Konten dari Pengguna

Campus Goes to School: Pelajari BMC untuk Strategi Pemasaran Hasil Pertanian

Foto: Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Foto: Istimewa

Sampit, 28 Agustus 2025 – Universitas Darwan Ali (UDA) melalui program unggulan Campus Goes to School kembali mengadakan kegiatan yang sangat relevan dengan dunia usaha dan pertanian di SMKN 1 Cempaga, Sampit. Kali ini, topik yang diangkat adalah “Membuat Model Business Canvas (BMC) Strategi Pemasaran Hasil Pertanian dan Branding Produk Pertanian Lokal”. Program ini bertujuan untuk memberikan pemahaman praktis tentang bagaimana mahasiswa dapat menyusun strategi pemasaran hasil pertanian menggunakan pendekatan Business Model Canvas (BMC) serta pentingnya branding untuk produk pertanian lokal agar dapat bersaing di pasar yang lebih luas.

Kegiatan yang berlangsung pada tanggal 28 Agustus ini menghadirkan narasumber Dr. Rokhman Permadi, S.P., M.P., seorang ahli di bidang pertanian dan pemasaran. Dalam sesi tersebut, Dr. Rokhman memberikan wawasan tentang bagaimana BMC dapat digunakan sebagai alat untuk merancang strategi pemasaran yang efektif bagi produk pertanian lokal. Konsep ini memungkinkan siswa untuk lebih memahami bisnis secara holistik, mencakup elemen-elemen seperti segmen pasar, proposisi nilai, saluran distribusi, dan aliran pendapatan.

Dr. Rokhman menjelaskan bahwa Business Model Canvas (BMC) bukan hanya untuk dunia korporat besar, tetapi juga dapat digunakan untuk sektor pertanian. BMC membantu para pelaku usaha pertanian memahami lebih baik tentang pasar mereka, menciptakan proposisi nilai yang jelas, dan akhirnya membantu mereka memasarkan produk dengan lebih efektif.

“Dengan memahami konsep BMC, generasi muda diharapkan dapat menemukan peluang bisnis yang berkelanjutan, mengidentifikasi segmen pasar yang tepat, serta merancang strategi promosi yang efektif untuk meningkatkan nilai jual produk pertanian lokal,” ujar Dr. Rokhman.

Lebih lanjut, beliau menekankan pentingnya branding dalam pemasaran hasil pertanian. Branding yang baik akan menciptakan identitas yang kuat bagi produk pertanian lokal, sehingga dapat dikenali dan diterima dengan baik oleh konsumen. Hal ini terutama penting untuk produk-produk pertanian yang berasal dari daerah tertentu, yang sering kali memiliki ciri khas dan kualitas yang unik.

Salah satu tujuan utama dari kegiatan ini adalah mengembangkan potensi kewirausahaan di kalangan siswa, khususnya dalam bidang pertanian. Program ini berupaya menumbuhkan minat dan pengetahuan para siswa agar mereka bisa memanfaatkan BMC dan branding sebagai alat untuk mendirikan usaha yang berkelanjutan dan menguntungkan. Dengan pendekatan yang interaktif, para siswa diharapkan tidak hanya mendapatkan pengetahuan teori tetapi juga bisa langsung mengimplementasikannya di dunia nyata.

“Generasi muda harus mampu memanfaatkan kreativitas dan inovasi dalam mengembangkan potensi pertanian daerah. Dunia pertanian membutuhkan pemikiran segar dan penerapan teknologi terbaru untuk berkembang,” lanjut Dr. Rokhman. “Saya berharap mereka bisa membawa perubahan positif bagi sektor pertanian dan menjadi generasi yang lebih siap menghadapi tantangan pasar global,” tambahnya.

Foto: Istimewa

Program Campus Goes to School ini juga menjadi sarana untuk menjembatani dunia akademik dengan kebutuhan nyata di masyarakat. Universitas Darwan Ali memiliki komitmen kuat dalam mendukung pengembangan pengetahuan praktis, terutama di sektor kewirausahaan pertanian. Kegiatan ini diharapkan dapat memberi kontribusi yang lebih besar bagi masyarakat, khususnya dalam bidang pertanian yang merupakan salah satu sektor penting bagi perekonomian Indonesia.

Selain itu, program ini juga berfungsi untuk meningkatkan kesadaran di kalangan siswa tentang pertanian berkelanjutan dan pentingnya pemahaman pasar dalam menjalankan bisnis pertanian. Dengan memperkenalkan BMC kepada para siswa, mereka tidak hanya diajarkan bagaimana cara mengelola bisnis tetapi juga cara berpikir secara strategis dan kreatif dalam menghadapi tantangan yang ada.

Rektor Universitas Darwan Ali, Dr. Siti Hidayati, menekankan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari komitmen universitas untuk selalu relevan dengan kebutuhan dunia industri dan masyarakat, khususnya dalam pengembangan sektor pertanian. “Kegiatan ini memberikan pemahaman bahwa sektor pertanian tidak hanya tentang bertani, tetapi juga tentang bagaimana mengelola bisnis pertanian secara profesional dan berkelanjutan,” ujar Dr. Siti.

Lebih lanjut, beliau menambahkan bahwa sektor pertanian memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Indonesia, dan generasi muda harus dilibatkan dalam transformasi tersebut. “Kami ingin agar para siswa memahami bahwa peluang bisnis di sektor pertanian sangat luas, apalagi dengan adanya teknologi dan pendekatan yang tepat. Ini adalah peluang yang sangat besar untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya di daerah,” tambahnya.

Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam kegiatan ini adalah menumbuhkan budaya literasi bisnis di kalangan siswa. Para peserta diberikan wawasan tentang pentingnya memahami proses pemasaran, analisis pasar, dan bagaimana cara memilih saluran distribusi yang tepat. Hal ini sangat relevan, mengingat perkembangan sektor pertanian yang semakin pesat di era digital ini. Digitalisasi dalam pemasaran produk pertanian menjadi aspek yang semakin penting untuk mendukung pertumbuhan sektor tersebut.

“Dengan memanfaatkan platform digital, kita dapat memperluas pasar dan menjangkau lebih banyak konsumen. Saat ini, dunia pertanian pun tidak hanya melulu berbicara tentang hasil panen, tetapi juga bagaimana cara memasarkan produk tersebut dengan baik,” ujar Dr. Rokhman, yang juga menyoroti pentingnya media sosial sebagai alat untuk pemasaran produk pertanian lokal.

Secara keseluruhan, acara ini berhasil memberikan pandangan baru bagi para siswa SMKN 1 Cempaga mengenai pentingnya model bisnis dalam sektor pertanian. Dengan pengetahuan ini, diharapkan mereka dapat memiliki wawasan yang lebih luas tentang bagaimana menjalankan usaha pertanian yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan semata, tetapi juga pada keberlanjutan.

Kegiatan Campus Goes to School ini bukan hanya memberikan ilmu praktis tentang bisnis dan pertanian, tetapi juga membuka kesempatan bagi para siswa untuk merancang masa depan mereka dengan lebih baik. Melalui pendekatan yang menyeluruh dan relevansi dengan kebutuhan pasar, acara ini berkontribusi besar dalam mempersiapkan generasi muda yang tidak hanya terampil dalam bertani, tetapi juga dalam mengelola bisnis pertanian dengan cara yang lebih modern dan efisien.

Dengan demikian, Universitas Darwan Ali terus berkomitmen dalam mencetak lulusan yang siap menghadapi tantangan dunia nyata dan berkontribusi positif dalam pengembangan sektor pertanian Indonesia.

Sumber: unda.ac.id