Konten dari Pengguna

Dikukuhkan Jadi Guru Besar, Ini Perjalanan Karir Rektor UMJ

SEVIMA
Sentra Vidya Utama (Sevima) adalah Education Technology yang berdiri sejak tahun 2.004, dengan komunitas dan pengguna platform yang tersebar di lebih dari 1.000 kampus se-Indonesia. Bersama kita revolusi pendidikan tinggi, #RevolutionizeEducation!
14 Agustus 2023 10:26 WIB
·
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari SEVIMA tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Foto: istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Foto: istimewa
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Prof. Dr, Ma'mun Murod, S.Sos., M.Si baru saja mendapatkan gelar profesor atau guru besar bidang Ilmu Pendidikan Islam.
ADVERTISEMENT
Ma’mun Murod (lahir 13 Juni 1973) adalah Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) yang menjabat sejak 26 Mei 2021. Ia menggantikan Syaiful Bakhri yang menjabat sejak tahun 2014 hingga 2020. Sebelum menjadi Rektor UMJ, Ma’mun menjabat sebagai Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UMJ sejak tahun 2019. Setelah menjabat sebagai Rektor UMJ, Ma’mun digantikan oleh Evi Satispi sebagai Dekan FISIP UMJ.
Selain sebagai Rektor UMJ, saat ini Ma’mun Murod menjabat sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Forum Keluarga Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PP FOKAL IMM) Periode 2023-2028. Ma’mun terpilih sebagai Ketua PP FOKAL IMM pada Musyawarah Nasional (Munas) V FOKAL IMM yang diselenggarakan di Hotel Puri Senyiur, Samarinda pada 23-25 Juni 2023
ADVERTISEMENT
Riwayat Hidup
Karier dan Pendidikan
Ma’mun menempuh karier pendidikan tinggi sebagai mahasiswa sarjana pada Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Malang, dan memperoleh gelar Sarjana Sosial (S.Sos.) pada tahun 1995. Kemudian Ia melanjutkan studi magister program Ilmu Politik pada Departemen Pascasarjana Universitas Airlangga, memperoleh gelar Magister Sains (M.Si.) pada tahun 1999. Setelah mendapat gelar M.Si., Ma’mun mulai mengajar pada program sarjana FISIP UMJ sejak tahun 2000.
Ma’mun tidak hanya dikenal dengan statusnya sebagai dosen, Ia juga dikenal sebagai dosen yang produktif dalam melahirkan karya-karya ilmiah, baik berupa opini, artikel, jurnal, hingga produktif dalam menulis buku. Selain menjadi dosen tetap pada program studi Ilmu Politik FISIP UMJ, Ma’mun juga berstatus sebagai dosen tidak tetap program studi Ilmu Politik Universitas Nasional sejak tahun 2000.
ADVERTISEMENT
Dua tahun setelah berstatus sebagai dosen tetap Program Studi Ilmu Politik FISIP UMJ, Ma’mun menjabat sebagai Sekretaris Program Studi Ilmu Politik FISIP UMJ pada tahun 2002 hingga 2004, menjadi staf khusus Pimpinan FISIP UMJ pada 2004 hingga 2005, menjabat sebagai Plt. Ketua Program Studi Ilmu Politik FISIP UMJ pada 2005 hingga 2006, menjabat Ketua Program Studi Ilmu Politik FISIP UMJ pada 2006 hingga 2009 dan 2010 hingga 2012, dan menjabat sebagai Wakil Dekan III (bidang Kemahasiswaan) pada 2012 hingga 2016.
Pada tahun 2016, Ma’mun meraih gelar Doktor Ilmu Politik di Universitas Indonesia. Disertasi Ma’mun bertajuk Islam dan Negara (Studi Kasus Perumusan Perda Nomor 12 Tahun 2009 Kota Tasikmalaya dan Peran Politik Muhammadiyah dan NU). Disertasi tersebut secara umum mengulas relasi agama (Islam) dan negara, dan secara spesifik membahas perumusan Perda Kota Tasikmalaya yang mengatur tata nilai kehidupan masyarakat yang berlandaskan ajaran Islam dan norma-norma sosial masyarakat Kota Tasikmalaya.
ADVERTISEMENT
Selain itu, dibahas pula peran Muhammadiyah dan NU dalam perumusan Perda tersebut. Pada tahun 2018, disertasi Ma’mun kemudian diproduksi menjadi sebuah buku dengan judul Politik Perda Syariat yang diterbitkan oleh penerbit Suara Muhammadiyah, dengan tujuan karya tersebut dapat dikonsumsi secara luas oleh masyarakat.
Karier Ma’mun semakin melejit setelah Ia meraih gelar doktor. Pada tahun 2016, Ia menjabat sebagai Wakil Dekan I (bidang akademik) FISIP UMJ hingga 2019. Kemudian, Ia menjabat sebagai Dekan FISIP UMJ pada 2019 hingga 2021. Selama menjadi Dekan, walaupun dalam waktu cukup singkat, banyak program yang Ia rintis untuk memastikan implementasi Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah, yakni Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Penguatan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK).
ADVERTISEMENT
Kerja keras dan serius yang ditunjukkan Ma’mun selama menjabat Dekan telah mengantarkannya mendapat dukungan dan kepercayaan dari segenap Senat UMJ untuk menjadi pimpinan tertinggi (Rektor) UMJ. Berdasarkan Surat Keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 1230/KEP/I.0/D/2021, Ma’mun menjabat sebagai Rektor sejak 26 Mei 2021 hingga 25 Mei 2025.
Karya Tulis
Buku-buku yang diterbitkan:
1. Ma’mun Murod Al-Barbasy, Menyingkap Pemikiran Politik Gus Dur dan Amien Rais tentang Negara, (Rajawali Pers, 1999).
2. Kacung Marijan, Ma’mun Murod Al-Barbasy, (Ed.), Abdurrahman Wahid: Mengurai Hubungan Agama dan Negara, (Grasindo, 1999).
3. Ma’mun Murod Al-Barbasy. et. al., Muhammadiyah – NU: Mendayung Ukhuwah di Tengah Perbedaan, (UMM Press, 2004).
4. Ma’mun Murod Al-Barbasy, Muhammadiyah Progressif: Manifesto Pemikiran Kaum Muda (kontributor tulisan), JIMM – LESFI, 2008).
ADVERTISEMENT
5. Ma’mun Murod Al-Barbasy, Sejarah Berdirinya Partai Matahari Bangsa, (al-Wasath Press – PP. PMB, 2008).
6. Ma’mun Murod Al-Barbasy, bersama Hery Sucipto dan Mohammad Shoelhi menulis buku, Pergolakan Politik Timur Tengah: Kisah Kemenangan Rakyat Atas Tiran (Grafindo, 2011).
7. Ma’mun Murod Al-Barbasy, Ambiguitas Politik Kaum Santri (Grafindo, 2012).
8. Ma’mun Murod Al-Barbasy, Anas Urbaningrum Tumbal Politik Cikeas (2013).
9. Ma’mun Murod Al-Barbasy, Lusi Andriyani, Pola Marketing Politik Lembaga Survei dan Demokratisasi di Indonesia (UMJ Press, 2015).
10. Ma’mun Murod Al-Barbasy, Endang Sulastri, Ma’ruf Cahyono, Radikalisasi Pancasila: Merekatkan Kebhinnekaan Bangsa dan Membendung Radikalisme Agama (MPR RI, 2015).
11. Ma’mun Murod Al-Barbasy, Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, dan Demoralisasi Politik Indonesia (2016).
12. Politik Perda Syariat: Dialektika Islam dan Pancasila di Indonesia (Suara Muhammadiyah, 2017).
ADVERTISEMENT
13. Hidup Itu Berjuang: Kasman Singodimedjo 116 Tahun – Editor Utama (Suara Muhammadiyah, 2020).
14. Politik Islam Era Jokowi: Himpitan Islamofobia dan Oligarki (2021).