News
·
8 Mei 2021 11:06

User Story Pilihan: Babi Ngepet, Larangan Mudik Keserimpet

Konten ini diproduksi oleh kumparan
User story pilihan edisi ini adalah rapelan selama 2 pekan (23 April - 6 Mei 2021). Lebih panjang, memang, tapi dijamin tak akan melelahkan karena Opini dan Cerita kumparan selama periode itu cukup menyegarkan. Silakan:
ADVERTISEMENT

Mengenang Radhar Panca Dahana (1965-2021): Hidup Harus Lebih dari Sekadarnya

User Story Pilihan: Babi Ngepet, Larangan Mudik Keserimpet (57831)
Sumber gambar: Facebook Radhar Panca Dahana
Sastrawan Radhar Panca Dahana telah berpulang. Akmal Nasery Basral, mantan wartawan yang juga sastrawan, menuliskan cerita mengenang teman kuliahnya di Universitas Indonesia itu.
"Sastrawan, budayawan, pemikir sosial, aktivis peradaban itu menjadi penulis prolifik dan eklektik yang ketajaman opininya menjelajahi khazanah susastra sampai politik dengan artikulasi lentur yang bisa memutar-mendakik, bisa pula menghunus-membidik," kata Akmal.
Cerita Akmal bisa dilihat di sini:

Wartawan Terlindungi, Mengapa Dihakimi?

User Story Pilihan: Babi Ngepet, Larangan Mudik Keserimpet (57832)
Ilustrasi wartawan. Sumber: www.shutterstock.com
Ciatik masih mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang tapi opininya soal dunia jurnalistik amat masuk akal: Perlindungan wartawan bukan saja harus diberikan ketika diminta oleh wartawan tapi sudah menjadi perintah perundang-undangan sehingga aparat negara wajib melindunginya.

Memaknai Perjalanan Terakhir KRI Nanggala 402

User Story Pilihan: Babi Ngepet, Larangan Mudik Keserimpet (57833)
Upacara tabur bunga KRI Nanggala 402 di Bali Foto: ANTARA FOTO/Budi Candra Setya
Akbar Mia tumbuh besar dalam binaan ayahnya yang seorang marinir sehingga tahu setiap perjalanan laut selalu mengandung risiko besar. Akbar yang kini bekerja sebagai ASN di Kemenpora itu menceritakan pengalamannya bertugas sebagai relawan tsunami Aceh tahun 2004.
ADVERTISEMENT
Kapal yang ditumpangi Akbar dihantam badai dan pengalaman itu menjadi refleksinya mengenang Kapal Selam KRI Nanggala-402. Berikut cerita selengkapnya:

Terima Kasih, Kolonel Laut (P) Harry Setyawan

User Story Pilihan: Babi Ngepet, Larangan Mudik Keserimpet (57834)
Harry Setyawan (kiri) dan Arifin Asydhad. Fotografer: Didik Heryanto.
Hanya ada satu momen Arifin Asydhad dengan Kolonel Laut (P) Harry Setyawan, yaitu ketika bertemu di Natuna. Tapi Pemimpin Redaksi kumparan itu punya kesan mendalam terhadap Harry: "Dia prajurit TNI yang berdedikasi, tegas, pemberani dan sekaligus pribadi yang ramah."
Simak ceritanya bersama Komandan Satuan Kapal Selam Koarmada II yang gugur di Kapal Selam KRI Nanggala-402 itu di sini:

Jangan (Nekat) Mudik, Please

User Story Pilihan: Babi Ngepet, Larangan Mudik Keserimpet (57835)
Ilustrasi mudik. Foto: Dok. Commons Wikimedia
Bila sebelumnya tulisan dari Pemred kumparan sang senior, kali ini tulisan dari wartawan anak bungsu kumparan. Ini opini pertama Judith Aura Tiara tentang hal krusial yang menasional: Soal mudik.
ADVERTISEMENT
Logika "jangan mudik agar tak kena COVID-19" dari Judith amat sederhana: Bila kamu keluyuran tapi tidak terpapar COVID-19 artinya kamu beruntung. Mau diuji sampai kapan keberuntungan itu?

Ketika Mudik Dilarang

User Story Pilihan: Babi Ngepet, Larangan Mudik Keserimpet (57836)
Pemudik motor melintasi Jalan Raya Bandung. Foto: ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi
Mudik dilarang dan pelarangan mudik akan dipatuhi bila pemerintah konsisten, tidak seperti sekarang ini di mana tempat wisata masih dibuka, warga negara asing masih masuk.
Dan jangan pula ada pejabat yang mudik bermodus pakai surat negara atau surat tugas khusus. Inilah opini Muhammad Iqbal, Ph.D Psikolog yang juga CEO Rumah Konseling:

Ramadhan, Peredaran Narkotika Tetap Jalan

User Story Pilihan: Babi Ngepet, Larangan Mudik Keserimpet (57837)
Ilustrasi narkoba. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
Kunarto Marzuki, Kepala Seksi Intelijen Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Tengah, punya pertanyaan sederhana: Mengapa peredaran narkotika tetap marak meski dalam suasana ibadah Ramadhan?
ADVERTISEMENT
Ternyata penyebabnya bukan cuma urusan uang yang di dalamnya mencakup makanan dan pakaian berlebaran. Sebuah opini dan cerita yang membuka paradigma:

