Dari Santri Brebes ke Puncak Akademik: Kisah Rektor UMJ Prof Ma’mun Murod

Sentra Vidya Utama (Sevima) adalah Education Technology yang berdiri sejak tahun 2.004, dengan komunitas dan pengguna platform yang tersebar di lebih dari 1.000 kampus se-Indonesia. Bersama kita revolusi pendidikan tinggi, #RevolutionizeEducation!
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari SEVIMA tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gemuruh tepuk tangan di Auditorium KH Ahmad Azhar Basyir MA Gedung Cendekia, Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), menjadi saksi Prof. Dr. Ma’mun Murod, S.Sos., M.Si. resmi dilantik untuk kedua kalinya sebagai Rektor UMJ periode 2025–2029. Bukan sekadar seremoni, pelantikan ini sebagai penegasan atas perjalanan panjang seorang intelektual yang menapaki tangga akademik dari akar rumput hingga puncak kepemimpinan.
Pendidikan Tinggi dan Kiprah Akademik
Mengutip dari wikipedia, lahir pada 13 Juni 1973 di Jagalempeni, Wanasari, Brebes, Jawa Tengah, Ma’mun Murod tumbuh dalam lingkungan pesantren yang kental dengan nilai-nilai keislaman. Pendidikan formalnya dimulai dari SD Negeri II Jagalempeni, berlanjut ke SMP Negeri II Jatibarang, dan MAN Tambakberas Jombang. Selain itu, ia juga menimba ilmu di Madrasah Diniyah dan Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, menanamkan dasar keilmuan dan spiritualitas yang kuat.
Ma’mun melanjutkan studi S1 di Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Muhammadiyah Malang, lulus pada 1995. Gelar Magister Ilmu Politik diraihnya dari Universitas Airlangga pada 1999. Pada 2016, ia meraih gelar Doktor Ilmu Politik dari Universitas Indonesia dengan disertasi berjudul "Islam dan Negara: Studi Kasus Perumusan Perda Nomor 12 Tahun 2009 Kota Tasikmalaya dan Peran Politik Muhammadiyah dan NU".
Karier akademiknya dimulai sebagai dosen tetap di Program Studi Ilmu Politik FISIP UMJ sejak tahun 2000. Ia pernah menjabat sebagai Sekretaris Program Studi, Ketua Program Studi, Wakil Dekan III, hingga Dekan FISIP UMJ pada 2019. Pada 2021, ia dipercaya menjadi Rektor UMJ, dan kini kembali dilantik untuk periode kedua.
Kontribusi dan Kepemimpinan
Selama masa kepemimpinannya, Prof. Ma’mun berhasil membawa UMJ meraih akreditasi unggul dari BAN-PT pada 2024, termasuk untuk Program Studi Kedokteran dan Profesi Dokter. Ia juga dikenal sebagai penulis produktif dengan karya-karya yang membahas hubungan agama dan negara, politik Islam, dan ideologi Pancasila.
Selain di UMJ, Prof. Ma’mun aktif dalam organisasi Muhammadiyah. Ia menjabat sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Forum Keluarga Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PP FOKAL IMM) periode 2023–2028 dan Ketua Umum Forum Rektor Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah (FR PTMA) periode 2025–2028 .
Visi ke Depan
Dalam sambutannya, Prof. Ma’mun menegaskan komitmennya untuk melanjutkan transformasi UMJ menjadi perguruan tinggi yang unggul dan berdaya saing global. Ia menekankan pentingnya kolaborasi, inovasi, dan penguatan nilai-nilai keislaman dalam setiap aspek kehidupan kampus.
“Menjadikan UMJ unggul bukan lagi cita-cita, tapi keniscayaan. Kini tugas kita adalah menjaga dan memperluas capaian ini, agar UMJ benar-benar menjadi mercusuar perguruan tinggi Muhammadiyah,” tegasnya.
Dengan rekam jejak yang solid dan visi yang jelas, Prof. Dr. Ma’mun Murod diharapkan dapat membawa UMJ ke puncak kejayaan, menjadikannya sebagai pusat keunggulan akademik dan moralitas di Indonesia.
