Prof Satryo Soemantri Ungkap Perbedaan Kelola Perguruan Tinggi dengan Perusahaan

Sentra Vidya Utama (Sevima) adalah Education Technology yang berdiri sejak tahun 2.004, dengan komunitas dan pengguna platform yang tersebar di lebih dari 1.000 kampus se-Indonesia. Bersama kita revolusi pendidikan tinggi, #RevolutionizeEducation!
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari SEVIMA tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Guru besar dari BINUS University Prof Satryo Soemantri Brojonegoro dikenal luas sebagai pakar dalam ilmu teknik mesin, namun juga mendalami manajemen pendidikan tinggi. Untuk itu, beliau didaulat oleh Dewan Guru Besar (DGB) BINUS University untuk memberikan paparan mengenai “Strategi Menjadi Academic Leaders Bereputasi dan Unggul Menjawab Tantangan Indonesia Emas 2045.” Acara yang diberi nama Forum Begawan berlangsung di Kampus Alam Sutera, Tangerang, Banten pada tanggal 3 September 2024.
Acara dihadiri oleh para guru besar dan lektor kepala dari berbagai program studi. Tampak hadir juga Rektor BINUS Dr. Nelly, S.Kom., M.M. dan Ketua DGB Prof. Dr. Ir. Harjanto Prabowo, M.M. Dari Prodi Hukum, hadir Dr. Ahmad Sofian, S.H., M.A., Dr. Abdul Rasyid, SHI, MCL, dan Shidarta yang juga menjadi Sekretaris DGB. Acara yang berlangsung menarik selama dua jam ini dipandu oleh MC Prof. Amalia E. Maulana dan moderator Prof. Engkos Achmad Kuncoro.
Pada kesempatan itu, Prof Satryo menekankan mengenai keunikan entitas perguruan tinggi dengan segala kompleksitasnya. Oleh sebab itu, mengelola perguruan tinggi tidak sama dengan mengelola negara atau perusahaan. Di sini kita lebih membutuhkan pemimpin tetapi bukan pimpinan karena faktor kekuasaan bukan hal yang utama.
Ia menambahkan leader diperlukan ketika perguruan tinggi belum berjalan baik, tetapi jika organisasinya sudah berjalan, maka selanjutnya yang harus tampil adalah seorang manager. Selain itu, ia menggarisbawahi perlunya antisipasi menghadapi ketidakpastian masa depan, sehingga perguruan tinggi harus makin inovatif.
Sumber: Binus University
