Rasa Bersalah Membuang Waktu: Saat Aku Belajar Memaafkan Diri
Tulisan dari Kasih Kristiani Maruao tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sendiri
Oleh: Kasih Kristiani Maruao
Ada hal yang tak bisa kita kembalikan, seberapa pun kita menyesalinya — yaitu waktu. Kadang kita merasa rasa bersalah membuang waktu begitu berat, seolah semua kesempatan sudah hilang.
Tapi dari sanalah aku belajar, bahwa memaafkan diri sendiri adalah langkah pertama untuk berdamai dengan masa lalu.
(Baca juga: Pentingnya Belajar Memaafkan Diri Sendiri)
1. Saat Waktu Berlalu Tanpa Terasa
Ada hal yang tidak bisa kita kembalikan, seberapa pun kita menyesalinya — yaitu waktu.
Dan sering kali, rasa bersalah karena membuang waktu membuat kita sulit memaafkan diri sendiri.
Padahal, belajar menerima dan memaafkan kesalahan diri adalah langkah penting untuk berdamai dengan masa lalu.
2. Rasa Bersalah yang Tak Mau Pergi
Rasa bersalah itu seperti bayangan — selalu mengikuti, bahkan ketika aku mencoba menatap ke depan.
Aku sering bertanya, kenapa dulu aku tidak fokus? Kenapa lebih sering menunda daripada bertindak?
Di titik tertentu, aku sadar bahwa rasa bersalah bukan untuk dihapus, tapi untuk dipahami.
Ia muncul bukan untuk menghukum, tapi untuk mengingatkan bahwa aku masih peduli dengan hidupku sendiri.
Bahwa di balik penyesalan itu, masih ada keinginan untuk berubah.
(Baca juga: Mengelola Waktu Agar Hidup Lebih Bermakna)
3. Belajar Memaafkan Diri Sendiri
Butuh waktu untuk berdamai dengan diri sendiri.
Aku belajar pelan-pelan, bahwa waktu yang terbuang tidak harus menjadi penyesalan abadi.
Ia bisa menjadi pengingat agar aku lebih sadar ke depan.
Aku mulai dari hal kecil — bangun lebih pagi, menulis lagi, menyelesaikan hal yang dulu kutunda.
Aku tidak lagi ingin mengejar waktu yang hilang, karena itu mustahil.
Aku hanya ingin tidak terus kehilangan diriku sendiri.
4. Saat Waktu Jadi Cermin
Kini, setiap kali aku menyesal karena waktu yang terbuang, aku mencoba melihatnya sebagai cermin, bukan luka.
Cermin yang menunjukkan siapa aku dulu, dan siapa aku ingin jadi sekarang.
Mungkin aku memang sudah kehilangan banyak waktu,
tapi setidaknya aku tak mau lagi kehilangan kesempatan untuk memperbaiki diri.

