Cara Meningkatkan Status Sosial di Perkuliahan Secara Positif

Mahasiswa Universitas Pamulang
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Kristiawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Perkuliahan tidak sekadar tempat untuk mempelajari hal-hal baru dan meraih nilai akademis. Lingkungan kampus juga berfungsi sebagai wadah bagi mahasiswa untuk membangun hubungan, meningkatkan keterampilan komunikasi, dan menciptakan nama baik di komunitas sosial. Oleh karena itu, memiliki status sosial yang positif selama perkuliahan dapat memberikan beragam keuntungan, terutama dalam menjalin persahabatan dan membuka peluang untuk berkembang. Status sosial di dunia perkuliahan tidak selalu identik dengan menjadi sosok yang sangat terkenal atau paling diingat. Hal ini lebih berhubungan dengan penilaian lingkungan terhadap individu, seperti memiliki perilaku yang baik, bisa diandalkan, memiliki keterampilan tertentu, serta mampu memberikan hal-hal positif bagi orang lain.
Lantas, bagaimana meningkatkan status sosial di perkuliahan tanpa harus berpura-pura?
Aktif dalam Kegiatan Perkuliahan
Salah satu metode yang bisa diambil adalah dengan menjadi mahasiswa yang terlibat aktif dalam kegiatan perkuliahan. Keterlibatan ini bisa ditunjukkan lewat partisipasi dalam diskusi kelas, mengajukan pertanyaan yang relevan, menyampaikan pendapat, atau berani melakukan presentasi di hadapan teman-teman. Keaktifan yang dilakukan dengan cara yang tepat dapat membuat mahasiswa lebih mudah dikenal oleh rekan-rekan dan dosen. Namun, aktif tidak selalu berarti harus terus berbicara atau mencari perhatian. Yang lebih penting adalah memberikan kontribusi yang berkaitan dengan materi dan menghargai pandangan orang lain. Di point selanjutnya ada, Membangun Hubungan dengan Teman
Hubungan adalah salah satu aspek yang krusial dalam kehidupan seorang mahasiswa. Jangan terbatas pada berinteraksi dengan teman-teman yang berada di grup atau lingkungan yang sama. Cobalah menjalin kenalan dengan mahasiswa dari berbagai kelas, organisasi, komunitas, atau aktivitas kampus yang lain. Koneksi yang positif dapat dimulai dari tindakan-tindakan sederhana, seperti menyapa teman, memberikan bantuan saat ada yang kesulitan dengan tugas, berdiskusi tentang materi pelajaran, atau berpartisipasi dalam acara bersama. Dari interaksi sederhana ini, dapat terbentuk hubungan yang lebih luas dan saling menguntungkan. Serta memiliki keahlian yang dapat diandalkan
Posisi sosial juga berpotensi meningkat ketika seseorang memiliki keahlian yang bermanfaat bagi sekitarnya. Sebagai contoh, seorang mahasiswa mungkin memiliki keahlian dalam membuat presentasi, menguasai Microsoft Excel, berbicara di depan umum, menciptakan desain, menyusun laporan, atau menyelenggarakan kegiatan.
Saat keahlian tersebut dimanfaatkan untuk membantu kelompok atau teman, individu tersebut akan lebih mudah membangun kepercayaan. Dalam jangka panjang, mahasiswa itu dapat dikenal sebagai sosok yang kompeten dan bisa diandalkan.
