Konten dari Pengguna

UMM Gelar ICoSDev 2025: Sinergi Lintas Disiplin untuk Masa Depan Berkelanjutan

Foto: Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Foto: Istimewa

Universitas Muhammadiyah Malang, 19 September 2025 – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menegaskan komitmennya dalam mendorong pembinaan sinergi antar-disiplin ilmu, kesehatan kerja yang adil, berkelanjutan, dan berorientasi pada kemanusiaan demi masa depan yang lebih baik. Gagasan ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Republik Indonesia, Dr. Fauzan Adziman, ST., MEng, dalam agenda International Conference on Interdisciplinary Collaboration for Sustainable Development (ICoSDev) yang ke-5.

Kegiatan yang digelar pada tanggal 17-18 September 2025 tersebut berlangsung di Universitas Muhammadiyah Malang dan menghadirkan sejumlah pakar nasional dan internasional yang memberikan paparan mengenai tantangan global yang dihadapi serta solusi berbasis kolaborasi lintas disiplin untuk mencapainya. Fauzan menegaskan pentingnya membangun sinergi lintas disiplin ilmu untuk mengatasi berbagai tantangan besar yang saat ini dihadapi dunia, seperti krisis kesehatan global, ketahanan pangan, perubahan iklim, dan ketidaksetaraan sosial.

Dalam sambutannya, Fauzan menekankan bahwa pertumbuhan teknologi yang sangat pesat saat ini seringkali tidak sejalan dengan laju pengembangan ide dan pemanfaatan teknologi tersebut. Oleh karena itu, menurutnya, pendidikan tinggi harus berperan aktif sebagai motor penggerak yang dapat mengintegrasikan teknologi, penelitian, dan inovasi untuk menciptakan solusi nyata yang dapat membantu menyelesaikan masalah lokal maupun global.

“Kita perlu mendorong penelitian yang tidak hanya berbasis produk, tetapi berpusat pada tantangan nyata di masyarakat. Dari sana lahir solusi yang berdampak bagi ekonomi dan keberlanjutan,” ujar Fauzan.

Dalam konteks ini, Fauzan juga menyoroti pentingnya peran deep tech (teknologi canggih) yang dapat mempercepat hilirisasi riset dan memperkuat industrialisasi berbasis sumber daya lokal. Dia menambahkan bahwa hal ini selaras dengan agenda pemerintah Indonesia, yaitu Asta Cita dan 17 program prioritas nasional yang meliputi penguatan sumber daya manusia, ketahanan pangan dan energi, serta kelestarian lingkungan.

Lebih lanjut, Fauzan memaparkan bahwa untuk menghadapi tantangan-tantangan ini, perguruan tinggi harus berperan sebagai pusat riset dan inovasi yang mampu menciptakan dampak positif, serta mendorong transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Dia juga menekankan bahwa dengan memanfaatkan bonus demografi hingga tahun 2045, kolaborasi lintas disiplin di perguruan tinggi menjadi kunci penting dalam membangun daya saing bangsa dan mewujudkan masa depan yang lebih berkelanjutan.

Salah satu pembicara lain yang memberikan paparan dalam acara ini adalah Prof. Gayline Manalang Jr PTRP MOH dari Faculty of Public Health, University of the Philippines Manila. Dalam pemaparannya, Prof. Gayline menekankan pentingnya kesejahteraan tenaga kerja serta sistem rehabilitasi kerja yang berkelanjutan. Ia menyoroti bahwa tantangan dalam sektor ini termasuk pengetahuan profesional tentang kesehatan, akses layanan yang merata, serta pembiayaan dan asuransi.

“Pekerja bukan barang sekali pakai. Mereka bisa pulih dan kembali produktif bila difasilitasi dengan benar,” ungkapnya.

Pernyataan ini menambah dimensi penting dalam diskusi mengenai pembangunan berkelanjutan yang tidak hanya mengedepankan inovasi teknologi, tetapi juga memberikan perhatian pada aspek kesejahteraan manusia, terutama dalam dunia kerja.

Wakil Rektor IV Bidang Riset, Pengabdian, dan Kerjasama UMM, Muhammad Salis Yuniardi, MPsi, PhD, juga menyampaikan sambutannya pada forum tersebut. Salis menyoroti bahwa topik yang dibahas dalam ICoSDev tahun ini sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi oleh umat manusia saat ini. Ia menyebutkan bahwa perubahan iklim, krisis kesehatan global, ketahanan pangan, gangguan teknologi, dan ketidaksetaraan sosial adalah beberapa tantangan besar yang perlu dihadapi bersama.

“Umat manusia dihadapkan pada tantangan besar, tetapi hal ini juga bisa menjadi peluang jika dilihat dari perspektif positif. Misalnya, perubahan iklim, krisis kesehatan global, ketahanan pangan, gangguan teknologi, dan ketidaksetaraan sosial,” ujarnya.

Salis juga menegaskan bahwa kompleksitas masalah tersebut mengharuskan seluruh pihak untuk berpikir dan bertindak secara bersama dalam kolaborasi yang berkelanjutan. “Tidak ada satu disiplin ilmu pun, satu sektor pun, atau satu negara pun yang mampu menyelesaikan masalah ini sendirian,” tambahnya.

Sejalan dengan tema yang diusung dalam ICoSDev 2025, para peserta konferensi yang hadir, baik dari perguruan tinggi, pemerintah, maupun sektor swasta, sepakat bahwa kolaborasi lintas disiplin ilmu merupakan kunci untuk menciptakan solusi atas berbagai tantangan global yang kita hadapi. Dalam forum ini, ide-ide inovatif mengenai bagaimana menyatukan riset, kebijakan, dan teknologi untuk pembangunan berkelanjutan turut dibahas secara produktif.

Salah satu poin penting yang disampaikan dalam forum ini adalah pentingnya pendidikan sebagai fondasi dari perubahan sosial dan pembangunan berkelanjutan. Melalui pendidikan yang adaptif dan inklusif, terutama dengan mengedepankan kolaborasi antar-disiplin ilmu, diharapkan dapat tercipta pemimpin masa depan yang memiliki wawasan luas dan mampu mengatasi tantangan global.

Forum ini juga menjadi ajang penting untuk membangun jaringan antar institusi pendidikan dan sektor terkait yang dapat memperkuat kontribusi bersama untuk mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan. Melalui kegiatan seperti ini, Universitas Muhammadiyah Malang menegaskan perannya sebagai pusat gagasan dan dialog strategis dalam dunia pendidikan tinggi.

Dengan tema yang relevan dan kontribusi pemikirannya yang berharga, ICoSDev 2025 membuktikan bahwa kolaborasi lintas disiplin adalah kunci untuk menciptakan masa depan yang lebih baik. Pemerintah, perguruan tinggi, serta masyarakat internasional harus terus bekerja sama untuk mewujudkan solusi yang dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan, sosial, dan ekonomi global.

Melalui ICoSDev, Indonesia dan dunia kini semakin dekat untuk mewujudkan tujuan pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Sumber: umm.ac.id