Raker UNSRI 2025 Fokus Penguatan Tata Kelola dan Reputasi Global PTN-BH

Sentra Vidya Utama (Sevima) adalah Education Technology yang berdiri sejak tahun 2.004, dengan komunitas dan pengguna platform yang tersebar di lebih dari 1.000 kampus se-Indonesia. Bersama kita revolusi pendidikan tinggi, #RevolutionizeEducation!
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari SEVIMA tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Palembang, 6 September 2025 – Universitas Sriwijaya (UNSRI) sukses menyelenggarakan Rapat Kerja Pimpinan (Raker) pertama setelah memperoleh status sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH). Raker ini dilaksanakan di Golden Tulip Springhill Bandar Lampung, pada 3–6 September 2025, dan dihadiri oleh 112 peserta yang terdiri dari pimpinan rektorat, dekan, kepala lembaga, serta perwakilan fakultas dan unit-unit pendukung di lingkungan UNSRI.
Raker UNSRI 2025 mengusung tema "Penguatan Tata Kelola Modern, Internasionalisasi, dan Kualitas Pembelajaran untuk Mewujudkan Reputasi Global Universitas Sriwijaya sebagai PTN-BH". Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk merumuskan kebijakan dan strategi jangka panjang yang akan dijalankan oleh UNSRI, sesuai dengan enam sasaran strategis yang telah ditetapkan oleh universitas.
Dalam sambutannya, Ketua Panitia Raker, Dr. Didi Jaya Santri, M.Si., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan momentum penting pasca penetapan status PTN-BH bagi UNSRI. "UNSRI dituntut untuk memperkuat tata kelola, meningkatkan mutu pendidikan, memperluas jejaring internasional, serta menghadirkan inovasi dan kesejahteraan bagi seluruh civitas akademika," ujar Dr. Didi. Ia juga menambahkan bahwa status PTN-BH memberikan otonomi yang lebih besar bagi UNSRI dalam pengelolaan pendidikan, penelitian, serta keuangan.
Rektor UNSRI, Prof. Dr. Taufiq Marwa, S.E., M.Si., yang membuka acara Raker, menekankan pentingnya kolaborasi antara Majelis Wali Amanat (MWA), Senat Akademik Universitas (SAU), dan seluruh komponen kampus dalam merumuskan kebijakan strategis untuk masa depan universitas. "Raker ini adalah kesempatan untuk mewujudkan visi dan misi UNSRI yang lebih baik dan lebih progresif. Kami harus memastikan bahwa semua program yang dihasilkan sejalan dengan arahan dari MWA dan SAU," ungkap Prof. Taufiq.
Program kerja UNSRI 2026 yang dibahas dalam Raker ini dibagi ke dalam enam komisi utama yang mencakup: Pendidikan dan Kemahasiswaan, Keuangan dan Aset, Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, Pengembangan SDM dan Teknologi Informasi, Reputasi dan Riset, serta Inisiatif Strategis dan Penjaminan Mutu. Setiap komisi bertanggung jawab untuk menyusun program yang dapat mengimplementasikan sasaran strategis universitas, dengan fokus pada tata kelola yang efisien dan peningkatan kualitas pendidikan yang berdaya saing global.
Prof. Taufiq Marwa juga menyampaikan bahwa struktur organisasi yang telah disusun dan pejabat yang baru dilantik akan memperjelas pembagian tugas di setiap bidang. "Dengan struktur yang jelas, kita bisa lebih mudah melakukan evaluasi terhadap kinerja masing-masing bidang dan memastikan bahwa semua bidang berfungsi dengan optimal," katanya. Ia berharap dengan adanya pembagian tugas yang lebih jelas, setiap bagian dapat bertanggung jawab dengan lebih baik terhadap tugas dan fungsinya.
Ia juga mengungkapkan bahwa Raker ini merupakan langkah awal untuk merumuskan program-program yang akan dilaksanakan pada tahun 2026, yang akan diajukan kepada Majelis Wali Amanat (MWA) untuk dibahas lebih lanjut. "Saya berharap program yang dihasilkan dapat diselesaikan dalam dua minggu ke depan dan segera disampaikan kepada MWA untuk segera dijadwalkan pembahasannya," ujar Rektor.
Sebagai universitas yang berstatus PTN-BH, UNSRI bertekad untuk terus berinovasi dan memperkuat posisi sebagai pusat pendidikan yang berkelas dunia. Dengan fokus pada pengembangan kualitas pendidikan yang berbasis pada riset dan teknologi, UNSRI juga berupaya untuk meningkatkan kontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi masyarakat. Melalui penguatan tata kelola yang modern dan berkualitas, UNSRI berharap dapat mewujudkan reputasi global yang semakin kuat.
Rektor UNSRI juga menekankan pentingnya peningkatan mutu pengajaran di setiap fakultas dan unit yang ada, serta memperluas jejaring internasional sebagai salah satu cara untuk mengakselerasi transformasi universitas menuju institusi yang lebih kompetitif di tingkat global. "Pendidikan yang berkualitas, berbasis riset, dan pengabdian kepada masyarakat adalah kunci untuk mewujudkan universitas yang berdaya saing global," tambahnya.
Rapat Kerja UNSRI 2025 menjadi langkah strategis bagi universitas dalam mengembangkan program-program yang lebih terstruktur, efisien, dan berdampak positif untuk masyarakat. Dengan dukungan dari seluruh civitas akademika, UNSRI berharap dapat mencapai visi menjadi universitas yang unggul di tingkat internasional, dengan mengutamakan kualitas pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat.
Sumber: rakyatpembaruan.com
