Konten dari Pengguna

Kuliah Sambil Bekerja: Antara Tanggung Jawab, Lelah, dan Kesadaran Diri

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Fajar Ramadhan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

sumber:https//:www.freepik.com
zoom-in-whitePerbesar
sumber:https//:www.freepik.com

Pernahkah kita berada di posisi ketika pekerjaan belum selesai, tubuh sudah lelah, tetapi tugas kuliah masih menunggu untuk dikerjakan? Bagi sebagian mahasiswa, terutama yang memilih kuliah sambil bekerja, situasi seperti ini mungkin sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Pagi hingga sore digunakan untuk bekerja, sedangkan malam hari menjadi waktu untuk mengikuti perkuliahan atau menyelesaikan tugas melalui E-Learning. Keinginan untuk terus belajar memang ada, tetapi terkadang rasa lelah membuat semuanya terasa lebih berat. Pada akhirnya, muncul pertanyaan dalam diri sendiri: apakah saya masih mampu membagi waktu antara pekerjaan dan pendidikan?

Menurut saya, menjadi mahasiswa yang bekerja sambil kuliah bukanlah hal yang mudah. Kita harus menjalankan dua tanggung jawab sekaligus, yaitu menyelesaikan pekerjaan dengan baik dan memenuhi kewajiban sebagai mahasiswa. Ketika pulang kerja, yang diinginkan mungkin hanya beristirahat dan menenangkan pikiran.

Namun, saat membuka ponsel atau laptop, ternyata masih ada tugas yang belum dikerjakan, materi yang belum dipelajari, dan batas waktu pengumpulan yang semakin dekat. Dalam keadaan seperti itu, tidak jarang kita memilih menunda tugas dengan alasan akan mengerjakannya besok. Sayangnya, kebiasaan menunda justru dapat membuat tugas semakin menumpuk.

Di sinilah menurut saya kesadaran diri memiliki peran yang sangat penting. Kita memang memiliki kesibukan dan keterbatasan waktu, tetapi kita juga harus menyadari bahwa keputusan untuk kuliah merupakan pilihan yang membawa tanggung jawab. Kesibukan bekerja dapat menjadi alasan mengapa kita merasa kesulitan, tetapi jangan sampai alasan tersebut membuat kita terus mengabaikan kewajiban akademik.

E-Learning sebenarnya memberikan kemudahan karena materi dan tugas dapat diakses secara daring. Namun, kemudahan ini juga menuntut kedisiplinan. Tanpa adanya kesadaran dari diri sendiri, fleksibilitas waktu justru dapat membuat kita semakin sering menunda pekerjaan.

Lalu, bagaimana cara mengatasinya? Menurut saya, langkah pertama bukanlah memaksakan diri untuk mengerjakan semua tugas sekaligus, melainkan belajar mengatur waktu secara realistis. Kita tidak harus selalu menyediakan waktu berjam-jam setiap malam. Jika memang hanya memiliki waktu tiga puluh menit, gunakan waktu tersebut untuk membaca materi atau mulai mengerjakan satu bagian tugas.

Tugas yang besar dapat dibagi menjadi beberapa bagian kecil agar lebih mudah diselesaikan. Selain itu, kita perlu mencatat batas waktu pengumpulan tugas dan mengerjakan tugas yang paling mendesak terlebih dahulu. Dengan cara ini, pekerjaan kuliah tidak harus selalu menunggu sampai kita memiliki banyak waktu luang.

Namun, mengatur waktu saja tidak cukup jika kita terus mengabaikan kondisi tubuh sendiri. Menurut saya, mahasiswa yang bekerja sambil kuliah juga harus memahami bahwa istirahat merupakan kebutuhan, bukan bentuk kemalasan. Ketika tubuh terlalu lelah, memaksakan diri belajar hingga larut malam justru dapat mengurangi konsentrasi dan membuat pekerjaan keesokan harinya terganggu.

Oleh karena itu, kita perlu menemukan keseimbangan antara bekerja, belajar, dan beristirahat. Jika beban tugas terlalu berat atau terdapat kendala pekerjaan yang tidak dapat dihindari, berkomunikasi dengan dosen secara sopan juga merupakan langkah yang bijak. Kita dapat menjelaskan keadaan yang sebenarnya tanpa menghilangkan tanggung jawab untuk menyelesaikan tugas.

Pada akhirnya, saya berpendapat bahwa keberhasilan kuliah sambil bekerja bukan ditentukan oleh seberapa sibuk seseorang, melainkan oleh bagaimana ia mengelola kesibukan tersebut. Kita tidak harus menjadi mahasiswa yang selalu sempurna atau mampu menyelesaikan semuanya tanpa kesulitan. Ada kalanya kita merasa lelah, kehilangan semangat, bahkan merasa tertinggal dari mahasiswa lain. Namun, yang terpenting adalah bagaimana kita menyikapi keadaan tersebut dan berusaha memperbaikinya.

Jangan menunggu sampai memiliki waktu luang untuk mulai mengerjakan tugas, karena waktu luang belum tentu datang ketika kita membutuhkannya. Mulailah dari hal kecil, kerjakan secara bertahap, dan biasakan menyelesaikan tanggung jawab tepat waktu. Sebab, kuliah sambil bekerja memang tidak mudah, tetapi dengan kesadaran diri, kedisiplinan, dan kemauan untuk terus berusaha, keduanya tetap dapat dijalani. Pada akhirnya, kita perlu mengingat bahwa pekerjaan yang kita lakukan hari ini adalah bagian dari perjuangan hidup, sedangkan pendidikan yang kita tempuh merupakan salah satu upaya untuk membangun masa depan yang lebih baik.

sumber penelitian:Himmi, N., Putri, R. S. A., Lestari, L., Surya, E., & Syahputra, E. (2025). A Quantitative Analysis of Student Competencies in Managing Dual Roles in Higher Education.