Rektor UDN Harap FRI Bisa Tingkatkan Daya Saing Global Perguruan Tinggi

Sentra Vidya Utama (Sevima) adalah Education Technology yang berdiri sejak tahun 2.004, dengan komunitas dan pengguna platform yang tersebar di lebih dari 1.000 kampus se-Indonesia. Bersama kita revolusi pendidikan tinggi, #RevolutionizeEducation!
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari SEVIMA tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Forum Rektor Indonesia (FRI) baru-baru ini sukses menyelenggarakan Konvensi Kampus XXIX dan Temu Tahunan XXV tahun 2024. Acara prestisius ini dibuka oleh Presiden Joko Widodo dan berlangsung di Graha Universitas Negeri Surabaya (Unesa) kampus Lidah Wedan pada 15-16 Januari 2024. Turut hadir dalam acara Rektor Universitas Dr. Nugroho (UDN) Magetan, Dr. Marsini, SH, S.Pd, M.Pd, MM.
Tema yang diusung dalam forum tahunan kali ini adalah 'Peran Perguruan Tinggi dalam Mewujudkan Sumber Daya Manusia Unggul, Inovatif, dan Adaptif Menuju Indonesia Emas 2045'. Forum ini memberikan kesempatan kepada para rektor perguruan tinggi di Indonesia untuk berbagi pemikiran dan strategi dalam menghadapi dinamika global serta menitikberatkan peran perguruan tinggi dalam memajukan sumber daya manusia yang unggul, inovatif, dan adaptif.
Dalam sambutannya, Presiden Jokowi menyoroti kompleksitas dinamika global yang semakin penuh ketidakpastian. Beliau menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam merumuskan navigasi terhadap ketidakpastian politik global. Selain itu, Presiden juga mengajak perguruan tinggi untuk mengharmonisasikan strategi pembangunan yang berfokus pada nilai-nilai manusia dan budaya Indonesia.
Marsini mengatakan kegiatan ini memiliki peran krusial dalam memahami perkembangan terkini di dunia pendidikan tinggi, terutama terkait dengan regulasi dan peraturan terbaru. FRI dianggap sebagai wadah penting bagi para rektor untuk tidak hanya berbagi informasi, tetapi juga untuk mengadopsi regulasi terkini yang dapat diselaraskan dengan standar internasional. Hal ini diharapkan dapat membantu perguruan tinggi di Indonesia dalam menyesuaikan diri dengan dinamika pendidikan global yang selalu berkembang.
"Ia berharap agar acara ini dapat dijalankan secara rutin dan tidak terbatas hanya di Jawa Timur atau Pulau Jawa saja, melainkan merata di seluruh Indonesia. Tujuan utamanya adalah untuk membantu perguruan tinggi di seluruh tanah air dalam menghadapi dan memecahkan berbagai permasalahan yang dihadapi," kata Marsini kepada SEVIMA, 15 Januari 2024.
Menurutnya dengan adanya partisipasi yang lebih luas dan merata dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia, diharapkan akan muncul solusi-solusi inovatif yang dapat membantu dalam peningkatan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia. FRI diharapkan bisa menjadi jembatan antara perguruan tinggi di Indonesia dengan tren dan perkembangan pendidikan tinggi secara global.
Dengan demikian, kualitas perguruan tinggi di Indonesia tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang dan mampu bersaing dengan lembaga pendidikan tinggi di luar negeri. Ini menjadi langkah penting dalam mewujudkan perguruan tinggi Indonesia yang berkualitas dan diakui secara global.
Sejumlah menteri turut hadir dalam acara tersebut, seperti Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy.
Kemudian Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia. Tidak hanya itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mendampingi Jokowi.
