Konten dari Pengguna

Dosen Wajib Tahu: Trik "Dadar Telur" Bikin Jurnal Scopus Tembus Tanpa Ribet

Foto: Dok. SEVIMA
zoom-in-whitePerbesar
Foto: Dok. SEVIMA

Penjaminan mutu perguruan tinggi swasta (PTS) tidak lagi sebatas kelengkapan dokumen administratif, melainkan diukur dari kapasitas masyarakat akademiknya dalam melahirkan karya ilmiah bereputasi. Guna mengakselerasi publikasi ilmiah dosen Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS), Kopertais Wilayah 7 bekerja sama dengan SEFIMA menggelar webinar nasional bertajuk "Akselerasi Publikasi Ilmiah Dosen PTKIS: Strategi Penulisan Artikel Menuju Jurnal Sinta dan Scopus" secara daring via Zoom pada Kamis (27/8/2026) pukul 09.00 WIB.

Hadir sebagai pembicara utama, Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya sekaligus Senior Product Implementator SEFIMA, Prof. Dr. Hj. Imas Maisaroh, M.L., Ph.D., yang membedah tips penulisan artikel kualitatif berstandar jurnal internasional. Prof. Imas menekankan bahwa lembaga penjaminan mutu kampus swasta yang sukses adalah lembaga yang mampu mendorong dosen-dosennya memilah materi riset menjadi draf yang presisi.

Strategi penulisan berbasis kisi-kisi atau petunjuk teknis dinilai menjadi kunci utama agar naskah kualitatif dosen tembus ke jurnal Sinta maupun Scopus tanpa kendala major revision. Solusi Mengatasi Hambatan Penulisan Riset KualitatifDalam paparannya, Prof. Imas mengungkapkan bahwa hambatan terbesar akademisi kampus swasta bukan terletak pada ketersediaan data lapangan, melainkan pada ketidakmampuan memetakan struktur naskah secara sistematis. Lembaga penjaminan mutu di PTKIS sering kali mendapati naskah dosen ditolak reviewer akibat kegagalan menyusun elemen dasar seperti research gap dan kontribusi kebaruan (novelty).

"Banyak dosen ketika menulis penelitian kualitatif tidak menjelaskan secara rinci siapa informannya, berapa orang yang diwawancarai, hingga bagaimana validasi datanya. Reviewer jurnal bereputasi itu bertugas mencari kesalahan. Jika struktur data kita lengkap dan transparan, mereka tidak akan menemukan alasan untuk menolak naskah tersebut," tegas Prof. Imas.

Sebagai jalan keluar, ia memperkenalkan teknik pembingkaian riset kualitatif berbasis template isian (kisi-kisi pertanyaan pemandu). Metode ini mengarahkan dosen untuk mengekstrak hasil skripsi, tesis, atau laporan riset Litapdimas ke dalam kotak-kotak komponen baku sebelum dirangkai menjadi naskah bahasa Inggris.

Komponen Utama Naskah Kualitatif Tembus Scopus

Untuk membangun ekosistem penjaminan mutu riset yang efektif di kampus swasta, Prof. Imas merincikan lima elemen vital yang wajib dipenuhi dalam penulisan artikel kualitatif:

  • Abstrak Terstruktur (150–250 Kata): Wajib merangkum lima unsur dalam satu paragraf utuh, meliputi latar belakang singkat (1-2 kalimat), tujuan penelitian (1 kalimat), pendekatan dan partisipan metode (2-3 kalimat), temuan utama (2-3 kalimat), serta implikasi kontribusi (1-2 kalimat).

  • Pendahuluan Model Corong: Mengalir dari fenomena umum, masalah konkret yang didukung data statistik (BPS/EMIS), analisis 3-5 penelitian terdahulu, hingga penegasan research gap dan tujuan spesifik.

  • Kedalaman Metode dan Profil Informan: Menjelaskan secara transparan pendekatan yang digunakan (studi kasus, fenomenologi, atau etnografi), jumlah dan kriteria partisipan, prosedur wawancara, serta keabsahan data (trustworthiness).

  • Penyajian Hasil Berbasis Kutipan Verbatim: Menampilkan narasinya lewat tema-tema utama yang dilengkapi kutipan asli informan dengan kode anonim (seperti P1 atau I1) untuk menjaga kerahasiaan etis.

Pembahasan Sintetis: Tidak sekadar mendeskripsikan ulang hasil, melainkan membandingkan dan mengaitkan temuan lapangan dengan grand teori serta riset terdahulu. Mendorong Produktivitas Karir Akademik DosenImplementasi strategi penulisan ini sejalan dengan Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 39/M/KP/2026 tentang Petunjuk Teknis Layanan Pengembangan Profesi dan Karir Dosen.

Berdasarkan regulasi tersebut, dosen yang mampu mempublikasikan karya secara konsisten dapat mengumpulkan Angka Kredit (AK) Prestasi jauh lebih cepat. "Jika tata kelola riset di kampus swasta berjalan optimal, percepatan karir dosen dari Asisten Ahli hingga Guru Besar sebetulnya bisa ditempuh hanya dalam waktu 10 tahun. Yang dibutuhkan adalah kemauan mengekstrak hasil riset lapangan menjadi artikel ilmiah siap saji," tutup Prof. Imas di hadapan puluhan pimpinan PTKIS dan dosen peserta webinar.

Melalui penerapan template petunjuk teknis dan penguatan kapasitas penulisan ini, lembaga penjaminan mutu di kampus swasta diharapkan dapat menaikkan taraf akreditasi institusi secara signifikan melalui angka publikasi bereputasi.