UNISMA dan FKKBWIT Taiwan Tingkatkan Literasi Keuangan Digital PMI
Tulisan dari SEVIMA tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Malang, 18 September 2025 – Universitas Islam Malang (UNISMA) melalui Fakultas Ekonomi dan Bisnis resmi menjalin kerja sama internasional dengan Forum Kerukunan Keluarga Besar Warga Indonesia di Taiwan (FKKBWIT Taiwan). Kerja sama ini diwujudkan dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Kolaborasi Internasional bertema “Peningkatan Literasi Keuangan Digital bagi Pekerja Migran Indonesia di Taiwan”, yang berlangsung pada Minggu, 3 Agustus 2025, di Prayer Room FKKBWIT, Tainan, Taiwan.
Penandatanganan implementasi kerja sama dilakukan oleh Rahmat Dika Setyawan, Ketua FKKBWIT Taiwan, sebagai pihak pertama, dan Afifudin, S.E., M.SA., Ak., Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNISMA, sebagai pihak kedua. Kerja sama ini diharapkan dapat memberikan manfaat signifikan bagi pekerja migran Indonesia (PMI) di Taiwan, terutama dalam hal peningkatan kapasitas mereka dalam mengelola keuangan secara digital.
Acara tersebut menghadirkan narasumber Ratna Tri Hardaningtyas, S.E., M.M., yang memberikan materi tentang strategi pengelolaan keuangan berbasis digital. Ratna memaparkan cara agar PMI lebih mandiri secara finansial dan mampu memanfaatkan teknologi keuangan modern untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.
Menurut Afifudin, kerja sama ini merupakan langkah konkret bagi UNISMA untuk terus berkontribusi di tingkat internasional, sekaligus memberikan manfaat langsung bagi PMI. "Literasi keuangan digital menjadi bekal penting untuk menghadapi tantangan ekonomi global," ujar Afifudin. Ia menambahkan bahwa literasi keuangan yang baik akan sangat membantu PMI dalam mengelola pendapatan mereka dengan lebih bijak, termasuk pengelolaan keuangan jangka panjang melalui platform digital.
Rahmat Dika Setyawan, Ketua FKKBWIT Taiwan, menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen FKKBWIT untuk memberikan lebih banyak program yang bermanfaat bagi komunitas PMI. "Kami siap bersinergi dengan UNISMA untuk menghadirkan program-program yang membantu PMI, baik berupa pelatihan, pendampingan, maupun kegiatan sosial berbasis literasi," kata Rahmat.
Kegiatan ini tidak hanya memberikan pelatihan kepada PMI tetapi juga membuka kesempatan bagi mereka untuk berdiskusi langsung dengan para ahli dalam pengelolaan keuangan digital. Para peserta yang hadir menyambut baik kesempatan ini dan menunjukkan antusiasme yang besar dalam belajar tentang cara aman menggunakan aplikasi keuangan, menabung secara digital, serta merencanakan keuangan jangka panjang.
Beberapa peserta dari PMI menyampaikan bahwa program ini sangat membantu mereka dalam memahami berbagai aplikasi keuangan digital yang mereka gunakan sehari-hari. Mereka merasa lebih percaya diri dalam merencanakan keuangan mereka dengan memanfaatkan berbagai platform digital yang lebih efisien dan aman.
Seorang peserta, Andri (bukan nama sebenarnya), mengungkapkan, "Sebelumnya saya kesulitan mengelola uang saya karena tidak tahu cara menggunakan aplikasi keuangan digital dengan aman. Setelah mengikuti pelatihan ini, saya merasa lebih paham dan siap untuk menggunakan aplikasi keuangan untuk menabung dan merencanakan masa depan."
Para peserta juga mengapresiasi adanya materi tentang pengelolaan keuangan yang lebih berkelanjutan. Hal ini sangat membantu mereka untuk merencanakan pengeluaran dengan bijak, meskipun mereka bekerja di luar negeri dengan tantangan tersendiri.
Dengan adanya kerja sama ini, UNISMA semakin memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang berdaya saing global. Sebagai bagian dari kampus yang berkomitmen pada pengembangan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat, UNISMA telah menunjukkan bahwa lembaga pendidikan tinggi memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan sosial dan ekonomi masyarakat, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.
Rektor UNISMA, dalam kesempatan terpisah, mengungkapkan bahwa salah satu visi UNISMA adalah menjadi perguruan tinggi yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat. "Melalui berbagai program kerja sama internasional seperti ini, UNISMA tidak hanya menyiapkan mahasiswa untuk pasar global tetapi juga memberikan kontribusi langsung bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang membutuhkan pembekalan dalam mengelola kehidupan keuangan mereka di luar negeri," ujar Rektor.
Melalui kerja sama ini, baik UNISMA maupun FKKBWIT Taiwan berharap dapat memperluas cakupan program dan meningkatkan jumlah peserta, tidak hanya di Taiwan tetapi juga di negara-negara lain dengan banyak PMI. Kedepannya, program ini diharapkan bisa diperluas dengan memberikan pelatihan-pelatihan serupa di beberapa negara penempatan PMI lainnya, serta mendalami lebih jauh bagaimana pekerja migran dapat memanfaatkan teknologi untuk perencanaan keuangan yang lebih baik.
Para pengelola dan peserta berharap agar pelatihan ini bisa membantu meningkatkan kesejahteraan PMI secara keseluruhan. "Dengan pengelolaan keuangan yang baik, para pekerja migran bisa merencanakan masa depan mereka dengan lebih baik dan tidak hanya mengandalkan pendapatan untuk kebutuhan sehari-hari," tambah Rahmat.
Kerja sama antara UNISMA dan FKKBWIT Taiwan ini merupakan bukti nyata bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan masyarakat, termasuk komunitas PMI yang ada di luar negeri. Pemberdayaan melalui pendidikan, pelatihan, dan kolaborasi antar lembaga menjadi langkah strategis yang memberikan dampak positif bagi para pekerja migran dalam meningkatkan taraf hidup mereka. Diharapkan, dengan adanya program ini, PMI dapat lebih mandiri dalam pengelolaan keuangan dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi ekonomi keluarga dan negara.
Sumber: timesindonesia.co.id

