Konten dari Pengguna

Si Paling Overachiever di Tempat Kerja: Apakah Selalu Berarti Positif?

Stress Management Indonesia

Stress Management Indonesia

Neuroscience, Holistic, and Humanistic solution centre with the healthy start from home based programme.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Stress Management Indonesia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasis Si Paling Overachiever di Tempat Kerja (Sumber Foto : Generate Photo by Blackbox.ai)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasis Si Paling Overachiever di Tempat Kerja (Sumber Foto : Generate Photo by Blackbox.ai)

Dalam dunia kerja yang serba cepat, ambisi sering kali menjadi atribut yang dipuji. Namun, bagaimana jika ambisi yang tidak terkendali justru membawa dampak negatif? Fenomena overachiever di tempat kerja semakin marak, terutama di era yang mengedepankan produktivitas dan kompetisi. Tapi, apakah menjadi overachiever selalu berarti positif?

Siapa Itu Overachiever?

Overachiever adalah individu yang menetapkan standar tinggi untuk dirinya sendiri, sering kali melampaui ekspektasi yang diberikan. Mereka dikenal sebagai pekerja keras, penuh determinasi, dan tidak ragu mengorbankan waktu serta energi demi mencapai target yang diinginkan. Dalam banyak kasus, mereka dianggap sebagai aset berharga oleh perusahaan.

Namun, sisi gelap dari pola pikir ini kerap terabaikan. Overachiever sering kali bekerja hingga larut malam, merasa cemas jika hasil kerja mereka tidak sempurna, dan bahkan kesulitan membagi waktu untuk kehidupan pribadi.

Ketika Ambisi Berbalik Menjadi Beban

Meski sekilas terlihat menginspirasi, ambisi yang berlebihan dapat berdampak buruk pada kesehatan mental dan fisik. Penelitian yang dipublikasikan oleh PLOS ONE menunjukkan bahwa tingkat stres yang tinggi pada overachiever berpotensi memicu atau menjadi mediator seseorang burnout, cemas, bahkan depresi.

Fenomena ini sering kali diperparah oleh budaya kerja yang mengidolakan hustle culture. Pujian atas lembur, kerja ekstra, dan target yang dicapai dalam waktu singkat dapat mendorong individu untuk terus mengejar pencapaian baru tanpa jeda.

Tanda-Tanda kamu Seorang Overachiever

Tidak yakin apakah kamu termasuk overachiever? Berikut beberapa tanda yang perlu diperhatikan:

1. Perfeksionisme yang Berlebihan

Kamu merasa harus melakukan segalanya dengan sempurna, bahkan untuk tugas-tugas kecil.

2. Sulit Beristirahat

Waktu istirahat membuat kamu merasa bersalah karena tidak bekerja.

3. Kehidupan Pribadi yang Terlupakan

Prioritas kamu selalu pekerjaan, hingga mengabaikan keluarga, teman, atau bahkan kesehatan sendiri.

4. Kecemasan Akan Kegagalan

Kamu takut bahwa hasil yang kurang memuaskan akan mencerminkan kegagalan pribadi.

Cara Mengelola Ambisi dengan Sehat

Ambisi bukanlah hal buruk. Namun, penting untuk mengelolanya agar tetap seimbang. Berikut beberapa tips yang bisa kamu coba:

1. Tetapkan Batasan

Belajar mengatakan “tidak” pada tugas yang tidak mendesak atau berada di luar kapasitas kamu.

2. Fokus pada Proses, Bukan Hanya Hasil

Hargai usaha yang kamu lakukan, bukan hanya pencapaian akhir.

3. Luangkan Waktu untuk Diri Sendiri

Jadwalkan waktu untuk istirahat, hobi, atau aktivitas yang kamu nikmati.

4. Cari Dukungan

Diskusikan tantangan kamu dengan kolega, atasan, atau bahkan konselor profesional.

Menjadi seorang overachiever bukanlah hal yang sepenuhnya buruk, tetapi jika dibiarkan tanpa kontrol, dampaknya dapat merusak. Ambisi seharusnya menjadi bahan bakar untuk pertumbuhan, bukan beban yang membuat kita kehilangan makna dalam hidup.

Apakah kamu seorang overachiever? Jika ya, sudahkah kamu mengelola ambisimu dengan sehat? Jangan ragu untuk mulai mengutamakan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi, karena kebahagiaan tidak hanya terletak pada pencapaian, tetapi juga pada bagaimana kamu menikmati perjalanan menuju pencapaian tersebut.

Penulis Artikel : Lili