kumparan
29 Januari 2020 12:56

9 Ribu Turis China Batal Ke Bali karena Virus Corona

PTR,  virus corona, Kota Wuhan, China diisolasi
Petugas memindai masyarakat dengan alat khusus untuk mendeteksi virus corona di Wuhan, China. Foto: AFP/HECTOR RETAMAL
Merebaknya virus corona asal China berpengaruh terhadap pariwisata di Bali. Sejak virus misterius ini menjangkit dan kini menewaskan 132 orang, sedikitnya 9 ribu turis asal China batal berlibur ke Pulau Dewata.
ADVERTISEMENT
Kepala Dinas Pariwisata Bali Putu Astawa mengatakan, salah satu faktor pembatalan kunjungan turis China ini karena adanya travel warning yang dikeluarkan pemerintah negeri tirai bambu ini kepada warganya.
“Saya dengar karena ada travel warning dari kementerian pariwisata Chinanya, untuk mencegah penyebaran keluar dari China, melarang warganya untuk bepergian. Saya dengar ada sekitar 7.000 sampai 9.000 tamu dari China cancel (ke Bali), ” kata Astawa saat dihubungi, Rabu (29/1).
Ilustrasi milenial traveling di Indonesia
Ilustrasi junior milenial backpacking ke Bali Foto: Shutter Stock
Astawa mengatakan, biasanya dalam setahun itu ada sekitar 1.185.000 orang turis China ke Bali. Artinya, rata-rata ada sekitar 98.750 ribu per bulan orang China ke Bali. Bila kasus virus corona ini masih berlanjut, berarti potensi pembatalan turis asal China ada sekitar 90 ribu setiap bulannya.
ADVERTISEMENT
“Sehingga ini tentu berdampak terhadap perekonomian Bali. Pengalaman seperti penyakit SARS, MERS, sekitar dua bulan dan ini cepat pulih dan saya prihatin kondisi yang terjadi ini,” kata dia.
Strategi baru dilakukan agar potensi pendapatan di sektor ekonomi tidak anjlok. Promosi ke negara lain terus digenjot seperti ke Eropa dan Australia.
“Tetap yang potensial mengunjungi Bali itu dari Eropa, itu kan banyak. Kemudian kedua Australia, India, kita terus promosi. Harapannya kita ini cepat reda,” kata dia.
Sebelumnya, Menparekraf Wishnutama menyebut virus corona tidak berdampak kepada kunjungan turis China ke Indonesia. Sebab, yang terpapar dan terisolasi hanya yang berasal dari Wuhan, Provinsi Hubei.
"Enggak (berdampak). Kan China cukup besar ya, ada 1 miliar lebih orang di sana. Jadi Wuhan itu kan cuma salah satu saja, (kunjungan dari Wuhan) pasti berdampak, iya pasti. Tetapi kan mungkin secara keseluruhan enggak," kata Wishnutama usai menghadiri rakor terkait virus corona di Kemenhub, Jakarta Pusat, Senin (27/1).
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan