Konten dari Pengguna

Mengenal Wahyudi Agustiono: Ketua Tim Penelitian "Menuai Harapan" - Inspiratif!

SEVIMA
Sentra Vidya Utama (Sevima) adalah Education Technology yang berdiri sejak tahun 2.004, dengan komunitas dan pengguna platform yang tersebar di lebih dari 1.000 kampus se-Indonesia. Bersama kita revolusi pendidikan tinggi, #RevolutionizeEducation!
26 Februari 2025 8:12 WIB
·
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari SEVIMA tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Wahyudi Agustiono PhD Ketua Tim Penelitian dikutip dari Berita Jatim https://beritajatim.com/wamendiktisaintek-kolaborasi-menjadi-tolok-ukur-keberhasilan-kampus-proyek-menuai-harapan-jadi-contoh-nyata
zoom-in-whitePerbesar
Wahyudi Agustiono PhD Ketua Tim Penelitian dikutip dari Berita Jatim https://beritajatim.com/wamendiktisaintek-kolaborasi-menjadi-tolok-ukur-keberhasilan-kampus-proyek-menuai-harapan-jadi-contoh-nyata
ADVERTISEMENT
Madura (26/02) – Wahyudi Agustiono, Ph.D., menjadi inspirasi di dunia akademik dan lingkungan pengembangan inovasi pertanian berbasis teknologi. Dosen Universitas Trunojoyo Madura (UTM) ini dipercaya sebagai ketua tim peneliti dalam proyek "Menuai Harapan", sebuah inisiatif kolaboratif yang melibatkan Universitas Trunojoyo Madura, Newcastle University, RMIT University, serta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dengan dukungan dari Kemitraan Pengetahuan (KONEKSI). Proyek ini bertujuan untuk mengatasi tantangan yang dihadapi petani garam, termasuk dampak perubahan iklim, fluktuasi harga, serta minimnya akses terhadap teknologi modern.
ADVERTISEMENT

Profil Wahyudi Agustiono, Ph.D.

Assoc. Prof. Wahyudi Agustiono, Ph.D., merupakan akademisi sekaligus peneliti yang memiliki latar belakang kuat di bidang sistem informasi, transformasi digital, dan ekonomi digital. Beliau mengajar di Departemen Sistem Informasi, Universitas Trunojoyo Madura dan memiliki pengalaman luas dalam penelitian terkait bisnis digital, edutech, serta sistem intelijen bisnis.
Lulusan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya ini melanjutkan studinya di Waseda University, Jepang, sebelum akhirnya meraih gelar doktor di bidang Teknologi Informasi dan Bisnis dari Deakin University, Australia. Selain aktif mengajar dan meneliti, Wahyudi juga berperan sebagai konsultan e-government serta mentor bisnis kecil dan menengah.
Dalam perjalanan akademiknya, Wahyudi Agustiono juga aktif sebagai visiting lecturer di LSPR Communication and Business Institute, mengajar mata kuliah Business Intelligence yang membekali mahasiswa dengan kemampuan dalam analisis data dan pengambilan keputusan berbasis data. Di samping itu, ia juga terlibat sebagai reviewer dalam program Praktisi Mengajar yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI.
ADVERTISEMENT
Selain itu, Wahyudi Agustiono memiliki peran penting dalam ekosistem digital Indonesia melalui keterlibatannya di AWS Social Economic Accelerator LAB. Dalam program ini, ia berperan sebagai mentor pendidikan dalam Program Studi Independen Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM). Program ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi digital mahasiswa dan profesional muda, khususnya dalam transformasi digital pemerintahan.

