Konten dari Pengguna

Pesan Wakil Rektor UIN Malang di PBAK: Prestasi Akademik dan Organisasi

Foto: Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Foto: Istimewa

Malang, 18 Agustus 2025 – Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) menyelenggarakan rangkaian kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2025 yang dihadiri oleh ribuan mahasiswa baru. Pada hari kedua PBAK yang digelar di Sport Center (SC) kampus pada Senin, 18 Agustus 2025, empat Wakil Rektor UIN Malang hadir untuk memberikan sambutan dan pesan motivasi kepada para mahasiswa baru yang tengah memulai perjalanan akademik mereka.

Hadir dalam acara tersebut Wakil Rektor Bidang Akademik (WR I) Drs. H. Basri, M.A., Ph.D., Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (WR II) Dr. Zainal Habib, M.Hum., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan (WR III) Prof. Dr. H. Triyo Supriyatno, M.Ag., serta Wakil Rektor Bidang Pengembangan Lembaga dan Kerjasama (WR IV) Prof. Dr. H. M. Abdul Hamid, S.Ag., M.A. Kehadiran mereka di acara PBAK ini menegaskan komitmen universitas untuk mendukung pembentukan karakter dan kesiapan mahasiswa baru dalam menghadapi tantangan akademik dan kehidupan kampus.

Dalam sambutannya, para Wakil Rektor menekankan pentingnya mahasiswa baru untuk membangun komitmen akademik yang kuat sejak dini. Menurut mereka, memiliki nilai akademik yang tinggi saja tidaklah cukup. Mahasiswa harus mampu menjaga integritas, menjunjung tinggi nilai-nilai spiritualitas, dan senantiasa berpegang teguh pada prinsip-prinsip kemanusiaan.

Wakil Rektor Bidang Akademik, Drs. H. Basri, M.A., Ph.D., mengingatkan bahwa dunia pendidikan tinggi saat ini bukan hanya berfokus pada pencapaian prestasi akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter mahasiswa yang kokoh. "Selain nilai akademik, nilai-nilai integritas dan moralitas harus tetap dijaga, karena ini akan menjadi landasan bagi kesuksesan kalian di masa depan," ujarnya di hadapan ribuan mahasiswa baru.

Selain itu, para Wakil Rektor juga menekankan pentingnya peran organisasi dalam perkembangan pribadi mahasiswa. Mereka sepakat bahwa organisasi di luar kelas adalah ruang belajar kedua yang dapat memberikan banyak pengalaman berharga. Dalam organisasi, mahasiswa tidak hanya belajar bekerja sama dalam tim, tetapi juga mengembangkan keterampilan kepemimpinan, komunikasi, dan rasa solidaritas yang kuat.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Prof. Dr. H. Triyo Supriyatno, M.Ag., menjelaskan bahwa organisasi mahasiswa bisa menjadi sarana yang efektif untuk membentuk karakter dan kepribadian mahasiswa. "Organisasi adalah tempat di mana kalian bisa mengasah kemampuan kepemimpinan dan belajar berkolaborasi dengan orang lain. Ini akan sangat berguna di masa depan ketika kalian bekerja di masyarakat atau di dunia profesional," tambahnya.

Foto: Istimewa

Namun, meskipun organisasi memberikan banyak manfaat, para pimpinan universitas juga mengingatkan bahwa mahasiswa tidak boleh melupakan tanggung jawab akademiknya. Prof. Triyo mengingatkan pentingnya keseimbangan antara kegiatan organisasi dan akademik. "Meskipun berorganisasi itu penting, tetapi jangan sampai kalian terlalu terlarut dalam organisasi sehingga mengabaikan tugas utama kalian sebagai mahasiswa, yaitu belajar," tegasnya.

Keberhasilan dalam menempuh pendidikan tinggi, menurut para pimpinan universitas, terletak pada kemampuan mahasiswa untuk menjaga keseimbangan antara keduanya. Para mahasiswa diharapkan tidak hanya berprestasi di bidang akademik, tetapi juga memiliki pengalaman organisasi yang dapat meningkatkan keterampilan interpersonal dan kepemimpinan mereka.

Wakil Rektor Bidang Pengembangan Lembaga dan Kerjasama, Prof. Dr. H. M. Abdul Hamid, S.Ag., M.A., menekankan bahwa mahasiswa di UIN Malang diharapkan memiliki profil yang lengkap, yaitu cerdas secara intelektual dan tangguh dalam kepemimpinan. "Mahasiswa yang berhasil mengimbangi prestasi akademik dengan pengalaman organisasi akan lebih siap menghadapi tantangan global di masa depan," ujar Prof. Abdul Hamid.

Dengan semangat untuk membentuk generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan, para Wakil Rektor menekankan bahwa PBAK bukan hanya sekedar acara seremonial, tetapi juga sebagai sarana untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan keterampilan yang dapat menunjang kesuksesan mereka selama di kampus dan di dunia kerja nanti.

"Acara ini bukan hanya untuk memperkenalkan kampus, tetapi juga untuk memberikan wawasan dan pembekalan agar kalian siap menghadapi tantangan dunia akademik dan dunia luar," kata Prof. Basri.

Sambutan yang diberikan oleh para pimpinan universitas menekankan bahwa UIN Malang berkomitmen untuk mencetak generasi yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki keterampilan dan kepribadian yang baik. Melalui pengalaman di organisasi dan pengembangan diri secara keseluruhan, mahasiswa diharapkan bisa menjadi individu yang siap berkompetisi dan berkontribusi bagi masyarakat.

Selain itu, PBAK juga bertujuan untuk membangun iklim akademik yang kondusif bagi mahasiswa, di mana mereka bisa tumbuh dan berkembang dengan nilai-nilai yang bermanfaat, serta memiliki kesiapan untuk terjun ke dunia profesional setelah lulus dari universitas. "Pendidikan di sini tidak hanya tentang teori yang dipelajari di kelas, tetapi juga tentang bagaimana mengaplikasikan ilmu pengetahuan dalam kehidupan nyata," ujar Prof. Triyo.

Kegiatan PBAK 2025 di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang ini telah memberikan banyak pelajaran berharga bagi mahasiswa baru. Pesan-pesan yang disampaikan oleh para Wakil Rektor tentang pentingnya komitmen akademik, integritas, dan peran organisasi di luar kelas, menjadi pedoman yang sangat berarti dalam membentuk karakter dan keterampilan mahasiswa. Dengan keseimbangan antara prestasi akademik dan pengalaman organisasi, mahasiswa diharapkan dapat menjadi generasi yang unggul, siap menghadapi tantangan, dan memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan negara.

Dengan pesan ini, UIN Malang terus berkomitmen untuk mempersiapkan mahasiswanya menjadi individu yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, mampu bekerja sama, dan menjadi pemimpin yang bisa membawa perubahan positif di masyarakat.

Sumber: uin-malang.ac.id