelaksana program dari Mahasiswa KKN UPI Kelompok 34, Afrizal Riyadi, mengatakan bahwa Rocket Stove dipilih sebagai solusi sederhana yang dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang.
"Program ini kami rancang sebagai bentuk penerapan teknologi tepat guna yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Harapannya, Rocket Stove dapat membantu pengelolaan sampah kering sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memilah sampah sebelum dibakar," ujarnya.
Pembangunan Rocket Stove dilakukan secara bertahap, mulai dari penyusunan desain, pengadaan material, pembangunan, hingga uji coba penggunaan. Material yang digunakan meliputi hebel, semen, pasir, besi, acian, serta atap pelindung agar fasilitas dapat digunakan dalam berbagai kondisi cuaca.
Keberhasilan program tidak terlepas dari keterlibatan aktif masyarakat. Warga di setiap dusun bergotong royong membantu proses pembangunan, mulai dari mengangkut material, mencampur adonan semen, hingga memasang setiap bagian Rocket Stove. Kolaborasi tersebut mempercepat penyelesaian pembangunan sekaligus memperkuat semangat kebersamaan antara mahasiswa dan masyarakat.
Selain membangun fasilitas, mahasiswa KKN juga mengadakan sosialisasi mengenai penggunaan Rocket Stove. Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diberikan edukasi mengenai pentingnya memilah sampah sebelum dibakar serta jenis sampah kering yang dapat dimanfaatkan agar penggunaannya tetap aman dan ramah lingkungan.
Program ini mendapat dukungan dari Pemerintah Desa Cipeundeuy karena dinilai mampu menghadirkan solusi sederhana yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kehadiran Rocket Stove diharapkan dapat membantu mengurangi pembakaran sampah secara terbuka sekaligus mendorong pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab.
Melalui kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat, program Rocket Stove tidak hanya menghasilkan empat fasilitas baru, tetapi juga menumbuhkan kesadaran bersama mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Mahasiswa KKN UPI Kelompok 34 berharap fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Cipeundeuy bahkan setelah masa KKN berakhir.
