1 Ramadhan 1446 HSabtu, 01 Maret 2025
Jakarta
chevron-down
imsak04:10
subuh04:25
terbit05:30
dzuhur11:30
ashar14:45
maghrib17:30
isya18:45
Konten dari Pengguna

Mengungkap Perbedaan Komunikasi Pria dan Wanita Di Dunia Kerja

Komang Putra Satria Negara
Mahasiswa Informatika Universitas Pembangunan Jaya
24 Oktober 2024 15:21 WIB
·
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Komang Putra Satria Negara tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Sumber gambar: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Sumber gambar: Pexels
ADVERTISEMENT
Komunikasi adalah bagian penting dalam dunia kerja. Komunikasi yang baik dapat memberikan banyak manfaat seperti meningkatkan produktivitas, mendukung Kerjasama tim, mencegah terjadinya kesalahpahaman yang dapat merugikan perusahaan, serta pemahaman tanggung jawab dan tugas yang jelas.
ADVERTISEMENT
Pria dan Wanita tentunya memiliki cara yang berbeda dalam berkomunikasi di dunia kerja. Perbedaan tersebut penting untuk diketahui agar kita bisa saling memahami satu dengan yang lain.
Dalam artikel ini, penulis akan menjelaskan perbedaannya berdasarkan pengalaman pribadi dan dari temuan sebuah jurnal ilmiah.
Secara umum, pria dan wanita memiliki perbedaan dalam berkomunikasi yang terlihat dalam gaya berbicaranya. Pria biasanya terlihat lebih langsung atau straight to the point dan mendominasi percakapan. Wanita, di sisi lain menggunakan komunikasi untuk membangun relasi atau hubungan dan memperhatikan kondisi emosional orang lain. Sifat tersebut tentunya tidak berlaku untuk setiap individu.
Perbedaan tersebut dapat ditemukan dalam berbagai situasi di lingkungan kerja.
Contohnya, dalam melakukan presentasi, pria menyampaikan informasi yang jelas dengan nada yang tegas dan ingin memberikan informasi langsung ke intinya dalam waktu sesingkat mungkin. Di sisi lain, wanita menyajikan presentasi dari cerita atau perspektif pribadi agar lebih berempati kepada audiens. Mereka lebih memperhatikan reaksi audiens dan mengajak mereka untuk berdiskusi.
ADVERTISEMENT
Dalam memberikan feedback, pria lebih fokus terhadap aspek kinerja dan mungkin kurang memperhatikan dampak emosional dari kata-kata mereka sedangkan wanita selain memberikan kriktik juga memperhatikan reaksi dari rekan kerja sekaligus memberikan dukungan perbaikan di masa depan.
Apabila terjadi sebuah konflik dalam pekerjaan. Pria umumnya senang dalam proses pemecahan masalahnya saja. Berbeda dengan wanita yang ingin mengajak banyak orang untuk menyelesaikan masalah dan memastikan bahwa setiap pendapat didengar.
Wanita lebih sering mengajukan pertanyaan dalam dunia kerja. Selain mendapatkan fakta, mereka juga ingin menjalin relasi.
Pria umumnya lebih memilih untuk bekerja sendiri dan mendapatkan peran kepemimpinan lewat kemampuannya. Dibandingkan dengan pria, wanita lebih baik dalam membangun relasi dengan teman kerjanya di kantor. Tujuan utama mereka membangun relasi adalah untuk mendapatkan bantuan yang saat dibutuhkan.
ADVERTISEMENT
Dalam sebuah peneilitan disertasi S3 oleh Amelia K. Reigstad yang berjudul “Gender Differences in Communication Styles and their Influence on Workplace Communication and the Practice of Public Relations in the United States” mengungkap banyak pandangan terkait perbedaan komunikasi pria dan wanita dalam dunia kerja. Penelitian ini melibatkan wawancara dengan 10 pria dan 30 wanita untuk menjawab salah satu pertanyaan risetnya, yaitu: “Bagaimana gender memengaruhi gaya komunikasi di tempat kerja?”
Hasil dari wawancaranya beragam.
Banyak peserta wawancara yang mengatakan bahwa wanita lebih ramah dalam perbincangan dan pria lebih lugas serta usia, nada suara, dan body language berperan penting dalam perbincangan. Seorang partisipan wanita merasa bahwa dirinya sangat baik dalam memahami body language dan mengubah nada biaca.
ADVERTISEMENT
Partisipan wanita merasa lebih nyaman untuk berinteraksi dengan atasan wanita dibandingkan pria. Beberapa dari mereka mempunyai pengalaman bahwa beberapa pria bertindak tidak sopan atau arogan dengan wanita. Sifat arogan tersebut membuat mereka meremahkan wanita atau mansplaining.
Hasil wawancara dari wanita mengatakan bahwa mereka adalah komunikator yang baik dibandingkan pria dan mereasa bahwa hal ini adalah penting dalam hubungan masyarakat. Mereka memiliki kepercayaan bahwa wanita lebih mudah bergaul dan terbuka dengan satu dan yang lain.
Partisipan wanita mengetahui bahwa gaya komunikasi mereka mencakup komunikasi yang terbuka dan transparan, pendenger yang baik, santai, dan pembangun konsensus. Adapun dari mereka yang mengidentifikasi 2 gaya: sangat emosional, semangat dan lugas, singkat, dan kritis.
Dalam menghadapi situasi dengan tingkat stress yang tinggi, mayoritas partisipan pria akan langsung terjun langsung dan mengambil peran sebagai pengelola sedangkan wanita lebih berhati-hati.
ADVERTISEMENT
Beberapa narasumber laki-laki mengatakan bahwa mereka menunjukan prilaku yang santai, tidak sabar, dan mencari perhatian. Mereka juga menyatakan bahwa mereka adalah pendengar yang baik dan memiliki gaya komunikasi yang menarik. Dalam sebuah perbincangan, pria biasanya berbicara lebih dulu, berbicara paling keras dan lama.
Terkait dengan kontak mata, wanita melakukan kontak mata yang lebih lama, terutama saat percakapan, sedangkan pria akan melakukan kontak mata langsung hanya saat memastikan sesuatu agar dipahami.
Sebagai kesimpulan, perbedaan cara komunikasi antara pria dan wanita di dunia kerja adalah fenomena beragam. Memahami perbedaan ini penting untuk menciptakan lingkungan kerja yang inklusif.
Sumber
Reigstad, A.. (2023). Gender Differences in Communication Styles and their Influence on Workplace Communication and the Practice of Public Relations in the United States Gender Differences in Communication Styles and their Influence on Workplace Communication and the Practice of Public Relations in the United States. 10.13140/RG.2.2.30156.28803.
ADVERTISEMENT