Menyelisik Bakera: Budaya Penuh Potensi di Desa Toraget, Minahasa

Krisma Naomi Shinta
Sociology Student at Sam Ratulangi University - Head of editorial divison at actadiurna.id
Konten dari Pengguna
10 Juli 2024 12:28 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Krisma Naomi Shinta tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Rempah untuk Bakera. (sumber: dokumentasi pribadi).
zoom-in-whitePerbesar
Rempah untuk Bakera. (sumber: dokumentasi pribadi).
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Di dataran tinggi Minahasa, Sulawesi Utara, terdapat Desa Toraget yang masih menjaga tradisi budayanya dengan baik. Salah satu tradisi yang menarik perhatian adalah Bakera, ritual mandi uap yang dijalani oleh ibu-ibu setelah melahirkan. Ritual ini dipercaya memiliki berbagai manfaat kesehatan dan sosial.
ADVERTISEMENT
Saya dan rekan-rekan mahasiswa Universitas Sam Ratulangi tertarik untuk mengeksplorasi potensi tradisi ini melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2024. Kami datang dari latar belakang akademis yang berbeda, memberikan beragam perspektif pada riset ini. Utari Sembiring dan Saya dari jurusan Sosiologi fokus pada aspek sosial dan budaya Bakera. Kami menemukan bahwa Bakera bukan hanya membantu pemulihan fisik tetapi juga memperkuat ikatan sosial di antara warga desa. Ibu-ibu yang baru melahirkan mendapatkan dukungan emosional dan nasihat, memperlihatkan dimensi sosial yang kuat dari Bakera.
Clarissa Kusnaedi dan Jeri Muchsin dari jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat meneliti manfaat kesehatan Bakera. Mereka menemukan bahwa mandi uap tradisional ini mempercepat pemulihan pasca melahirkan, berkat penggunaan bahan-bahan alami seperti daun-daunan dan rempah khas Minahasa yang memberikan efek relaksasi. Riset ini menunjukkan potensi besar untuk menggabungkan praktik tradisional dengan ilmu medis modern.
ADVERTISEMENT
Abimanyu Rangga Wijaya, mahasiswa kedokteran, fokus pada aspek medis dari Bakera. Dia melakukan observasi langsung dan wawancara dengan para penyehat tradisional serta ibu-ibu yang telah menjalani Bakera. Abimanyu mendokumentasikan secara detail proses ritual, termasuk komposisi ramuan dan durasi mandi uap, untuk memahami manfaatnya secara ilmiah.
Selain manfaat kesehatan, riset kami juga melihat potensi Bakera sebagai daya tarik wisata budaya. Dengan mempromosikan ritual ini, Desa Toraget berpotensi menjadi destinasi wisata budaya yang unik, menarik wisatawan yang ingin mengalami budaya lokal secara langsung. Ini juga bisa memberikan manfaat ekonomi bagi warga setempat.
Riset ini tidak hanya bertujuan untuk mendokumentasikan sebuah tradisi, tetapi juga memastikan bahwa warisan budaya ini tetap dilestarikan dan diberdayakan. Dengan pendekatan multidisiplin, diharapkan hasil riset kami bisa memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Desa Toraget dan memperkenalkan Bakera ke dunia yang lebih luas. Ini adalah upaya untuk menjaga warisan leluhur dan mengintegrasikannya dalam kehidupan modern.
ADVERTISEMENT
Kami berharap Bakera tidak hanya akan dikenal sebagai ritual pasca melahirkan tetapi juga sebagai simbol kekayaan budaya Minahasa yang sangat berharga.