Curhat Tenaga Medis : Kami Tinggalkan Keluarga Demi Melawan Virus COVID - 19

Public Relations - BNSP Certified, Fresh Graduated at the London School of Public Relations
Tulisan dari Muhammad Koska Tribagus Sajiwo tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Perjuangan Tenaga Medis Selama Pandemi

Menjadi tenaga medis di masa pandemi merupakan hal yang sulit dan melelahkan, Beragam risiko harus siap dilakukan selama bertugas merawat pasien COVID - 19. Tidak jarang mereka merasa lelah dengan jumlah pasien yang positif COVID - 19 di Indonesia yang terus bertambah secara terus menerus tanpa batas waktu yang jelas, begitupun para dokter dan tenaga medis yang harus rela terpapar virus COVID - 19 secara langsung. Hingga harus rela meninggal saat menjalankan tugas kemanusiaan ini. Hal ini bisa dikatakan sebagai risiko yang paling berat bagi tenaga medis dan keluarga terdampak selama masa pandemi.
Adi Ramadan merupakan seorang tenaga medis di RS Suyoto, Bintaro, Jakarta Selatan, ia mengaku sudah hampir dua bulan tidak dapat pulang kerumah, rasa rindu dengan kelauarga ia rasakan setiap hari. oleh sebab itu, adi harus menginap di sebuah wisma yang telah disediakan oleh pihak Rumah Sakit selama bertugas.
" Untuk masalah rindu dengan keluarga itu pasti ada, apalagi harus jauh dari keluarga. tapi mau bagaimana juga menjadi tenaga medis seperti saat ini merupakan panggilan hati." ujar Adi saat di hubungi via Whatsapp Sabtu (01/11/2020/).
Selain itu, Adi juga menceritakan banyak rekan tenaga medis yang merasakan hal yang sama dengan dirinya. Ia mengaku untuk menghapus rindu dengan keluarganya, setiap waktu luang ia sempatkan untuk videocall dengan orang tua sekaligus memberikan kabar.Oleh karena itu, wajar jika orang tua merasa cemas ketika anaknya menjadi tenaga medis selama pandemi COVID - 19.
Lalu, apa penyebab tenaga medis tidak dapat pulang selama bertugas?
Menurut Kolonel Hary Gunanto yang berdinas di RS Suyoto, Bintaro. Mengatakan jika tenaga medis pulang kerumah maka sangat berisiko untuk menularkan virus COVID - 19 kepada keluarganya. Oleh karena itu, mereka yang merawat pasien secara langsung, tidak diizinkan pulang.
"Pasti rasa rindu itu sangat wajar bagi tenaga medis terlebih ini merupakan tugas yang sangat terhormat. tetapi sangat berbahaya jika mereka bertemu keluarganya secara langsung, karena mereka ini tenaga medis berhadapan secara langsung kepada pasien COVID -19." ujar Kolonel Hary Gunanto saat dihubungi via Whatsapp (01/11/2020)
Walaupun demikian, Adi selalu optimis pandemi ini akan cepat usai, ia juga menghimbau masyarakat untuk selalu mematuhi protokol kesehatan. Khususnya untuk selalu memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.
