Konten dari Pengguna

Jadi Ujung Tombak Pelaporan Data, Ini Suka Duka Taufiq Operator Kampus di UMJ

SEVIMA

SEVIMA

Sentra Vidya Utama (Sevima) adalah Education Technology yang berdiri sejak tahun 2.004, dengan komunitas dan pengguna platform yang tersebar di lebih dari 1.000 kampus se-Indonesia. Bersama kita revolusi pendidikan tinggi, #RevolutionizeEducation!

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari SEVIMA tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi

Operator PDDIKTI atau operator kampus adalah salah satu elemen penting dalam sebuah perguruan tinggi. Tugas utamanya adalah melaporkan data akademik civitas akademika kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Namun, sejauh mana pentingnya peran operator kampus dalam PDDIKTI? Apa saja suka duka yang dirasakan oleh operator kampus dalam menjalankan tugasnya?

Taufiqurrochman, S.Kom, M.Kom, Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (PDTI) di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) mengatakan operator PDDIKTI sering disebut sebagai ujung tombak karena hasil pelaporan yang dilakukan akan mempengaruhi kualitas perguruan tinggi tersebut.

"Operator PDDIKTI disebut sebagai ujung tombak itu karena dari segi pelaporannya memang akan mempengaruhi segalanya," kata Taufiq sapaan akrabnya kepada SEVIMA, Rabu (10/5/2023).

Dalam hal ini, operator kampus memainkan peran penting karena segala informasi akademik yang terkait dengan perguruan tinggi akan tersimpan di PDDIKTI. Dengan begitu, pelaporan yang dilakukan oleh operator akan berdampak pada keseluruhan baik dosen, mahasiswa, dan perguruan tinggi itu sendiri.

Namun, seberapa pentingkah peran operator kampus dalam PDDIKTI? Taufiq menjawab bahwa peran operator sangat penting sekali. Jika ada perguruan tinggi yang tidak menghargai operator kampus, hal tersebut sangat fatal menurutnya.

"Pelaporan yang dilakukan oleh operator sangat mempengaruhi kualifikasi perguruan tinggi. Jika operator tiba-tiba meninggal, hal tersebut akan berdampak pada kekacauan dalam pelaporan data di perguruan tinggi tersebut," ujarnya.

Selanjutnya, Taufiq menjelaskan tentang suka duka yang dirasakan oleh operator kampus di UMJ. Ia mengatakan bahwa suka dan duka merupakan dua hal yang bertentangan, tetapi ada rasa suka dan duka dalam menjalankan tugas sebagai operator kampus. Salah satu kebahagiaan yang dirasakan adalah terkait dengan jejaring dengan teman-teman operator, yang memungkinkan untuk menjalin silaturahim.

"Selain itu, terkait dengan kebijakan pendidikan, update kebijakan kami akan tahu dan itu sangat menguntungkan," katanya.

Namun, dukanya lebih banyak dirasakan oleh operator kampus. Semakin berkembangnya teknologi dan semakin banyaknya tugas yang harus dilakukan, membuat pekerjaan operator semakin berat.

"Sering terjadi sestuatu yang kita kerjakan, tidak ada yang menghargai itu. Namun tetap harus loyalitas dan semangat untuk mengerjakannya," tandasnya.

Beruntungnya UMJ kini telah bekerjasama dengan SEVIMA dengan harapan adanya data yang saling terintegrasi secara keseluruhan. Selain itu diharapkan bisa menerapkan digitalisasi kampus secara utuh.