Konten dari Pengguna

Nonton Turnamen Basket "Spectrum", Ajang Unjuk Gigi Tim "Puh Sepuh" FISIP UNS

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kumoro Riana Sanggar Dewi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber: Foto Pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Sumber: Foto Pribadi

Jujur, rutinitas kuliah yang numpuk tugas sering banget bikin kepala cenut-cenut dan butuh pelarian yang seru. Untungnya, rasa jenuh itu langsung tuntas pas tanggal 19 September 2026 kemarin, di mana GOR UNS di Solo mendadak berubah jadi ramai gara-gara turnamen basket "Spectrum" yang diadakan oleh anak-anak BEM FISIP UNS. Suasananya bener-bener pecah dan hidup banget sejak pertandingan dimulai dari sore hari sampai menjelang malam.

Begitu menginjakkan kaki di area GOR, riuh suara sorakan suporter langsung menyambut. Tribun penonton penuh dengan pendukung dari masing-masing jurusan dan tim yang nggak ada capek-capeknya meneriakkan yel-yel dukungan. Di tengah lapangan, para pemain dari berbagai tim kelihatan all out banget ngeluarin stamina maksimal dan strategi terbaik mereka. Suasana pertandingannya panas, sengit, tapi tetap sportif, bikin kita yang cuma nonton di pinggir lapangan ikut tegang tiap bola mendekati ring.

Di sela-sela riuhnya pertandingan, sempat ngobrol dan dengar langsung harapan dari Vincent sebagai salah satu panitia Spectrum soal event ini. Menurutnya, "Acaranya berjalan lancar, sampai final. Aku harap Spectrum bisa menjadi wadah sekaligus ajang untuk mahasiswa FISIP dalam saling mengenal satu sama lain dan mengasah kemampuan di bidang basket ini sendiri".

Pendapat itu bener banget sih, karena selain jadi ajang adu skill dan keringat, turnamen ini sukses jadi momen quality time buat mahasiswa FISIP buat melepas penat dan membangun networking di luar kelas.

Puncak ketegangan paling terasa pas masuk babak final. Tapi, di balik seriusnya pertandingan, ada satu hal yang bikin ngakak sepanjang acara, yaitu nama-nama tim peserta yang absurd tapi kreatif abis.

Mulai dari tim "HI Kecil" sampai tim dengan nama pasrah "Miskin Stamina" sukses bikin penonton senyum-senyum sendiri. Namun, hukum alam (dan pengalaman) tidak bisa bohong; setelah pertarungan sengit di partai puncak, tim "Puh Sepuh" bener-bener ngebuktiin kapasitas mereka dan keluar sebagai juara pertama turnamen "Spectrum" tahun ini. Posisi juara disusul oleh tim "Miskin Stamina" di tempat kedua, dan "HI Kecil" yang sukses membawa pulang piala juara tiga dengan penuh bangga.

Acara ditutup dengan selebrasi pembagian piala dan sesi dokumentasi bareng seluruh peserta serta panitia.

Melihat suksesnya acara kemarin, gue dan banyak mahasiswa lainnya sangat berharap "Spectrum" nggak bakal cuma jadi event sekali jalan, tapi bisa jadi agenda rutin tahunan di FISIP UNS pada tahun-tahun berikutnya. Selain bikin badan sehat karena ikut aktif bergerak, setidaknya kita dapet hiburan gratis yang pecah banget di sela-sela jadwal kuliah!