Transformasi Pendidikan Tinggi di Era Digital: Peran Metaverse dalam Asesmen RPL
Tulisan dari SEVIMA tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Palu, Sulawesi Selatan – Dalam seminar yang rutin digelar oleh SEVIMA dan dihadiri oleh ribuan rektor dan dosen dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, Dr. Dandi Darmadi, M.A.P, pakar digitalisasi kampus dan pendidikan tinggi, mengungkapkan pandangannya mengenai penerapan konsep metaverse dalam asesmen Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Dandi, yang telah berpengalaman lebih dari satu dekade sebagai dosen dan konsultan, menekankan pentingnya digitalisasi dalam pendidikan tinggi untuk memastikan relevansi dan kualitas pendidikan di masa depan.
Dandi yang juga menjabat sebagai Koordinator MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) di Universitas Andi Djemma, Palopo, Sulawesi Selatan, dan aktif mengajar di berbagai perguruan tinggi lainnya, mengatakan bahwa teknologi saat ini bukan lagi sekadar alat bantu, melainkan kunci utama dalam peningkatan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia.
"Metaverse memiliki potensi besar untuk mengubah cara kita melakukan asesmen RPL. Dengan memanfaatkan virtual reality, asesmen kompetensi praktis dapat dilakukan di lingkungan virtual yang lebih mendalam dan mendekati kenyataan," ujar Dandi dalam presentasinya.
Asesmen RPL dalam Era Metaverse
RPL, yang merupakan pengakuan atas pembelajaran yang diperoleh dari pengalaman kerja atau pendidikan non-formal, dapat menjadi alat yang efektif untuk meningkatkan aksesibilitas pendidikan bagi berbagai kalangan. Namun, proses asesmennya seringkali memerlukan inovasi agar lebih efisien dan terukur. Dandi menjelaskan bagaimana konsep metaverse dapat mengubah paradigma asesmen ini.
"Melalui metaverse, kita dapat menciptakan lingkungan asesmen virtual yang memungkinkan peserta untuk mensimulasikan kompetensi praktis dalam suasana yang lebih realistis dan mendalam. Dengan teknologi virtual reality, peserta dapat merasakan langsung situasi yang seharusnya mereka hadapi di dunia nyata," lanjut Dandi.
Simulasi Kompetensi Praktis dengan Virtual Reality
Salah satu manfaat utama yang diusulkan oleh Dandi adalah penggunaan virtual reality (VR) untuk menciptakan simulasi kompetensi praktis dalam asesmen RPL. Peserta asesmen dapat menjalani skenario dunia nyata dalam bentuk simulasi, yang tidak hanya menilai pengetahuan teoritis, tetapi juga kemampuan praktis mereka dalam mengatasi tantangan profesional. Konsep ini diharapkan dapat meningkatkan validitas dan reliabilitas hasil asesmen.
Portofolio Imersif dan Kolaborasi Virtual
Selain simulasi kompetensi praktis, Dandi juga membahas tentang potensi penggunaan portofolio imersif dalam metaverse. Dengan fitur ini, peserta dapat mempresentasikan hasil kerja mereka dalam bentuk yang lebih menarik dan mudah dipahami oleh tim penilai. Metode ini, menurut Dandi, dapat memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai kompetensi peserta, karena penilai tidak hanya melihat hasil akhir, tetapi juga proses yang telah mereka jalani.
"Metaverse juga membuka ruang bagi kolaborasi virtual, di mana tim penilai bisa bekerja bersama secara langsung, meskipun berada di lokasi yang berbeda. Ini memberikan fleksibilitas dan kecepatan dalam proses asesmen," tambah Dandi.
Gamifikasi untuk Meningkatkan Keterlibatan Peserta
Dandi juga menyoroti peran gamifikasi dalam meningkatkan keterlibatan peserta selama proses asesmen RPL. Dengan mengintegrasikan elemen-elemen permainan, peserta bisa lebih termotivasi dan merasa lebih terlibat dalam proses asesmen, yang pada akhirnya dapat menghasilkan evaluasi yang lebih objektif dan efektif.
Manfaat Bagi Perguruan Tinggi dan Dunia Kerja
Penerapan metaverse dalam asesmen RPL tidak hanya menguntungkan bagi peserta, tetapi juga bagi perguruan tinggi yang ingin meningkatkan kualitas pendidikan dan relevansi program mereka dengan kebutuhan dunia kerja. Dandi menekankan bahwa asesmen berbasis metaverse memungkinkan perguruan tinggi untuk lebih fleksibel dalam menyelenggarakan asesmen dan memverifikasi kompetensi yang relevan dengan perkembangan industri.
Sebagai bagian dari komitmennya dalam mendigitalisasi pendidikan tinggi, Dandi juga berperan penting dalam mendukung perguruan tinggi dalam mengoptimalkan penggunaan solusi digital SEVIMA. Ia mengajak perguruan tinggi di Indonesia untuk terus berinovasi dan memanfaatkan teknologi untuk memperkuat ekosistem pendidikan yang lebih modern dan efisien.
Penutup
Dengan lebih dari 1.200 perguruan tinggi yang telah terintegrasi dengan sistem akademik SEVIMA Platform, Dandi Darmadi berperan vital dalam memastikan bahwa teknologi yang digunakan dapat memberikan manfaat maksimal bagi institusi pendidikan tinggi di Indonesia. Metaverse, sebagai inovasi terbaru dalam dunia pendidikan, diharapkan dapat membawa perubahan signifikan dalam cara kita melakukan asesmen RPL dan mendekatkan pendidikan dengan dunia kerja yang terus berkembang.
"Di masa depan, pendidikan tidak hanya dilihat dari seberapa banyak kita mengajar, tetapi juga seberapa banyak kita mengadaptasi teknologi untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan aksesibilitasnya," tutup Dandi dalam seminar tersebut.
Dengan pemikiran ini, Dandi berharap agar semakin banyak perguruan tinggi di Indonesia yang bisa mengimplementasikan teknologi baru untuk mendukung pengembangan pendidikan tinggi yang lebih modern, relevan, dan berkualitas.

