Konten dari Pengguna

Universitas Tunas Pembangunan Akan Buka Prodi Baru, Siap Dukung Petani Sawit

SEVIMA

SEVIMA

Sentra Vidya Utama (Sevima) adalah Education Technology yang berdiri sejak tahun 2.004, dengan komunitas dan pengguna platform yang tersebar di lebih dari 1.000 kampus se-Indonesia. Bersama kita revolusi pendidikan tinggi, #RevolutionizeEducation!

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari SEVIMA tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto: Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Foto: Istimewa

Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Surakarta membuka peluang baru di bidang pendidikan berbasis perkebunan kelapa sawit. Tahun ini, UTP meluncurkan tiga program studi (prodi) dengan konsentrasi kelapa sawit untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia (SDM) muda di sektor ini.

Wakil Rektor I Bidang Akademik UTP Suswadi mengatakan, pada Prodi Agroteknologi, Agribisnis, dan Sistem Informasi Kota Cerdas (SIKC) terdapat konsentrasi kelapa sawit mulai tahun ajaran 2025/2026.

"Untuk tahun ini memang mulai kita buka secara reguler, bisa menerima mahasiswa dari umum. Kami juga sudah mengajukan tiga proposal ke Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS)," terang Suswadi.

Dari proposal itu, UTP mendapat kepercayaan untuk mengelola satu paket pelatihan bagi 30 mahasiswa yang berasal dari anak-anak petani sawit. Mereka akan belajar tentang agroteknologi perkebunan kelapa sawit, dengan harapan bisa kembali ke daerah masing-masing untuk mengembangkan usaha perkebunan.

Dia menjelaskan, langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga keberlanjutan ekspor sawit, yang saat ini menjadi salah satu sektor ekspor nonmigas terbesar Indonesia.

"Selama ini banyak anak-anak petani sawit yang kurang berminat berkebun. Dengan program ini, kami ingin menyiapkan SDM muda agar mereka bisa kuliah, belajar, dan kembali membangun sektor perkebunan sawit," ujarnya.

Selain program untuk mahasiswa, UTP juga tengah merancang pelatihan khusus bagi petani sawit. Tidak hanya terbatas pada sektor kelapa sawit, ke depan pengembangan akan diperluas ke sektor kopi, kakao, hingga kelapa.

Bahkan, peluang ini terbuka untuk berbagai program studi seperti manajemen, akuntansi, dan IT yang berkaitan dengan perkebunan.

"Semua fakultas di UTP bisa berkesempatan mengembangkan prodi berbasis perkebunan. Untuk pelatihan petani, nanti bisa juga kita plotkan di FKIP," imbuhnya.

Program ini mulai berjalan dengan penerimaan mahasiswa baru pada September mendatang. Selain inovasi prodi, UTP juga membuka peluang magang internasional. Lewat program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), mahasiswa semester lima dan enam kini berkesempatan mengikuti magang di Jepang.

"Alhamdulillah, kemarin ada 15 mahasiswa dan mahasiswi kami yang lolos tes. Mereka sudah menjalani pelatihan bahasa dan pelatihan sikap," ucapnya.

Jika semua proses berjalan lancar, para mahasiswa itu dijadwalkan berangkat ke Jepang pada Juli atau Agustus. Menariknya, semua biaya magang ditanggung perusahaan mitra di Jepang, dan mata kuliah magang akan direkognisi sehingga mendukung kelulusan mahasiswa tepat waktu.

Sumber: Jawapos