Pengembangan Standar Kompetensi Penilai RPL: Kunci Menjamin Kualitas Pendidikan
Tulisan dari SEVIMA tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jakarta, 14 Agustus 2025 — Dalam seminar rutin yang diadakan oleh SEVIMA, Dr. Dandi Darmadi, M.A.P., seorang pakar digitalisasi kampus dan pendidikan tinggi Indonesia, membahas pentingnya pengembangan standar kompetensi penilai RPL (Recognition of Prior Learning). Seminar ini, yang dihadiri oleh ribuan rektor dan dosen dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, mengangkat topik krusial terkait peningkatan kualitas pendidikan tinggi di era digital.
Dr. Dandi Darmadi, yang juga merupakan Koordinator MBKM dan Dosen Administrasi Publik di Universitas Andi Djemma, Palopo, mengemukakan bahwa pengembangan standar kompetensi penilai RPL melibatkan beberapa aspek penting, yakni technical competency, assessment methodology, pemahaman terhadap KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia), kemampuan komunikasi, serta standar etika yang telah ditetapkan secara nasional.
"Pengembangan standar kompetensi penilai RPL harus didasari oleh pemahaman mendalam terhadap berbagai aspek, mulai dari keilmuan hingga metodologi penilaian yang sesuai dengan regulasi yang berlaku," ujar Dr. Dandi Darmadi dalam seminar tersebut.
Technical Competency dan Assessment Methodology
Salah satu hal yang disoroti oleh Dr. Dandi adalah pentingnya kompetensi teknis dalam bidang keilmuan yang dimiliki oleh penilai RPL. Penilai tidak hanya harus memahami materi atau konten keilmuan, tetapi juga harus menguasai metodologi penilaian yang tepat. "Penilai yang baik harus mampu mengaplikasikan teknik penilaian yang objektif, adil, dan transparan dalam menilai capaian pembelajaran peserta," jelasnya.
Menurutnya, penguasaan atas metodologi penilaian yang berbasis pada sistem yang jelas dan terstruktur menjadi salah satu fondasi penting dalam penilaian RPL. Proses ini, lanjut Dr. Dandi, harus mempertimbangkan berbagai variabel yang ada dan menilai sesuai dengan capaian pembelajaran yang telah ditentukan.
Pentingnya Pemahaman terhadap KKNI
Dalam sesi seminar, Dr. Dandi menekankan bahwa penilai RPL harus memiliki pemahaman yang mendalam terhadap KKNI, yang berfungsi sebagai acuan standar capaian pembelajaran di Indonesia. "KKNI memberikan pedoman yang jelas mengenai level kompetensi yang harus dicapai oleh lulusan di setiap jenjang pendidikan, sehingga penilai harus paham betul dalam menerjemahkan dan menilai capaian pembelajaran tersebut," tambahnya.
Kemampuan Komunikasi dan Etika
Kemampuan komunikasi juga menjadi kunci dalam pengembangan kompetensi penilai RPL. Dr. Dandi menyebutkan bahwa penilai harus mampu berkomunikasi dengan jelas dan efektif kepada peserta, menyampaikan hasil penilaian, serta memberikan umpan balik yang konstruktif. "Komunikasi yang efektif akan membantu peserta memahami hasil penilaiannya dan langkah-langkah yang perlu diambil ke depan," paparnya.
Selain itu, standar etika yang tinggi sangat diperlukan dalam penilaian RPL. Penilai harus mematuhi prinsip-prinsip etika yang berlaku untuk memastikan bahwa setiap keputusan yang diambil bersifat adil, tidak diskriminatif, dan sesuai dengan nilai-nilai akademik.
Peran SEVIMA dalam Mendukung Pengembangan Standar Kompetensi Penilai
Dr. Dandi Darmadi juga mengungkapkan bahwa SEVIMA berperan penting dalam mendukung perguruan tinggi untuk mengoptimalkan penggunaan solusi digital dalam pendidikan. Dengan mengintegrasikan teknologi dalam proses pengelolaan pendidikan, SEVIMA membantu perguruan tinggi untuk menghadirkan platform yang memungkinkan penilaian yang lebih efisien dan akurat.
"SEVIMA berkomitmen untuk mendukung perguruan tinggi dalam mengimplementasikan solusi digital yang dapat mempercepat dan mempermudah proses penilaian, termasuk dalam penilaian RPL," kata Dr. Dandi.
Kesimpulan
Pentingnya pengembangan standar kompetensi penilai RPL menjadi semakin relevan seiring dengan perkembangan teknologi dan digitalisasi dalam pendidikan tinggi. Dengan memiliki penilai yang kompeten, proses penilaian RPL dapat berjalan dengan baik, menghasilkan lulusan yang berkualitas, dan mendukung kesuksesan pendidikan tinggi di Indonesia.
Dr. Dandi Darmadi menutup seminar dengan mengajak seluruh perguruan tinggi untuk terus berinovasi dalam menghadirkan solusi pendidikan yang lebih baik, dengan tetap memperhatikan pentingnya kompetensi penilai RPL yang berstandar tinggi. "Ini adalah langkah kita bersama dalam memastikan kualitas pendidikan tinggi yang semakin relevan dengan kebutuhan zaman," tutupnya.
Tentang Dr. Dandi Darmadi
Dr. Dandi Darmadi, M.A.P., adalah seorang praktisi berpengalaman lebih dari satu dekade dalam dunia pendidikan tinggi di Indonesia. Beliau berperan sebagai Koordinator MBKM & Dosen Administrasi Publik di Universitas Andi Djemma, Palopo, serta mengajar di berbagai perguruan tinggi lain. Selain itu, beliau juga aktif dalam mendukung pengelolaan sistem akademik SEVIMA Platform di lebih dari 1.200 perguruan tinggi di Indonesia.

