Menjadi Guru Di Tengah Banyaknya Pilihan Anak Muda

Mahasiswi Universitas Negeri Medan, Program Studi Pendidikan Ekonomi
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari krisentia angelina napitu tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

“Setelah lulus, mau jadi apa?”
Pertanyaan yang terdengar sederhana, tetapi bagi banyak anak muda, jawabannya tidak selalu mudah.
Di tengah banyaknya pilihan karier saat ini, menentukan masa depan bukan hanya soal mencari pekerjaan. Ada banyak hal yang ikut dipertimbangkan, mulai dari lingkungan kerja, kesempatan berkembang, keseimbangan hidup, hingga tanggung jawab yang akan dijalani.
Di antara berbagai pilihan tersebut, menjadi guru tetap menjadi salah satu jalan yang dipilih sebagian anak muda. Namun, menjadi guru bukan hanya tentang berdiri di depan kelas lalu menjelaskan materi.
Guru akan bertemu dengan banyak siswa yang memiliki karakter, cara berpikir, kemampuan, dan cerita yang berbeda. Dalam satu ruang kelas, ada banyak dunia yang sedang tumbuh.
Ada siswa yang cepat memahami pelajaran. Ada yang membutuhkan penjelasan berulang kali. Ada yang aktif bertanya, sementara yang lain masih mencari keberanian untuk berbicara.
Karena itu, guru juga dituntut untuk terus belajar.
Menjadi Guru Tidak Selalu Mudah
Di balik suasana kelas yang terlihat sederhana, ada berbagai tuntutan yang harus dihadapi seorang guru.
Penelitian Werang (2018) terhadap 94 guru sekolah dasar di Kabupaten Boven Digoel, Papua, menemukan bahwa beban kerja, karakteristik individu, dan iklim sekolah berpengaruh signifikan terhadap kelelahan emosional guru.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa pekerjaan guru tidak hanya berkaitan dengan kegiatan mengajar di dalam kelas. Ada berbagai kondisi pekerjaan dan lingkungan sekolah yang ikut menjadi bagian dari pengalaman seorang guru.
Namun, mungkin justru di situlah sisi lain dari profesi ini.
Guru seperti seseorang yang menanam banyak benih dalam satu taman. Tidak semua tumbuh dengan kecepatan yang sama.
Ada yang cepat berbunga. Ada yang membutuhkan waktu lebih lama. Ada pula yang baru menunjukkan perubahan setelah mendapatkan perhatian dan cara yang tepat.
Guru mungkin tidak bisa menentukan akan menjadi seperti apa setiap siswanya kelak. Tetapi guru dapat menjadi salah satu orang yang membantu mereka menemukan arah.
Ketika Guru Juga Harus Terus Bertumbuh
Bagi anak muda yang memilih profesi guru, kesiapan untuk mengajar saja tidak cukup.
Ada kesiapan untuk menghadapi perbedaan karakter siswa, mengikuti perubahan dalam dunia pendidikan, mencoba cara mengajar yang baru, dan terus mengevaluasi diri.
Sebab dunia terus bergerak.
Jika siswa terus berubah, guru pun tidak bisa berhenti bertumbuh.
Menjadi guru mungkin bukan tentang memiliki pekerjaan yang selalu mudah. Namun, profesi ini memberi kesempatan untuk hadir dalam perjalanan seseorang ketika ia sedang belajar mengenal dirinya dan menemukan masa depannya.
Pada akhirnya, guru bukan hanya seseorang yang menyampaikan materi di depan kelas.
Guru juga menjadi bagian dari cerita pertumbuhan siswanya.
Dan mungkin, tanpa disadari, setiap kali seorang guru membantu siswanya menemukan arah, saat itu pula ia sedang meninggalkan sedikit cahaya dalam perjalanan hidup seseorang.
