Sinergi UIN Malang dan Pemprov Jatim Wujudkan Mesin Riset untuk Jatim Emas 2045
Tulisan dari SEVIMA tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Surabaya, 25 September 2025 — Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang terus menunjukkan komitmennya untuk mendukung pembangunan Jawa Timur (Jatim), khususnya dalam mewujudkan visi Jatim Emas 2045. Melalui sinergi strategis dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim), UIN Malang bertekad untuk memperkuat perannya sebagai pusat riset yang dapat menghasilkan inovasi-inovasi terapan untuk mempercepat kemajuan daerah.
Pada Kamis, 19 September 2025, Rektor UIN Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., CAHRM., CRMP., bersama jajaran pimpinan universitas, mengadakan pertemuan dengan Gubernur Jawa Timur, Dr. HC. Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si. di Gedung Negara Grahadi, Surabaya. Dalam kesempatan ini, Rektor UIN Malang memaparkan berbagai capaian universitas serta tantangan yang dihadapi dalam mendukung pengembangan daerah, serta komitmennya untuk terus berkolaborasi dengan Pemprov Jatim dalam menghasilkan riset yang bermanfaat langsung bagi masyarakat.
Prof. Ilfi Nur Diana menyampaikan bahwa UIN Malang siap memberikan kontribusi besar dalam mendukung pembangunan Jatim melalui penelitian yang relevan dengan kebutuhan lokal. “Kami siap menjadi mitra strategis Pemprov Jatim dalam melahirkan riset yang aplikatif, inovatif, dan bermanfaat luas. Kampus ini memiliki sumber daya yang kompetitif, baik dari segi dosen, mahasiswa, maupun pusat studi,” ujar Prof. Ilfi dalam sambutannya.
Fokus riset UIN Malang akan diarahkan pada bidang-bidang yang memiliki urgensi besar, yakni kesehatan, lingkungan, sosial, dan kemanusiaan. Keempat bidang ini dianggap sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi Jawa Timur saat ini, serta sejalan dengan program Asta Cita Presiden yang menekankan pentingnya riset dan inovasi sebagai instrumen strategis pembangunan bangsa.
Gubernur Jawa Timur, Dr. HC. Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, menyambut baik inisiatif UIN Malang dan menekankan pentingnya riset dan inovasi dalam memperkuat sektor-sektor strategis di Jatim. Khofifah juga secara khusus menanyakan kebutuhan kampus terkait dengan pengembangan Fakultas Kedokteran di UIN Malang, sebagai langkah untuk memperkuat kapasitas akademik dan pelayanan kesehatan di daerah tersebut.
“Riset dan inovasi dalam sektor kesehatan sangat penting, terutama dalam memperkuat kapasitas tenaga medis dan pelayanan kesehatan di Jatim. Kami berharap UIN Malang dapat segera mempercepat pengembangan Fakultas Kedokteran, termasuk melalui Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS),” ungkap Khofifah.
Rektor UIN Malang menegaskan bahwa penguatan pusat penelitian di kampus akan menjadi agenda utama dalam mendukung visi Jatim Emas 2045. UIN Malang akan memfasilitasi kolaborasi riset antar fakultas, dengan tujuan menghasilkan karya ilmiah yang tidak hanya bermanfaat bagi dunia akademik, tetapi juga langsung memberikan dampak sosial yang nyata.
Prof. Ilfi menjelaskan bahwa riset yang dilakukan di UIN Malang tidak akan berhenti di rak perpustakaan. “Kami ingin riset yang dilakukan di UIN Malang tidak hanya berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi harus bisa diterapkan langsung di lapangan, baik dalam pengembangan desa wisata, pemberdayaan ekonomi masyarakat, maupun digitalisasi pelayanan publik,” ujar Prof. Ilfi.
Dalam dialog tersebut, Rektor UIN Malang juga menekankan pentingnya dukungan Pemprov Jatim dalam mempercepat penerapan hasil riset di masyarakat. “Kami berharap ada peningkatan kolaborasi dengan pemerintah daerah, lembaga swasta, dan komunitas masyarakat. Hasil riset yang diterapkan di lapangan akan memberikan dampak langsung bagi pembangunan ekonomi dan sosial masyarakat,” tambahnya.
Pemprov Jatim juga berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan riset yang dilakukan oleh perguruan tinggi, dengan menekankan pentingnya keberlanjutan pengembangan riset yang berbasis pada kebutuhan daerah. Kolaborasi yang terus-menerus antara universitas dan pemerintah daerah diharapkan dapat menciptakan solusi yang lebih efektif untuk mengatasi permasalahan di Jatim, serta memperkuat daya saing daerah di kancah nasional dan internasional.
Salah satu tujuan besar dari kerja sama ini adalah untuk mewujudkan Jatim Emas 2045, yakni Jawa Timur yang maju, berdaya saing tinggi, serta memiliki kualitas kehidupan yang lebih baik bagi warganya. Melalui sinergi antara Pemprov Jatim dan perguruan tinggi seperti UIN Malang, diharapkan akan tercipta fondasi yang kokoh untuk pembangunan berkelanjutan yang didukung oleh riset dan inovasi.
Rektor UIN Malang menutup pembicaraannya dengan menyatakan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam mewujudkan visi tersebut. “Kami berharap sinergi ini tidak hanya menjadi simbol kemajuan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan daerah. UIN Malang siap berperan aktif dalam mempercepat pembangunan dan menciptakan solusi-solusi yang tepat bagi tantangan yang dihadapi Jatim,” ujar Prof. Ilfi.
Kerja sama antara UIN Malang dan Pemprov Jatim yang difokuskan pada riset dan inovasi ini merupakan langkah penting menuju pembangunan yang berkelanjutan dan berdaya saing di Jawa Timur. Melalui kolaborasi ini, diharapkan dapat terwujud generasi unggul yang memiliki kemampuan untuk menghadapi tantangan global dan memberikan kontribusi nyata dalam memajukan daerah. Dengan dukungan riset dan kebijakan yang tepat, Jatim Emas 2045 dapat menjadi kenyataan yang lebih dekat.
Sumber: uin-malang.ac.id

