news-card-video
28 Ramadhan 1446 HJumat, 28 Maret 2025
Jakarta
chevron-down
imsak04:10
subuh04:25
terbit05:30
dzuhur11:30
ashar14:45
maghrib17:30
isya18:45
Konten dari Pengguna

Rektor Universitas Sari Mutiara Indonesia Dikukuhkan Sebagai Guru Besar

SEVIMA
Sentra Vidya Utama (Sevima) adalah Education Technology yang berdiri sejak tahun 2.004, dengan komunitas dan pengguna platform yang tersebar di lebih dari 1.000 kampus se-Indonesia. Bersama kita revolusi pendidikan tinggi, #RevolutionizeEducation!
21 Maret 2025 15:25 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari SEVIMA tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Foto: Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Foto: Istimewa
ADVERTISEMENT
Ivan Elisabeth Purba, Rektor Universitas Sari Mutiara Indonesia (USM Indonesia) pada 6 Februari 2025 dikukuhkan sebagai guru besar bidang ilmu kesehatan di ruang Hall Ign Washington Purba kampus USM Indonesia Medan, Provinsi Sumatera Utara.
ADVERTISEMENT
Acara pengukuhan Prof. Dr. Dra. Ivan Elisabeth Purba, SH, M.Kes dilaksanakan Ketua Senat Universitas Sari Mutiara Indonesia, Asima Sirait, M.Kes dalam Sidang Terbuka Senat yang dihadiri Ketua Yayasan USM Indonesia Dr. Parlindungan Purba, S.H., M.M. Kepala BAN-PT L2DIKTI Sumatera Utara, Para Guru Besar dari berbagai Universitas di Indonesia, para Rektor di Sumatera Utara, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) para tokoh masyarakat Sumatera Utara, para tokoh agama Sumatera Utara dan para akademisi.
Dalam pengukuhan Guru Besar USM Indonesia Prof. Dr. Dra. Ivan Elisabeth Purba, SH, M.Kes menyampaikan pidato pengukuhan guru besar dalam ranting ilmu/kepakaran Manajemen Perencanaan Wilayah Berbasis Kesehatan, Universitas Sari Mutiara Indonesia. Kota Sehat: Kontribusi Daerah untuk Indonesia Emas 2045.
ADVERTISEMENT
Guru Besar USM Indonesia, Prof. Dr. Dra. Ivan Elisabeth Purba, SH, M.Kes. (Foto: Fadmin Malau)
Sebelum Prof. Dr. Dra. Ivan Elisabeth Purba, SH, M.Kes menyampaikan pidato pengukuhan guru besar, Ketua Yayasan USM Indonesia Dr. Parlindungan Purba, S.H., M.M menyampaikan tentang Universitas Sari Mutiara Indonesia dimulai dari perjuangan seorang ibu yakni Bidan Sauria Br. Sitanggang dan seorang bapak Drs. Ign. Washington Purba.
“Dimana waktu itu ibu kami Sauria Br. Sitanggang seorang bidan yang berjuang untuk mengatasi masalah kesehatan dengan sekolah kesehatan dan akhirnya menjadi univeristas,” kata Parlindungan Purba.
Dikatakan Parlindungan Purba, pihaknya berharap bahwa keberadaan Prof. Dr. Dra. Ivan Elisabeth Purba, SH, M.Kes dapat melanjutkan perjuangan konsep dari ibu Bidan Sauria Br. Sitanggang dalam kesehatan masyarakat dimana dengan konsep Kota Sehat menjadikan masyarakat sehat. “Kami selalu ingat apa yang dikatakan bapak ibu kami, Drs. Ign. Washington Purba dan Bidan Sauria Br. Sitanggang jadilah orang-orang yang berperan ditengah masyarakat,” kata Parlindungan Purba menegaskan.
ADVERTISEMENT
Turut memberikan sambutan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, Kepala BAN-PT L2DIKTI Sumatera Utara, para tokoh masyarakat Sumatera Utara diwakili RE. Nainggolan.
Pada pengukuhan guru besar tetap Universitas Sari Mutiara Indonesia, Prof. Dr. Dra. Ivan Elisabeth Purba, SH, M.Kes menyampaikan orasi ilmiahnya bertajuk, “Kota Sehat: Kontribusi Daerah Menuju Indonesia Emas 2045” itu katanya untuk mewujudkan Kota Sehat sangat penting adanya inovasi dalam bidang kesehatan untuk meningkatkan kualitas pelayanan terhadap masyarakat.
Masalah kesehatan sangat universal dan penting dimana menjadi pembelajaran yang dapat dipetik dari pandemi Covid-19 yang pernah terjadi. Perlu keseriusan pemerintah pusat dan daerah dalam melaksanakan program Kota Sehat yang efektif dan efesien dengan didukung oleh pendanaan, sumber daya manusia yang memadai, kerja sama lintas program dan lintas sektoral serta pihak terkait lainnya dan peran serta masyarakat. Menurutnya perkembangan Kota Sehat masih perlu mendapat perhatian pemerintah dengan melakukan intensifikasi promosi Kota Sehat dalam meningkatkan partisipasi masyarakat yang perlu dilakukan secara simultan dengan kegiatan pengembangan Kota Sehat melalui stakeholders pada tingkat kecamatan dan desa/kelurahan serta RW dan RT.
ADVERTISEMENT
Sumber: Egindo