14 Lembaga Negara Gotong Royong Bangun Kawasan Ekonomi Perbatasan

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada tahun lalu telah menyelesaikan pembangunan 7 Pos Lintas Batas Negara (PLBN), yakni PLBN Entikong, PLBN Badau, PLBN Skouw, PLBN Aruk, PLBN Motaain, PLBN Wini, dan PLBN Motamasin.
Adapun PLBN yang dibangun itu terdiri dari bangunan utama, bangunan pemeriksaan terpadu kedatangan, bangunan klinik, bangunan jembatan timbang, bangunan gudang sita, bangunan utilitas, bangunan pemindai truk, hingga bangunan check point.
“Setelah membangun bangunan inti, kita tahun ini fokus membangun zona pendukung seperti pusat perdagangan di PLBN,” kata Kepala Pusat Pengembangan Kawasan Perkotaan Kementerian PUPR Agusta Ersada kepada kumparan (kumparan.com), Senin (16/4).

Dia menyampaikan, dalam mengembangkan pusat perekonomian di sekitar PLBN, terdapat 14 kementerian/lembaga yang terlibat sesuai dengan keahlian masing-masing. Dengan demikian, tugas pengembangan ekonomi kawasan PLBN menjadi lebih ringan.
Adapun 14 kementerian dan lembaga yang terlibat, yakni Kementerian BUMN, Kementerian ESDM, Kemendag, Kementerian KUKM, Kemnaker, Kemendes PDTT, Kementan, Kemenperin, Kemenkes, Kemendikbud, Pemprov Papua, Pemkot Jayapura, Polri, dan TNI.
“Sekarang ini proses penyusunan masterplan-nya sedang berlangsung, kementerian/lembaga apa harus mengerjakan apa,” ucapnya.
Agusta menyampaikan, dalam pengembangan PLBN, pemerintah akan memperhatikan potensi daerah setempat. Misalnya di PLBN Skouw yang lokasinya dekat dengan Jembatan Holtekamp, nantinya PLBN tersebut akan dikembangkan pula menjadi destinasi pariwisata.
“Kita lihat potensi-potensi setempat. Kalau di PLBN Skouw, Papua, di sana cocoknya jadi kawasan agro, dan minapolitan. Dengan adanya Jembatan Holtekamp, kita sekarang dorong juga aspek pariwisatanya,” tuturnya.
