Kumparan Logo

10 Pelatihan yang Laris di Sisaker Program Kartu Prakerja

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kedai kopi Oji dan Valda yang merupakan usaha bentukan peserta Kartu Prakerja di Ternate. Foto: PMO Kartu Prakerja
zoom-in-whitePerbesar
Kedai kopi Oji dan Valda yang merupakan usaha bentukan peserta Kartu Prakerja di Ternate. Foto: PMO Kartu Prakerja

Kartu Prakerja menjadi salah satu senjata andalan yang dikeluarkan pemerintah untuk membantu masyarakat yang terdampak pandemi COVID-19. Insentif dana dan berbagai macam pelatihan baik dari pemerintah maupun lembaga lainnya disediakan bagi peserta yang lolos.

Setidaknya sampai saat ini di Sisnaker atau lembaga pelatihan online milik pemerintah di Kartu Prakerja sudah ada 586.049 peserta yang mendaftar. Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengungkapkan pelatihan teknik kecantikan, make up dan tata rias sangat diminati di Sisnaker.

“Teknik make up natural itu paling tinggi peminatnya, kemudian ada make up untuk diri sendiri lalu ada teknik tata rias,” katanya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP), Selasa (16/3).

Ilustrasi daftar kartu Prakerja. Foto: Dicky Adam Sidiq/kumparan

Adapun berdasarkan rincian terdapat 10 program pelatihan yang paling diminati, pertama teknik kecantikan 66.666 peserta, belajar bahasa inggris 55.136 peserta, pengenalan komputer dasar 46.021 peserta, make up diri sendiri 45.933 peserta, sosial media marketing 38.493 peserta, microsoft excel 31.004 peserta, konten kreator youtube24.250 peserta, teknik everyday make up 20.703 peserta, tata rias pengantin 16.809 peserta, dan kursus menjahit 15.373 peserta.

Ida memastikan Sisnaker akan tetap menjadi platform digital pemerintah pelaksana program Kartu Prakerja di tahun 2021. Total anggaran secara keseluruhan yang disiapkan untuk tahun ini masih sama dengan tahun lalu, yakni Rp 20 triliun.

Hanya saja yang berbeda kali ini, program akan dibagi dalam dua semester. Di mana untuk semester pertama tahun 2021 dianggarkan Rp 10 triliun.

Kuota peserta Prakerja untuk semester pertama ini, ditargetkan mencapai 2,7 juta orang. Pendaftaran diharapkan rampung hingga akhir Maret 2021.