Konten dari Pengguna

IAIN Pontianak Persiapkan International Student Paper Conference 2025

SEVIMA

SEVIMA

Sentra Vidya Utama (Sevima) adalah Education Technology yang berdiri sejak tahun 2.004, dengan komunitas dan pengguna platform yang tersebar di lebih dari 1.000 kampus se-Indonesia. Bersama kita revolusi pendidikan tinggi, #RevolutionizeEducation!

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari SEVIMA tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto: Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Foto: Istimewa

Pontianak, 25 September 2025 – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak semakin mematangkan persiapan untuk menyelenggarakan International Student Paper Conference (ISPC) on Islamic Studies and Social Science 2025. Konferensi ini menjadi ajang bergengsi bagi mahasiswa Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam untuk memperkenalkan hasil karya ilmiah mereka di tingkat internasional. Rencananya, acara ini akan digelar pada 24–25 September 2025, dengan tema "Menjadi Forum Akademik Internasional Strategis untuk Mahasiswa."

Sebagai bagian dari persiapan, pada Senin, 15 September 2025, IAIN Pontianak mengadakan rapat koordinasi yang dihadiri oleh panitia penyelenggara dan narasumber yang bertugas. Rapat tersebut digelar di Ruang Rapat Wakil Rektor III dan dipimpin langsung oleh Wakil Rektor III IAIN Pontianak, Dr. Ismail Ruslan. Dalam kesempatan tersebut, Dr. Ismail menekankan pentingnya konferensi ini bukan hanya sebagai ajang kompetisi, melainkan juga sebagai platform akademik internasional yang strategis bagi mahasiswa.

"Kegiatan ini adalah panggung prestasi bagi mahasiswa untuk menunjukkan kemampuan akademiknya di kancah global. Oleh karena itu, seluruh panitia diharapkan bekerja maksimal agar acara ini berjalan lancar dan sukses," ujar Dr. Ismail Ruslan dalam sambutannya.

Konferensi ISPC 2025 akan menghadirkan para pembicara utama yang berasal dari tokoh-tokoh terkemuka di dunia akademik, di antaranya:

  1. Prof. Dr. KH. Syarif, Rektor IAIN Pontianak.

  2. Prof. Dr. Hj. Ahmad Hata Bin Rasit, Naib Canselor Universiti Malaysia Sarawak (UNIMAS).

  3. Profesor Madya Dr. Abdul Nasir Bin Haji Abdul Rani, Ra'es KUPU SB Brunei Darussalam.

Selain itu, konferensi ini juga melibatkan partisipasi aktif dari peserta mahasiswa dari tiga negara, yaitu Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam, yang memperebutkan berbagai penghargaan berdasarkan hasil penelitian mereka di bidang kajian Islam dan ilmu sosial.

Sebanyak 93 paper telah diterima oleh panitia, yang berasal dari berbagai perguruan tinggi dan mewakili mahasiswa dari jenjang S1 dan S2 di seluruh program studi. Di antara 93 paper tersebut, 54 di antaranya berasal dari mahasiswa IAIN Pontianak. Karya-karya ilmiah ini akan dinilai oleh tim juri yang terdiri dari 11 orang, yang akan menilai 18 kategori lomba yang telah ditetapkan. Setiap kategori akan dinilai oleh minimal dua orang juri untuk menjaga objektivitas penilaian.

"Sebanyak 54 pemenang akan diumumkan dari berbagai kategori lomba yang akan kami adakan. Kami berharap kegiatan ini dapat mendorong mahasiswa untuk terus berkembang dan berprestasi," ujar Dr. Ismail Ruslan.

Untuk memastikan kelancaran acara, panitia telah merencanakan simulasi acara pada 17 September 2025. Lokasi konferensi ini akan dipusatkan di lingkungan Pascasarjana IAIN Pontianak dengan memanfaatkan empat ruang utama untuk sesi diskusi dan presentasi. Selain itu, kegiatan ini juga akan menggunakan teknologi untuk memungkinkan komunikasi yang lebih efektif antara peserta dan narasumber, serta memperluas jangkauan peserta melalui siaran langsung.

Konferensi ini tidak hanya berfungsi sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai sarana untuk memperkuat kolaborasi antarnegara dan meningkatkan kualitas penelitian mahasiswa dalam berbagai bidang. Ismail juga menekankan bahwa konferensi ini akan menciptakan kesempatan baru bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan dan jaringan akademik mereka, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Sebagai bagian dari kegiatan yang memiliki dampak luas, konferensi ini juga menjadi ajang penting bagi pengembangan ilmu pengetahuan. Ismail menyatakan bahwa hasil dokumentasi kegiatan ini akan menjadi arsip berharga yang dapat dimanfaatkan oleh IAIN Pontianak dalam proses akreditasi di masa depan. Hal ini menjadi indikator penting dalam meningkatkan kualitas dan kredibilitas institusi di kancah internasional.

“Selain menjadi ajang untuk mengasah kemampuan akademik mahasiswa, kegiatan ini juga akan meningkatkan daya saing IAIN Pontianak di tingkat internasional,” ungkap Dr. Ismail.

Penyelenggaraan ISPC 2025 ini adalah bagian dari komitmen IAIN Pontianak untuk terus meningkatkan literasi ilmiah dan mendukung kegiatan penelitian yang dapat memberikan kontribusi positif terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dan masyarakat. Melalui konferensi ini, IAIN Pontianak berharap dapat menjadi pusat penelitian dan pendidikan yang berorientasi pada pengembangan masyarakat, khususnya di bidang kajian Islam dan ilmu sosial.

Kehadiran peserta dari Universiti Malaysia Sarawak (UNIMAS) dan Kolej Universiti Perguruan Ugama Seri Begawan (KUPU SB) Brunei Darussalam diharapkan dapat memperkuat kolaborasi internasional IAIN Pontianak di bidang akademik. Dengan begitu, acara ini akan lebih dari sekadar ajang presentasi ilmiah, tetapi juga menjadi ruang untuk bertukar pikiran dan berbagi pengetahuan dalam mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi oleh negara-negara anggota.

Rangkaian acara ISPC 2025 akan ditutup dengan penyerahan penghargaan kepada para pemenang dan ucapan terima kasih kepada seluruh peserta dan pihak yang telah berkontribusi dalam suksesnya acara tersebut. IAIN Pontianak berharap bahwa hasil dari konferensi ini akan menjadi acuan dan inspirasi bagi mahasiswa, dosen, serta civitas akademika untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan riset di Indonesia dan Asia Tenggara.

“Dengan semangat kolaborasi, saya yakin kita dapat mewujudkan pendidikan tinggi yang lebih berkualitas dan memberikan dampak yang luas bagi masyarakat,” tutup Dr. Ismail Ruslan.

Sumber: