Kuliah Umum Kebangsaan UICI: Dari Masjid Menuju Global di Era Digital

SEVIMA
Sentra Vidya Utama (Sevima) adalah Education Technology yang berdiri sejak tahun 2.004, dengan komunitas dan pengguna platform yang tersebar di lebih dari 1.000 kampus se-Indonesia. Bersama kita revolusi pendidikan tinggi, #RevolutionizeEducation!
Konten dari Pengguna
11 Juli 2023 16:46 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari SEVIMA tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Kuliah Umum Kebangsaan UICI: Dari Masjid Menuju Global di Era Digital
zoom-in-whitePerbesar
ADVERTISEMENT
Imam Besar Masjid Istiqlal Prof Dr. K.H Nasaruddin Umar, M.A mengisi Kuliah Umum Kebangsaan dengan tema "Dari Masjid Menuju Global di Era Digital," yang diadakan oleh Universitas Insan Cita Indonesia (UICI), 10 Juli 2023. Dalam kuliah tersebut, Imam Besar Masjid Istiqlal menyoroti pentingnya memahami peran masjid dalam menghadapi tantangan era digital.
ADVERTISEMENT
Kuliah tersebut memberikan wawasan yang menarik tentang pengertian masjid dan maknanya dalam masyarakat. K.H Nasaruddin menyampaikan bahwa masjid memiliki arti yang mendalam. Istilah "masjid" berasal dari akar kata "sajadah" yang berarti tunduk atau merendahkan diri seperti saat sujud dalam ibadah. Ia menekankan bahwa dalam Alquran, spirit masjid sebenarnya merupakan instrumen untuk mencapai tujuan yang lebih tinggi.
"Masjid bukan hanya sekadar tempat sujud, melainkan juga merupakan tempat berkumpulnya umat Muslim untuk mendekatkan diri kepada Sang Penguasa," kata K.H Nasaruddin seperti dikutip dari Youtube Universitas Insan Cita Indonesia, Selasa (11/7/2023).
K.H Nasaruddin menjelaskan bahwa masjid memiliki peran penting dalam menciptakan wilayah konsentrasi yang dapat membawa umat menuju kesempurnaan spiritual. Masjid memberikan ruang bagi umat untuk mencapai tingkat kesadaran yang lebih tinggi dan memperkuat ikatan mereka dengan Allah SWT.
ADVERTISEMENT
Ia menyebutkan perumpamaan dari Surah Al-Isra Ayat 1 yang menyamakan Masjid Haram dengan sesuatu yang terbatas, sementara Masjid Aqsa dianggap sebagai sesuatu yang tak terbatas atau "unlimited." Ia menyebutkan bahwa dalam tafsir, terdapat pendapat bahwa Masjid Aqsa bukan berada di Palestina, melainkan di Sidratul Muntaha, sebuah tempat yang dianggap sangat luas dan global.
Menurutnya pembangunan masjid bukan hanya berarti membangun fisik bangunan, tetapi juga mengembangkan ruang spiritual yang dapat membawa umat Muslim menuju kehidupan yang lebih bermakna. Masjid menjadi titik fokus untuk mencapai kekuatan spiritual yang mendorong umat Muslim menjadi individu yang lebih baik dan masyarakat yang lebih kuat.
Dalam konteks era digital yang semakin global, penting bagi kita untuk mengingat nilai-nilai spiritual yang terkandung dalam masjid. Meskipun teknologi dan keterhubungan digital memainkan peran penting dalam kehidupan sehari-hari, masjid tetap menjadi tempat yang dapat mengajarkan umat untuk tetap terhubung dengan Sang Pencipta dan mencapai konsentrasi spiritual yang mendalam.
ADVERTISEMENT
Dalam menghadapi tantangan era digital yang semakin global, pemahaman tentang makna sebenarnya dari masjid menjadi kunci dalam menjaga jati diri kebangsaan. Melalui membangun masjid, umat Muslim diberikan kesempatan untuk memperkuat ikatan dengan Allah dan mengembangkan kepekaan sosial yang dapat berdampak positif dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam konteks pembangunan kebangsaan, spiritualitas yang ditanamkan melalui masjid dapat menjadi landasan yang kuat. Melalui kesadaran spiritual yang tinggi, umat Muslim dapat merangkul nilai-nilai universal, menjaga persatuan, dan berkontribusi dalam membangun masyarakat yang lebih inklusif dan berkeadilan.
Dari Masjid Menuju Global di Era Digital, kita diingatkan bahwa masjid bukanlah hanya tempat sujud semata, tetapi merupakan ruang spiritual yang mampu menghubungkan umat Muslim dengan Allah dan meningkatkan kualitas hidup mereka. Dalam menghadapi era digital yang semakin global, memahami makna sejati dari masjid adalah langkah awal dalam memperkuat kebangsaan dan menghadapi tantangan zaman.
ADVERTISEMENT
Kuliah umum lengkap bisa disaksikan di Youtube Universitas Insan Cita Indonesia.