Pemprov Jateng Siapkan Hibah Rp16,6 Miliar untuk PTS Tingkatkan Mutu Pendidikan
Tulisan dari SEVIMA tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Semarang, 4 September 2025 – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pendidikan tinggi di wilayahnya dengan mengalokasikan hibah sebesar Rp16,6 miliar untuk perguruan tinggi swasta (PTS) pada tahun 2025. Hibah ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, yang hanya mencapai Rp10,41 miliar. Dana ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas pendidikan di PTS, memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan industri, serta mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang siap menghadapi tantangan global.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menjelaskan bahwa hibah ini merupakan bagian dari komitmen Pemprov Jateng untuk mendukung perkembangan pendidikan tinggi yang berdaya saing. "Hibah ini adalah salah satu langkah nyata untuk memperkuat kualitas pendidikan di Jawa Tengah, terutama bagi perguruan tinggi swasta yang memainkan peran penting dalam pendidikan di wilayah ini," kata Luthfi saat menerima audiensi pengurus Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Jateng di Semarang, Rabu (3/9/2025).
Lebih lanjut, Gubernur Luthfi menyatakan bahwa selain hibah, tantangan terbesar yang dihadapi adalah kesenjangan antara SDM yang dihasilkan oleh perguruan tinggi dengan kebutuhan industri. "Ketersediaan sumber daya manusia yang masih belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan dunia industri adalah pekerjaan rumah yang perlu kita selesaikan bersama," ungkapnya. Luthfi kemudian menekankan pentingnya kerjasama antara PTS dengan perusahaan yang ada di Jateng sebagai langkah untuk menjembatani kesenjangan tersebut.
Seiring dengan hibah yang diberikan, Gubernur Luthfi juga menyarankan agar PTS membentuk forum bersama untuk memfasilitasi kerja sama dengan Pemprov Jateng. "Setiap PTS bisa berkoordinasi langsung dengan bupati atau wali kota di daerah masing-masing untuk menjalin kerjasama yang dapat mendukung pengembangan SDM yang lebih kompetitif," ujarnya. Ia berharap, dengan adanya sinergi ini, PTS dapat membantu mempersiapkan lulusan yang siap bekerja dan memiliki keterampilan yang dibutuhkan oleh pasar kerja.
Sementara itu, Ketua APTISI Jateng, Edi Noersasongko, dalam kesempatan yang sama mengungkapkan bahwa salah satu isu yang dibahas adalah penurunan jumlah penerimaan mahasiswa baru di PTS. "Kami berharap ada bantuan dari gubernur untuk memberikan solusi terhadap penurunan ini, salah satunya dengan menggalakkan beasiswa dari perusahaan-perusahaan yang ada di Jateng," kata Edi.
Pernyataan Edi ini menunjukkan adanya kebutuhan yang mendesak untuk membuka peluang beasiswa bagi mahasiswa yang berpotensi namun terhambat oleh biaya kuliah. Edi berharap bahwa bantuan berupa beasiswa dari perusahaan di Jateng dapat membantu menutupi kekurangan tersebut, sehingga lebih banyak mahasiswa yang dapat melanjutkan pendidikan tinggi di PTS.
Menanggapi hal ini, Gubernur Luthfi menegaskan bahwa Pemprov Jateng siap untuk memfasilitasi kerjasama antara PTS dan perusahaan-perusahaan yang ada di wilayah tersebut. "Kami akan memfasilitasi proses kerja sama yang melibatkan pihak-pihak terkait, termasuk sektor swasta dan lembaga pemerintah lainnya," tegasnya. Ia juga menekankan pentingnya memanfaatkan potensi yang ada untuk mengembangkan pendidikan yang lebih terjangkau dan berkualitas bagi masyarakat.
Dalam audiensi tersebut, Kepala Biro Pemerintahan, Otonomi Daerah, dan Kerja Sama Setda Provinsi Jateng, Yasip Khasani, mengungkapkan bahwa Pemprov Jateng juga membuka ruang kolaborasi riset dan inovasi antara PTS dan pemerintah daerah. "Kami berharap kolaborasi ini dapat memperkuat peran Tridharma Perguruan Tinggi, yang tidak hanya meliputi pendidikan, tetapi juga riset dan pengabdian kepada masyarakat," jelas Yasip.
Menurut Yasip, kolaborasi riset ini diharapkan dapat membantu menyelesaikan berbagai masalah pembangunan yang ada di Jateng, seperti pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas pendidikan, dan penyelesaian permasalahan sosial lainnya. "Semua PTS di Jateng memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam memecahkan masalah-masalah tersebut. Kami ingin mengoptimalkan peran mereka dalam pengembangan riset yang aplikatif dan berdampak langsung bagi masyarakat," tambahnya.
Kolaborasi ini tidak hanya terbatas pada bidang pendidikan, tetapi juga akan melibatkan sektor industri yang menjadi mitra strategis dalam pengembangan riset dan inovasi. Pemprov Jateng berharap agar semua pihak dapat bersinergi untuk menciptakan inovasi yang bermanfaat bagi pembangunan daerah dan mempercepat proses kemajuan ekonomi di Jawa Tengah.
Keberadaan PTS di Jawa Tengah memegang peranan penting dalam meningkatkan angka partisipasi kasar perguruan tinggi. Dengan berbagai kebijakan dan dukungan dari Pemprov Jateng, PTS diharapkan dapat berperan lebih besar dalam menyediakan pendidikan berkualitas dan membekali mahasiswa dengan keterampilan yang sesuai dengan tuntutan industri. "Dengan adanya hibah ini, kami berharap PTS dapat terus berkontribusi dalam mencetak generasi unggul yang siap menghadapi tantangan global," ujar Gubernur Luthfi.
Dalam konteks tersebut, kerja sama yang terjalin antara Pemprov Jateng dan PTS akan menjadi kunci dalam menciptakan SDM yang tidak hanya unggul di tingkat lokal, tetapi juga siap bersaing di tingkat nasional dan internasional. Dengan dukungan yang tepat, perguruan tinggi swasta di Jawa Tengah diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata dalam membangun masa depan Indonesia.
Sebagai penutup, Yasip Khasani mengungkapkan harapannya bahwa dengan kolaborasi yang semakin erat antara PTS, pemerintah, dan sektor swasta, Jawa Tengah akan terus menjadi contoh dalam pengembangan pendidikan yang inklusif dan berkualitas. "Kami ingin memastikan bahwa pendidikan di Jawa Tengah dapat memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat, serta dapat menjawab tantangan di era globalisasi ini," ujarnya.
Program hibah sebesar Rp16,6 miliar yang dialokasikan oleh Pemprov Jawa Tengah ini menunjukkan komitmen yang kuat untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di wilayah tersebut. Dengan adanya kolaborasi antara PTS, pemerintah, dan sektor industri, diharapkan Jawa Tengah dapat mencetak lebih banyak generasi muda yang siap menghadapi tantangan global dan berkontribusi dalam pembangunan ekonomi nasional.
Sumber: inilah.com

