Kolaborasi UNSAM-BI Lhokseumawe: Dorong Literasi Ekonomi Mahasiswa
Tulisan dari SEVIMA tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Langsa, 19 September 2025 — Universitas Samudra (Unsam), bekerja sama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Lhokseumawe, menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Pengendalian Inflasi, QRIS, Perlindungan Konsumen, Ekonomi dan Keuangan Syariah, UMKM, serta Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah. Kegiatan ini berlangsung di Aula Rektorat Unsam dan dihadiri oleh mahasiswa, dosen, dan berbagai pihak terkait. Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai perekonomian, khususnya dalam hal pengendalian inflasi, digitalisasi sistem pembayaran, serta pengembangan UMKM dan keuangan syariah.
Rektor Unsam, Prof. Dr. Ir. Hamdani, M.T, yang diwakili oleh Dr. Ir. Nasruddin, S.T., M.T., ASEAN Eng., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Hubungan Masyarakat, membuka acara ini dengan penuh antusias. Dalam sambutannya, Dr. Nasruddin menekankan pentingnya bagi mahasiswa untuk memahami dasar-dasar perekonomian, yang meliputi pengendalian inflasi, sistem pembayaran digital, serta ekonomi syariah, agar mereka siap menghadapi tantangan ekonomi di masa depan.
"Ekonomi adalah bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Mahasiswa dari semua disiplin ilmu perlu memahami hal ini, agar memiliki wawasan yang luas dan mampu berkontribusi bagi pembangunan bangsa. Sosialisasi ini diharapkan dapat membuka wawasan dan melatih pola pikir mahasiswa agar lebih kritis dan siap menghadapi tantangan ekonomi di masa depan," ujar Dr. Nasruddin.
Dalam kesempatan tersebut, Fauzi Zakaria, Plt. Kepala Unit Data, Statistik, dan Kehumasan BI Lhokseumawe, memberikan sambutan dan apresiasi atas kerja sama yang terjalin antara Unsam dan BI. Fauzi menjelaskan bahwa pengendalian inflasi merupakan prioritas utama Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah, yang pada akhirnya mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
“Jika inflasi terjaga, pelaku usaha dapat memproyeksikan kegiatan usahanya dengan lebih baik sehingga mendukung pertumbuhan ekonomi. Selain itu, BI mendorong digitalisasi sistem pembayaran, termasuk pemanfaatan QRIS, serta mendukung pengembangan UMKM dan keuangan syariah, terutama di Aceh,” kata Fauzi.
Fauzi juga mengajak mahasiswa untuk berperan aktif dalam menyebarkan informasi positif mengenai ekonomi melalui media sosial. Ia menekankan pentingnya menjaga inflasi, memanfaatkan sistem pembayaran digital QRIS, mendukung pengembangan UMKM, serta merawat uang rupiah dengan baik.
Kegiatan sosialisasi ini tidak hanya melibatkan mahasiswa penerima beasiswa BI, tetapi juga mahasiswa perwakilan dari lima fakultas yang ada di Unsam. Selain itu, para dosen Unsam turut berpartisipasi dalam acara ini. Diharapkan, kegiatan ini dapat memperluas pengetahuan mahasiswa tentang berbagai isu ekonomi yang relevan, mulai dari pengendalian inflasi hingga sistem pembayaran digital.
Salah satu topik yang dibahas dalam sosialisasi adalah QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard), yang merupakan sistem pembayaran digital yang semakin populer di Indonesia. QRIS memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk melakukan transaksi non-tunai secara praktis dan efisien. Sosialisasi mengenai QRIS diharapkan dapat mempersiapkan mahasiswa untuk terlibat dalam ekonomi digital yang terus berkembang.
Selain itu, pengembangan UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) dan penerapan keuangan syariah juga menjadi fokus utama dalam diskusi. BI mendorong mahasiswa untuk lebih memahami pentingnya peran UMKM dalam perekonomian Indonesia dan bagaimana keuangan syariah dapat menjadi alternatif yang lebih inklusif bagi masyarakat.
Lebih dari sekadar edukasi, kegiatan ini juga bertujuan untuk menjadikan mahasiswa Unsam sebagai agen perubahan yang aktif dalam masyarakat. Melalui pengetahuan yang diperoleh dalam sosialisasi ini, mahasiswa diharapkan dapat menjadi pendorong perubahan dalam ekonomi lokal dan nasional, baik sebagai pelaku ekonomi maupun sebagai bagian dari masyarakat yang lebih kritis dan sadar akan isu-isu ekonomi yang ada.
“Kami berharap setelah mengikuti sosialisasi ini, mahasiswa dapat mengimplementasikan pengetahuan yang mereka peroleh dalam kehidupan sehari-hari dan di lingkungan sekitar mereka. Mahasiswa Unsam tidak hanya menjadi individu yang cerdas dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki kesadaran tinggi terhadap isu-isu ekonomi yang penting bagi kemajuan bangsa,” tambah Dr. Nasruddin.
Sebagai universitas yang memiliki komitmen untuk menghasilkan lulusan yang kompeten dan memiliki wawasan luas, Universitas Samudra (Unsam) terus berupaya untuk meningkatkan literasi ekonomi di kalangan mahasiswa. Kegiatan ini merupakan salah satu langkah strategis dalam membekali mahasiswa dengan pengetahuan yang dapat diterapkan di dunia nyata, baik dalam sektor akademik maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, Unsam juga berkomitmen untuk memperkuat hubungan dengan berbagai lembaga, termasuk Bank Indonesia, guna menghadirkan edukasi ekonomi yang lebih luas dan mendalam bagi mahasiswa dan masyarakat sekitar. Kolaborasi ini diharapkan dapat menghasilkan dampak positif dalam peningkatan literasi ekonomi di kawasan Aceh dan sekitarnya.
Dengan adanya sosialisasi dan edukasi mengenai pengendalian inflasi, QRIS, keuangan syariah, UMKM, serta literasi ekonomi lainnya, Unsam berharap dapat mencetak generasi muda yang siap untuk berperan aktif dalam pengembangan ekonomi nasional. “Melalui pemahaman yang lebih baik mengenai ekonomi, mahasiswa diharapkan bisa berkontribusi dalam membangun perekonomian Indonesia yang lebih baik dan berkelanjutan,” tutup Dr. Nasruddin.
Kegiatan ini menandai awal dari kolaborasi yang lebih luas antara Unsam dan Bank Indonesia dalam rangka menciptakan generasi yang tidak hanya berpendidikan tinggi tetapi juga memiliki kesadaran ekonomi yang baik untuk masa depan bangsa.
Sumber: unsam.ac.id

