Umsida dan Pemkab Sidoarjo Bahas Kolaborasi Strategis untuk Pengembangan Daerah

Sentra Vidya Utama (Sevima) adalah Education Technology yang berdiri sejak tahun 2.004, dengan komunitas dan pengguna platform yang tersebar di lebih dari 1.000 kampus se-Indonesia. Bersama kita revolusi pendidikan tinggi, #RevolutionizeEducation!
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari SEVIMA tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sidoarjo, 19 Agustus 2025 – Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menerima undangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo untuk bertemu dan mendiskusikan kolaborasi strategis dalam pengembangan potensi daerah. Pertemuan yang berlangsung pada Selasa, 19 Agustus 2025, di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Sidoarjo ini melibatkan jajaran rektorat Umsida dan Pemkab Sidoarjo. Diskusi ini berfokus pada sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam memajukan potensi lokal, baik dari segi pendidikan, ekonomi, hingga pengembangan sektor pariwisata.
Rektor Umsida, Dr. Hidayatulloh, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan kesiapan universitas untuk bekerja sama dengan Pemkab Sidoarjo dalam mengembangkan potensi daerah. "Umsida memiliki banyak fakultas, program studi, pusat studi, dan lembaga-lembaga lain yang telah beberapa kali berkolaborasi dengan dinas terkait. Dengan pertemuan ini, kami berharap sinergi ini dapat lebih terjalin dan membawa manfaat lebih besar untuk Sidoarjo," ungkap Dr. Hidayatulloh.
Selain itu, Dr. Hidayatulloh juga menegaskan bahwa kolaborasi dengan Pemkab Sidoarjo ini sejalan dengan tema besar Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) yang mengusung Kampus Berdampak. "Salah satu arahan Kemendikti Saintek adalah agar perguruan tinggi menggandeng pemerintah daerah untuk maju bersama membangun daerahnya," lanjutnya.
Sekretaris Daerah Pemkab Sidoarjo, Dr. Fenny Apridawati, SKM, MKes, dalam sambutannya menjelaskan bahwa saat ini Pemkab Sidoarjo telah menerapkan konsep Hexa Helix, yang melibatkan unsur pemerintah, masyarakat, dunia usaha, media, akademisi, dan komunitas dalam pengembangan daerah. "Kami tidak hanya menerapkan Penta Helix, tetapi kami juga melibatkan perguruan tinggi dalam Hexa Helix untuk memperkuat pengembangan daerah. Kerja sama ini penting karena perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam pengembangan sektor-sektor utama di daerah," kata Dr. Fenny Apridawati.
Fenny juga mengungkapkan pentingnya kolaborasi dalam bidang-bidang seperti pembinaan koperasi desa, pengembangan pariwisata, dan pengelolaan sektor perikanan, seperti potensi udang yang ada di Sidoarjo. "Di Sidoarjo, kami memiliki 346 koperasi desa merah putih yang membutuhkan pendampingan, khususnya dalam hal pengelolaan administrasi dan keuangan. Kami berharap universitas dapat membantu mendukung sektor ini, termasuk pengembangan sektor pariwisata yang memiliki potensi besar," ungkapnya.
Wakil Rektor I Umsida, Prof. Hana Catur Wahyuni, ST., MT., IPM, menanggapi positif tantangan yang disampaikan oleh Pemkab Sidoarjo. Ia menyatakan bahwa Umsida siap mendukung program-program tersebut melalui sivitas akademika, baik dosen maupun mahasiswa. "Pendampingan koperasi desa bisa kami integrasikan ke dalam mata kuliah, sehingga capaian pembelajaran berhubungan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Kami juga siap melanjutkan program yang sudah berjalan dan melakukan pendampingan lebih lanjut," jelas Prof. Hana.
Lebih lanjut, Prof. Hana juga menekankan bahwa Umsida telah berpengalaman mendampingi lebih dari 200 Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) di Sidoarjo, khususnya dalam bidang legalitas dan pengembangan usaha. "Jaringan Umsida dengan Pemkab Sidoarjo sudah cukup lama berjalan, seperti kerjasama dengan Dinas Kesehatan, BPS, dan lainnya. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan potensi yang ada di Sidoarjo," ujar Prof. Hana.
Umsida juga telah berkolaborasi dengan Dikti dalam meningkatkan kualitas udang tambak di Sidoarjo selama dua tahun terakhir. "Beberapa waktu lalu, kami juga terlibat dalam komitmen untuk mendukung wisata halal di Sidoarjo. Lembaga Halal Center di Umsida siap membantu dalam berbagai aspek terkait pariwisata halal, mulai dari keamanan pangan hingga pengembangan produk halal," lanjut Prof. Hana.
Salah satu masalah yang cukup mendapat perhatian di Sidoarjo adalah pengelolaan sampah. Prof. Hana menyebutkan bahwa Umsida memiliki sejumlah inovasi dan teknologi tepat guna untuk menanggulangi permasalahan ini. Salah satunya adalah teknologi pembakaran sampah tanpa asap yang ramah lingkungan. "Inovasi ini bisa menjadi referensi untuk mengatasi permasalahan sampah di Sidoarjo, karena teknologi yang dikembangkan oleh Umsida sangat relevan dengan tantangan yang ada di daerah ini," jelas Prof. Hana.
Ia berharap Pemkab Sidoarjo dapat bekerja sama dengan Umsida untuk mengimplementasikan teknologi ini dalam skala yang lebih besar, mengingat pentingnya pengelolaan sampah yang efisien untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan. "Kami mohon arahan secara teknis tentang siapa yang harus kami ajak berkolaborasi. Setiap tahun, Dikti membuka peluang bagi perguruan tinggi untuk berkolaborasi dengan pemerintah daerah," tutup Prof. Hana.
Selain pengembangan daerah, pertemuan ini juga membuka peluang kerja sama dalam bidang keamanan siber. Dr. Hidayatulloh mengungkapkan bahwa Umsida telah meluncurkan layanan Umsida Cyber Security tiga bulan yang lalu, yang bertujuan untuk menjaga keamanan sistem informasi di kampus, rumah sakit, dan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) lainnya. "Kami ingin potensi ini juga bisa dikolaborasikan dengan Pemkab Sidoarjo untuk memperkuat sistem informasi di pemerintahan daerah," ujar Dr. Hidayatulloh.
Sekretaris Daerah Sidoarjo, Dr. Fenny Apridawati, menyatakan kesiapannya untuk bekerja sama dalam bidang ini. "Kami sangat terbuka untuk bekerja sama dalam hal ini. Keamanan siber menjadi hal yang sangat penting, dan kami yakin Pemkab Sidoarjo tidak bisa bekerja sendiri tanpa peran perguruan tinggi," katanya.
Pertemuan ini diharapkan menjadi titik awal untuk terjalinnya kerja sama yang lebih erat antara Pemkab Sidoarjo dan Umsida dalam berbagai bidang pengembangan daerah. Dengan komitmen bersama, kedua belah pihak berharap dapat menciptakan solusi-solusi inovatif yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sidoarjo dan memajukan sektor-sektor penting di daerah ini.
Kolaborasi yang terbentuk antara Pemkab Sidoarjo dan Umsida ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi pengembangan daerah dan memanfaatkan potensi lokal yang ada, dari sektor koperasi, pariwisata halal, hingga teknologi tepat guna dan keamanan siber.
Sumber: umsida.ac.id
