Hati - Hati, Silent Treatment Bisa Membuat Korban Trauma!

Neuroscience, Holistic, and Humanistic solution centre with the healthy start from home based programme.
Konten dari Pengguna
22 November 2022 6:35
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Stress Management Indonesia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Image by Rodnae Productions from Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Image by Rodnae Productions from Pexels
ADVERTISEMENT
Jakarta, 22 November 2022 -- Perasaan marah adalah sebuah bentuk perasaan manusiawi yang pasti pernah dirasakan manusia. Ketika sedang marah manusia akan mengeskpresikannya emosinya dengan cara yang berbeda-beda, ada yang meluapkan emosinya secara langsung, ada juga yang lebih memilih diam dan mengabaikan permasalahan, bentuk pengekspresian seperti itu disebut dengan “Silent Treatment”.
ADVERTISEMENT
Silent Treatment adalah suatu sikap penolakan untuk berkomunikasi dengan orang lain ketika sedang mengalami konflik. Sikap ini membuat orang yang bersangkutan merasa kebingungan dan akan merasa diabaikan. Terkadang seseorang melakukan silent treatment karena merasa tidak tau bagaimana cara mengeskpresikan perasaannya, namun ada juga orang yang melakukan silent treatment untuk menghukum seseorang dan mengendalikan serta memanipulasi orang lain. Jika sudah seperti itu maka silent treatment sudah termasuk bentuk pelecehan emosional dan dapat menimbulkan efek emosional, psikologis dan fisik juga.
Silent treatment bisa dimasukan ke dalam bentuk pelecehan emosional, karena mengakibatkan korban merasakan perasaan sakit secara emosional dan fisik. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa silent treatment merangsang korteks cingulate anterior, yang merupakan area yang sama di otak yang bertugas mencatat rasa sakit. Ini berarti bahwa orang tidak hanya merasakan sakit emosional ketika diberikan silent treatment tetapi juga rasa sakit fisik pada tingkat tertentu. Ini dapat menyebabkan efek samping fisik yang merusak jika seseorang berulang kali dikucilkan oleh seseorang yang penting bagi mereka. Respons fisik seperti perubahan berat badan, peningkatan tekanan darah, dan gangguan tidur semuanya telah ditemukan.
ADVERTISEMENT
Jika silent treatment terus dibiarkan dan terjadi, maka akan berefek juga kedalam kesehatan mental si korban. Berikut adalah respon emosional yang terjadi jika seseorang telah menjadi korban dari silent treatment:
  • Niat untuk mengontrol perilaku orang lain
Seseorang yang medapatkan silent treatment sering merasa terpaksa untuk mengubah perilakunya. Manusia adalah makhluk sosial dan bereaksi terhadap interaksi positif dan negatif. Ketika komunikasi sengaja ditarik, itu dapat menyebabkan seseorang mencari cara untuk mengembalikannya.
Mereka mungkin meminta maaf atas hal-hal yang tidak mereka lakukan, melakukan tugas yang bukan tanggung jawab mereka, atau terlibat dalam perilaku yang tidak akan mereka lakukan hanya untuk mengakhiri perlakuan diam-diam.
  • Manipulasi emosi
Harga diri dan validasi dipengaruhi oleh reaksi orang-orang di sekitar kita. Persetujuan seringkali membuat kita senang, dan ketidaksetujuan terkadang membuat kita merasa malu, atau seperti ingin berubah. Trauma emosional dapat disebabkan ketika seseorang yang kita sayangi memberi kita silent treatment. Hal ini merupakan salah satu aspek dari pelecehan emosional.
ADVERTISEMENT
  • Ancaman terhadap harga diri
Merasa dikucilkan, terutama oleh seseorang yang Anda cintai, dapat membuat Anda meragukan diri sendiri dan merasa diremehkan serta tidak layak untuk dicintai dan dihormati. Diabaikan dan tidak diakui mengancam keabsahan keberadaan anda, dan ini bisa merusak harga diri Anda.
  • Isolasi dan depresi
Diabaikan menciptakan isolasi yang dapat menyebabkan kesepian dan perasaan depresi.
Perilaku silent treatment ini bisa dihindari jika kedua pihak yang sedang berkonflik mau untuk berdiskusi dan berkompromi dalam menyelesaikan masalahnya, silent treatment terkadang bisa menjadi bentuk perlindungan diri, tetapi di lain waktu silent treatment juga bisa termasuk kedalam bentuk pelecehan emosional. Maka dari itu perlunya kedua pihak berdiskusi soal batas perlakuan serta saling memahami.
ADVERTISEMENT
Mau tau informasi tentang Silent Treatment lebih lanjut? Stress Management Indonesia dapat membantu Anda. Anda dapat melihat layanan kami di semua media sosial untuk menemukan lebih banyak konten seru edukasi mengenai neuroscience dan mental health. Anda juga bisa ikuti kami di Instagram @stressmanagementindonesia.