Aktivitas di SEVIMA: Mendorong Digitalisasi Pendidikan

Di dunia industri, Wahyudi Agustiono juga aktif di PT Sentra Vidya Utama (SEVIMA), sebuah perusahaan teknologi pendidikan yang berfokus pada pengembangan sistem informasi akademik berbasis cloud. Di SEVIMA, ia menjabat sebagai Customer Success Manager sejak tahun 2022, di mana perannya mencakup pengembangan strategi dan kebijakan untuk memastikan optimalisasi pengalaman pelanggan dalam penggunaan SiakadCloud, sistem informasi akademik yang telah digunakan oleh lebih dari 170 perguruan tinggi di Indonesia.
ADVERTISEMENT
Sebagai bagian dari tanggung jawabnya di SEVIMA, Wahyudi bertanggung jawab dalam merancang dan mengimplementasikan strategi onboarding, pelatihan, dan dukungan kepada institusi pendidikan yang menggunakan layanan SiakadCloud. Ia juga berperan dalam mengumpulkan dan menganalisis umpan balik pelanggan untuk meningkatkan layanan serta mengembangkan praktik terbaik dalam manajemen pelanggan.
Tidak hanya itu, Wahyudi juga terlibat dalam penyampaian pelatihan dan seminar bagi akademisi serta administrator pendidikan guna meningkatkan pemahaman mereka terhadap pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan akademik. Dengan pengalaman luasnya dalam e-government dan transformasi digital, Wahyudi berperan penting dalam mendorong digitalisasi sistem akademik di perguruan tinggi Indonesia.

Inovasi “Menuai Harapan” untuk Masa Depan Petani Garam

Proyek “Menuai Harapan” menawarkan solusi inovatif dengan menggabungkan budidaya rumput laut dan produksi garam berbasis tenaga surya. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan hasil garam dan kualitas air bersih, tetapi juga memanfaatkan energi terbarukan yang ramah lingkungan.
ADVERTISEMENT
“Kami berusaha memastikan bahwa setiap aspek proyek memberikan manfaat optimal, tidak hanya bagi petani garam tetapi juga bagi seluruh masyarakat sekitar,” ujar Prof. Wahyudi Agustiono dalam wawancara.
Beliau menegaskan bahwa teknologi ini memiliki potensi sebagai solusi global, terutama dalam menghadapi tantangan perubahan iklim, kelangkaan air bersih, serta kebutuhan energi di wilayah pesisir. “Bukan hanya Pamekasan yang akan mendapatkan manfaat dari inovasi ini. Potensi solusi global dari teknologi ini sangat besar,” tambahnya.

Dukungan Penuh dari Pemerintah dan Akademisi

Proyek ini mendapat perhatian besar dari berbagai kalangan, termasuk pemerintah daerah dan nasional. Dalam acara peluncuran proyek di Universitas Trunojoyo Madura, Gubernur Jawa Timur periode 2019-2024, Khofifah Indar Parawansa, memberikan apresiasi tinggi terhadap penelitian ini.
ADVERTISEMENT
“Kami sangat mengapresiasi dan mendukung proyek ini karena mengintegrasikan antara budidaya rumput laut, pertanian garam, dan pembangkit listrik tenaga surya. Kami optimis proyek ini akan menghasilkan rumput laut dan garam berkualitas tinggi, air minum, serta energi listrik yang dapat meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan petani garam di Madura,” ujar Khofifah.
Tidak hanya Gubernur Jawa Timur, proyek ini juga menarik perhatian Wakil Menteri Pendidikan Tinggi serta Konsul Jenderal Australia di Surabaya, Fiona Hoggart, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Kolaborasi Indonesia-Australia dalam Pembangunan Berkelanjutan

Dengan adanya dukungan dari Knowledge Partnership Platform (KONEKSI), proyek “Menuai Harapan” menjadi contoh nyata keberhasilan kolaborasi antara Indonesia dan Australia dalam mengatasi tantangan perubahan iklim dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
ADVERTISEMENT
“Ilmu terapan semacam ini sangat dibutuhkan. Untuk itu peranan perguruan tinggi dan juga pemerintah sangat erat, khususnya dalam menerapkan keilmuan untuk menjawab permasalahan yang ada di masyarakat,” lanjut Khofifah.
Ke depan, Wahyudi Agustiono berharap agar proyek-proyek inovatif berbasis teknologi dapat terus dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di daerah pesisir. “Kami ingin memastikan bahwa teknologi ini dapat diadaptasi di berbagai daerah lain di Indonesia, sehingga manfaatnya bisa dirasakan secara luas,” pungkasnya.