Konten dari Pengguna

Waspada Penipuan Oknum: Jangan Berikan Kode OTP Kepada Siapapun

SEVIMA

SEVIMA

Sentra Vidya Utama (Sevima) adalah Education Technology yang berdiri sejak tahun 2.004, dengan komunitas dan pengguna platform yang tersebar di lebih dari 1.000 kampus se-Indonesia. Bersama kita revolusi pendidikan tinggi, #RevolutionizeEducation!

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari SEVIMA tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto: Dok. SEVIMA
zoom-in-whitePerbesar
Foto: Dok. SEVIMA

Penipuan bermodus mengaku dari lembaga resmi untuk meminta kode OTP (One Time Password) korban kian marak. Modus ini semakin canggih dan menyasar masyarakat, terutama pengguna layanan pendidikan daring. Pelaku biasanya menghubungi korban melalui telepon atau pesan singkat dan berpura-pura membantu, padahal justru tengah berusaha membobol akun pribadi.

Modus yang digunakan cukup meyakinkan. Penipu biasanya menghubungi korban menggunakan nomor yang menyerupai kantor resmi, kemudian mengaku sebagai petugas dari instansi terpercaya. Mereka mengarang berbagai cerita dengan tujuan meminta kode OTP yang baru saja dikirimkan melalui SMS atau email.

Hal itu kini tengah dialami oleh SEVIMA sebagai perusahaan teknologi pendidikan. Sejumlah peserta grup webinar yang dikelola oleh SEVIMA mendapatkan pesan seolah dari tim SEVIMA yang ingin melakukan verifikasi sertifikat webinar.

"Biasanya pelaku bertindak sangat meyakinkan, pura-pura ingin membantu, padahal sebenarnya mereka sedang mencoba masuk ke akun korban menggunakan OTP tersebut," kata Kepala Humas SEVIMA, Ilham Dary, M.Hub.Int, Jumat (25/7/2025).

OTP adalah kode rahasia yang hanya berlaku beberapa menit dan menjadi kunci masuk akun. Bila sampai jatuh ke tangan penipu, data pengguna bisa sepenuhnya dikuasai. “Jika pelaku berhasil dapatkan kode OTP, maka keamanan data pribadi korban tidak lagi terjamin,” tegas Ilham.

SEVIMA sendiri menegaskan tidak pernah meminta kode OTP, kode Zoom, kode keanggotaan, atau kode rahasia apa pun dalam bentuk apa pun. “Kami tidak pernah meminta konsumen menyebutkan nomor OTP dengan alasan apa pun,” lanjutnya.

Pihak SEVIMA mengimbau agar seluruh pengguna lebih waspada terhadap nomor asing yang menghubungi dan mengaku dari SEVIMA. Mereka juga meminta agar masyarakat segera melaporkan kejadian semacam itu kepada moderator komunitas untuk ditindaklanjuti.

“Kami sangat peduli dengan keamanan data pengguna. Komitmen kami sebagai badan hukum resmi yang terdaftar di Kominfo dan tersertifikasi AWS, adalah untuk melindungi integritas data seluruh pengguna SEVIMA,” ucapnya.

Peringatan ini menjadi alarm penting di tengah meningkatnya adopsi layanan digital di sektor pendidikan. SEVIMA berharap para pengguna tetap waspada dan tidak sembarangan memberikan informasi pribadi, terutama kode OTP, kepada siapa pun — bahkan jika mereka mengaku dari pihak resmi.

Jika Anda mengalami kejadian serupa, berikut langkah yang harus dilakukan:

1. Jangan pernah memberikan kode OTP kepada siapa pun.

2. Segera laporkan ke moderator komunitas atau layanan bantuan SEVIMA.

3. Waspadai segala bentuk permintaan informasi pribadi, terutama melalui telepon atau pesan singkat dari nomor tak dikenal.

Sumber: SEVIMA