Konten dari Pengguna

UIN Jakarta Gelar Sidang Senat Terbuka untuk Peringati Dies Natalis ke-68

SEVIMA
Sentra Vidya Utama (Sevima) adalah Education Technology yang berdiri sejak tahun 2.004, dengan komunitas dan pengguna platform yang tersebar di lebih dari 1.000 kampus se-Indonesia. Bersama kita revolusi pendidikan tinggi, #RevolutionizeEducation!
25 September 2025 9:41 WIB
·
waktu baca 5 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
UIN Jakarta Gelar Sidang Senat Terbuka untuk Peringati Dies Natalis ke-68
Dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-68, Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar Sidang Senat Terbuka yang berlangsung pada Rabu, 24 September 2025, bertempat di Audi
SEVIMA
Tulisan dari SEVIMA tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Foto: Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Foto: Istimewa
ADVERTISEMENT
Jakarta, 23 September 2025 – Dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-68, Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar Sidang Senat Terbuka yang berlangsung pada Rabu, 24 September 2025, bertempat di Auditorium Harun Nasution, Kampus 1 UIN Jakarta. Acara tahunan ini bertujuan untuk mengenang perjalanan panjang UIN Jakarta sejak berdirinya sebagai Akademi Dinas Ilmu Agama (ADIA) pada 1957, yang kemudian bertransformasi menjadi IAIN, dan akhirnya menjadi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta hingga saat ini.
ADVERTISEMENT
Dalam acara ini, UIN Jakarta mengangkat tema besar “68 Tahun ADIA/IAIN/UIN Syarif Hidayatullah Jakarta: Mewujudkan Reputasi Global dalam Mencetak Generasi Unggul Menuju Indonesia Emas 2045”. Tema ini mencerminkan komitmen universitas untuk menghadirkan pendidikan tinggi keislaman yang unggul, modern, dan relevan secara global.
Rektor UIN Jakarta, Prof. Asep Saepudin Jahar, M.A. Ph.D., dalam sambutannya menegaskan bahwa pada usia yang ke-68, UIN Jakarta bukan hanya menengok sejarahnya, tetapi juga menatap masa depan. “Kami ingin memastikan bahwa lulusan kami memiliki daya saing global, menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman, dan mampu berkontribusi nyata dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Prof. Asep juga menekankan pentingnya pendidikan yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga mampu membentuk generasi yang moderat dan berdaya saing di kancah internasional. Menurutnya, hal ini menjadi tujuan utama bagi UIN Jakarta sebagai perguruan tinggi yang selalu berkomitmen untuk mencetak generasi penerus yang memiliki integritas dan kontribusi signifikan untuk bangsa.
ADVERTISEMENT
Sidang Senat Terbuka ini juga dihadiri oleh berbagai elemen penting universitas, termasuk para wakil rektor, dekan-dekan fakultas, dosen, mahasiswa, alumni, serta tamu undangan dari berbagai instansi pemerintah dan mitra kerja sama internasional. Kehadiran para pemimpin universitas, termasuk Ketua Senat Prof. Dr. Dede Rosyada, M.A., serta Dr. KH. Ahmad Shodiq, M.A., yang memimpin istighosah dan doa kebangsaan, menambah makna mendalam dari acara tersebut.
Agenda Sidang Senat Terbuka ini dimulai dengan berbagai rangkaian acara, termasuk pembacaan ayat suci Al-Qur'an, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne UIN Jakarta, serta pidato dari perwakilan mahasiswa dan Ketua Ikatan Alumni UIN (IKALUIN) Dr. TB. Ace Hasan Syadzili, M.Si.. Sebagai puncaknya, Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A. menyampaikan pidato yang menekankan pentingnya peran UIN Jakarta dalam mengembangkan pendidikan berbasis Islam yang relevan di tengah dinamika global.
ADVERTISEMENT
Selain seremonial, acara ini juga diwarnai dengan berbagai kegiatan ilmiah dan reflektif. Salah satunya adalah orasi ilmiah yang mengundang tokoh akademik terkemuka untuk memberikan wawasan tentang pentingnya pendidikan tinggi dalam menyongsong masa depan Indonesia yang lebih baik. Testimoni alumni serta penampilan budaya kampus yang memadukan unsur keislaman dan kebangsaan juga turut mewarnai acara, menjadikan peringatan Dies Natalis ke-68 ini penuh makna.
Foto: Istimewa
Sebagai universitas yang juga berstatus Badan Layanan Umum (BLU), UIN Jakarta terus mengembangkan kapasitas institusional dan memperluas kerja sama global. Prof. Asep Saepudin Jahar menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya untuk merayakan pencapaian institusi, tetapi juga sebagai sarana untuk memperkuat jaringan internasional dalam bidang pendidikan, riset, dan pengabdian masyarakat.
ADVERTISEMENT
"Sebagai bagian dari pengembangan pendidikan global, UIN Jakarta berkomitmen untuk memperkuat jaringan kerjasama internasional dan mendalami peran penting pendidikan tinggi berbasis Islam. Melalui kolaborasi ini, kami berharap dapat menghasilkan kontribusi yang nyata untuk masyarakat, bangsa, dan dunia," tambahnya.
Dengan tema yang diangkat, peringatan Dies Natalis ke-68 ini juga mengingatkan akan pentingnya kolaborasi dan integrasi keilmuan dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks. Prof. Asep mengungkapkan bahwa salah satu fokus UIN Jakarta adalah untuk mempersiapkan mahasiswa dengan pendidikan yang berbasis teknologi, keislaman, serta integrasi pengetahuan yang dapat diterapkan secara praktis di dunia nyata.
“Generasi unggul yang kami bentuk melalui pendidikan di UIN Jakarta tidak hanya diharapkan mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memiliki karakter yang kokoh dan berlandaskan pada nilai-nilai keislaman yang moderat,” tambah Prof. Asep.
ADVERTISEMENT
Sejak berdirinya pada tahun 1957, UIN Jakarta telah menorehkan berbagai prestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Universitas ini dikenal sebagai pionir dalam pengembangan pendidikan tinggi berbasis Islam yang moderat, serta menjadi pusat keunggulan dalam pengembangan ilmu sosial dan humaniora.
Selain itu, UIN Jakarta juga terus mengembangkan fasilitas akademik, riset, dan pengabdian masyarakat untuk memastikan kualitas layanan pendidikan yang dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat. Dalam beberapa tahun terakhir, universitas ini juga aktif melakukan kolaborasi dengan berbagai institusi internasional untuk memperluas wawasan akademik dan membangun jaringan global yang lebih luas.
Dengan bertambahnya usia ke-68 tahun ini, UIN Jakarta berharap dapat terus menjadi lembaga pendidikan yang menghasilkan generasi unggul yang siap menyongsong Indonesia Emas 2045. Hal ini sejalan dengan visi dan misi UIN Jakarta untuk mencetak lulusan yang tidak hanya berkompeten dalam bidangnya, tetapi juga memiliki pemahaman yang luas terhadap nilai-nilai kebangsaan dan keislaman.
ADVERTISEMENT
Acara peringatan Dies Natalis ke-68 UIN Jakarta ini bukan hanya sekedar merayakan usia panjang universitas tersebut, namun juga sebagai refleksi dan langkah konkret dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Melalui pendidikan yang berkualitas, riset yang relevan, dan kontribusi aktif terhadap masyarakat, UIN Jakarta terus berkomitmen untuk menjadi universitas yang tidak hanya berkelas dunia, tetapi juga memberikan dampak positif yang luas bagi dunia.
Sumber: uinjkt.ac.id