Konten dari Pengguna

Merawat Ciptaan, Menjaga Kehidupan: Kolaborasi Tarakanita dalam Semangat Laudato Si’

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kristya Widya Eka Novena tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kubus Apung tempat penanaman bibit mangrove. Selasa 27/102026. Foto: Kristya Widya
zoom-in-whitePerbesar
Kubus Apung tempat penanaman bibit mangrove. Selasa 27/102026. Foto: Kristya Widya

Dalam rangka menyambut HUT ke-75 Yayasan Tarakanita, 190 Tahun Kongregasi CB, serta World Youth Day GLSI Tahun 2027, Yayasan Tarakanita menyelenggarakan kegiatan penanaman mangrove pada Selasa, 27 Oktober 2026, di kawasan Hutan Mangrove Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta. Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi antara Yayasan Tarakanita, Laudato Si’ Indonesia, dan PUKAT Keuskupan Agung Jakarta (KAJ). Melalui kegiatan ini, seluruh peserta diajak untuk mengambil bagian dalam aksi nyata pelestarian lingkungan, khususnya dalam menjaga keberlangsungan ekosistem pesisir.

Mengusung tema “AMBULARE ET PARTICIPARE: Berjalan Bersama, Berpartisipasi Aktif, Merawat Bumi sebagai Rumah Kita Bersama”, kegiatan ini sebagai momentum untuk menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Semangat Ambulare et Participare mengajak setiap orang untuk tidak hanya memahami pentingnya merawat bumi, tetapi juga terlibat secara aktif melalui tindakan konkret. Kegiatan ini diikuti oleh para siswa, karyawan Yayasan Tarakanita, serta tamu undangan yang hadir untuk bersama-sama mewujudkan kepedulian terhadap lingkungan. Seluruh peserta dibagi ke dalam tiga kelompok untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang telah disiapkan.

Penanaman bibit mangrove. Selasa 27/102026. Foto: Kristya Widya

Rangkaian kegiatan diawali dengan Mangrove Planting, yaitu penanaman bibit mangrove secara langsung di area yang telah disediakan. Para siswa, karyawan, dan tamu undangan terlibat dalam proses penanaman dengan penuh antusias dan semangat kebersamaan. Melalui pengalaman ini, peserta diajak memahami bahwa mangrove memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir, antara lain membantu mengurangi abrasi, menjadi habitat berbagai biota laut, serta mendukung penyerapan karbon. Setiap bibit yang ditanam menjadi simbol kepedulian dan komitmen untuk turut menjaga kelestarian alam bagi generasi mendatang.

Mangrove tour. Selasa 27/102026. Foto: Kristya Widya

Selanjutnya, peserta mengikuti Mangrove Tour, yaitu kegiatan menyusuri kawasan hutan mangrove untuk mengenal lebih dekat lingkungan dan ekosistem pesisir. Dalam kegiatan ini, peserta berkesempatan mengamati keberadaan pepohonan mangrove, kondisi perairan, serta lingkungan alami yang menjadi tempat hidup berbagai jenis makhluk hidup. Pengalaman belajar secara langsung di alam memberikan pemahaman bahwa keberadaan hutan mangrove bukan sekadar bagian dari keindahan alam, melainkan memiliki fungsi ekologis yang sangat penting bagi keberlangsungan kehidupan. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan semakin menyadari pentingnya menjaga dan melindungi lingkungan dari berbagai ancaman kerusakan.

Penanaman bibit mangrove. Selasa 27/102026. Foto: Kristya Widya
Perawatan bibit mangrove. Selasa 27/102026. Foto: Kristya Widya

Rangkaian berikutnya adalah Mangrove Nursery, yaitu kegiatan pengenalan dan praktik pembibitan mangrove. Pada sesi ini, peserta diperkenalkan dengan proses penyiapan bibit, media tanam, serta tahapan awal dalam mendukung pertumbuhan tanaman mangrove. Para peserta juga terlibat langsung dalam kegiatan menyiapkan media dan mengisi wadah pembibitan. Aktivitas ini memberikan pengalaman bahwa upaya pelestarian lingkungan membutuhkan proses yang berkesinambungan, mulai dari pembibitan, penanaman, hingga pemeliharaan. Melalui kegiatan tersebut, nilai ketelitian, kesabaran, kerja sama, dan tanggung jawab menjadi pembelajaran yang diperoleh peserta.

Foto bersama setelah selesai penanaman mangrove. Selasa 27/102026. Foto: Kristya Widya

Kegiatan penanaman mangrove ini tidak hanya menjadi bentuk kepedulian terhadap lingkungan, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter dan pembentukan kesadaran ekologis bagi seluruh peserta. Sejalan dengan semangat Laudato Si’, bumi merupakan rumah bersama yang harus dirawat dan dijaga keberlangsungannya. Melalui kolaborasi Yayasan Tarakanita, Laudato Si’ Indonesia, dan PUKAT KAJ, kegiatan ini menegaskan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat diwujudkan melalui kerja sama dan partisipasi aktif berbagai pihak. Siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga belajar menerjemahkan nilai kepedulian, solidaritas, dan tanggung jawab menjadi tindakan nyata.

Melalui kegiatan ini, semangat “AMBULARE ET PARTICIPARE” diharapkan tidak berhenti sebagai tema perayaan, tetapi terus hidup dalam tindakan sehari-hari. Menyambut HUT ke-75 Yayasan Tarakanita, 190 Tahun Kongregasi CB, dan World Youth Day GLSI Tahun 2027, seluruh warga Yayasan Tarakanita diajak untuk semakin peduli, berjalan bersama, serta berpartisipasi aktif dalam menjaga bumi sebagai rumah kita bersama. Bibit-bibit mangrove yang ditanam menjadi lambang harapan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah sederhana yang dilakukan bersama. Sebab, merawat bumi bukan hanya tanggung jawab hari ini, melainkan warisan kepedulian yang perlu diteruskan kepada generasi mendatang.