Kumparan Logo

161 Ribu Orang Dukung Petisi Penurunan Harga Tiket Pesawat

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Deretan pesawat di Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang. (Foto: AFP PHOTO / Adek Berry)
zoom-in-whitePerbesar
Deretan pesawat di Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang. (Foto: AFP PHOTO / Adek Berry)

Mahalnya harga tiket pesawat untuk penerbangan domestik membuat masyarakat menjerit. Berbagai petisi untuk menurunkan harga tiket pesawat pun disuarakan secara online.

Salah satu petisi itu diluncurkan Izkandar Zulkarnain di situs change.org sejak empat minggu lalu. Dari pantauan kumparan, hingga Minggu (13/1) pukul 10.00 WIB, petisi telah didukung oleh 161.278 warga.

Iskandar mengaku membuat petisi ini karena sejak kejadian jatuhnya Lior Air JT 610 beberapa waktu lalu, harga tiket penerbangan domestik mengalami kenaikan sampai batas atas.

“161.278 telah menandatangani. Mari kita ke 200.000,” demikian tertulis dari petisi Iskandar dikutip Minggu (13/1).

Berbagai komentar pun memenuhi kolom petisi Iskandar. Kebanyakan dari mereka mengeluhkan apa yang dirasakan Iskandar tentang tiket pesawat di dalam negeri yang harganya kian meroket.

Komentar Saras Wati yang ditulis 4 hari lalu misalnya, mengungkapkan bahwa harga tiket pesawat yang amat mahal ini menyiksa dirinya dan orang-orang yang bekerja jauh dari keluarga.

Tiket Pesawat  (Foto: Thinkstock )
zoom-in-whitePerbesar
Tiket Pesawat (Foto: Thinkstock )

Sementara Dendy Wibisono yang meninggalkan jejak komentar 5 menit lalu, mengaku tidak masalah harga tiket pesawat mahal tapi harus dibarengi dengan kualitas pelayanan. Dendy mengaku selama ini jadwal penerbangan tidak on time.

Meski begitu, dia juga mengaku heran jika harga tiket di dalam negeri lebih mahal dibandingkan tiket terbang ke luar negeri. Kata dia, ini bakal jadi polemik baru lantaran 70 persen penerbangan di Indonesia ini domestik karena negara kita kepulauan.

“Coba ditelaah ulang kebijakannya. Masalah tiket domestik lebih mahal dari internasional bisa dicek via aplikasi travel, enggak perlu pakai kunjungan kerja dari kementerian,” jelasnya.

Selain Iskandar, ada Paul Eria dari Semarang yang juga membuat petisi serupa. Hanya saja difokuskan pada tiket pesawat ke Papua yang menurutnya sudah naik dua kali lipat untuk penerbangan Papua ke Jawa.

Petisi Paul sudah ditandatangani sebanyak 41.399 dari target 50.000. Tak hanya Iskandar dan Paul, beberapa orang lainnya juga membuat petisi yang sama di situs ini.