Manisnya Ekspor Kopi Tak Dirasakan Petani

User Story Pilihan: Babi Ngepet, Larangan Mudik Keserimpet (57838)
Ilustrasi petani kopi. Sumber foto: www.unsplash.com
Indonesia adalah negara penghasil kopi terbesar keempat dan 10 besar negara pengekspor kopi. Begitu subur bisnis kopi ini, tapi bagaimana kesejahteraan hidup para petani kopi?
Bila hingga kini para petani kopi tidak hidup sejahtera, apa saja faktor penyebanya? Simak opini Poppi Marini, ASN (statistisi) di BPS Provinsi Jambi, ini:

Atas Nama Papua yang Sedang Menuai Badai Kekerasan

User Story Pilihan: Babi Ngepet, Larangan Mudik Keserimpet (57839)
Sejumlah personel yang bertugas di Papua. Foto: Dok. Puspen TNI
Dinamika kekerasan di Papua merupakan akibat dari berbagai sebab yang terakumulasi sejak lama. Kebijakan Otonomi Khusus yang “mati suri” dan kehilangan “ruh” kekhususan telah memicu kekecewaan. Papua yang diimpikan saat ini adalah Papua yang telah dilucuti dari berbagai latar belakang sejarah yang melingkupinya.
ADVERTISEMENT
Memahami persoalan Papua tidak bisa dari satu sudut pandang. Berikut opini Yorrys Raweyai, Ketua MPR for Papua dan Ketua Komite II DPD RI:

Solitude, Cara Menjadi Intim dengan Diri Sendiri

User Story Pilihan: Babi Ngepet, Larangan Mudik Keserimpet (57840)
Rooftop Pasar Prawirotaman Jogja, tempat nyaman bersolitude sembari menikmati senja/Dok. Kelik Novidwyanto
Pernahkah merasa bosan dengan dunia yang bergerak begitu cepat? Menjalani aktivitas yang monoton tanpa jeda, berangkat pagi-pagi buta, pulang larut malam. Di rumah masih harus mengerjakan PR atau meneruskan pekerjaan kantor yang belum selesai.
Ketika libur tiba, teman-teman menanti dengan segudang acara sosialisasi: gowes, pengajian rutin, arisan, nongkrong di kafe atau mengikuti acara komunitas via media online.
Mungkin kita perlu memaknai solitude (a state of being alone without being lonely and it can lead to self-awareness). Ini soal solitude, ya, bukan kesepian atau loneliness. Ditulis oleh Kelik Novidwyanto, ASN di Pemkot Jogja:
ADVERTISEMENT

Babi Ngepet dan Jebakan Logika Mistika

User Story Pilihan: Babi Ngepet, Larangan Mudik Keserimpet (57841)
Sumber foto: Michael Kramer dari Pixabay.
Babi ngepet di Depok jadi trending. Dibahas di sana-sini di platform yang mampir ke genggaman tangan kita (baca: Gadget). Era disrupsi teknologi ternyata belum dapat mengganti logika mistika.
Dalam ilmu biologi, proses evolusi terjadi dalam periode waktu jutaan tahun sehingga metamorfosis manusia menjadi babi dalam sekejap itu muskil. Lantas kenapa kita masih percaya takhayul? Lihatlah opini Syafri Arifuddin Masser, relawan lterasi di Teras Aksara Mamuju, ini:

Met Ulang Tahun Pahlawan Pandemi

User Story Pilihan: Babi Ngepet, Larangan Mudik Keserimpet (57842)
Relawan tim dekontaminasi Edo Triyuli Setyadi berpose di Posko Dukungan Operasi Satgas Penanganan COVID-19 DIY, Kantor TRC BPBD DIY di Yogyakarta. Foto: Hendra Nurdiyansyah/ANTARA FOTO
Ini cerita Maria Purba tentang pandemi dan tugasnya sebagai ASN di Pusat Pengembangan Pengujian Obat dan Makanan Nasional (PPPOMN), Badan POM.
Pada April 2020, Badan POM memanggil ASN-nya untuk menjadi relawan penguji COVID-19. Beberapa berasal dari luar Jakarta, meninggalkan keluarga untuk berbakti pada negeri tercinta. Dan pekerjaan di laboratorium sejak itu berubah, salah satunya ketika para petugas berpamitan pulang saling mendoakan semoga dapat bertemu kembali dalam keadaan sehat.
ADVERTISEMENT
Laboratorium Biosafety Level-2 (Diresmikan dengan nama Laboratorium Biohazard), yang mendapat rekomendasi WHO untuk pengujian spesimen COVID-19, lahir pada 20 Mei 2020. Merefleksikan ulang tahunnya nanti, ia bukanlah bangunan laboratorium biasa tapi menjadi simbol ketulusan dan pengabdian para relawan COVID-19.