17 Miliar Ton Bijih Emas Indonesia Masih Tersimpan di Perut Bumi
ยทwaktu baca 3 menit

Indonesia ternyata masih kaya akan sumber daya mineral, termasuk emas. Dalam data terbaru, total sumber daya bijih logam mulia emas di Tanah Air jumlahnya menembus 17,11 miliar ton per tahun 2023, yang masih tersimpan di dalam perut bumi.
Hal ini diungkapkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM Nomor 132.K/GL.01/MEM.G/2024 tentang Neraca Sumber Daya dan Cadangan Mineral dan Batu Bara Nasional Pada Tahun 2023. Aturan diteken Menteri ESDM Arifin Tasrif pada 19 Juni 2024.
Rinciannya, komoditas emas aluvial memiliki total sumber daya bijih sebanyak 1,63 miliar metrik ton, sementara komoditas emas primer memiliki total sumber daya bijih sebesar 15,48 miliar ton.
Sementara total cadangan bijih emas (yang memungkinkan ditambang) di Indonesia mencapai 3,88 miliar ton, terdiri dari emas aluvial sebesar 64,4 juta metrik ton, serta cadangan bijih emas primer mencapai 3,4 miliar ton.
Salah satu perusahaan yang menambang komoditas emas adalah PT Freeport Indonesia (PTFI). Saat ini, perusahaan tengah menggodok perpanjangan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) yang akan berakhir 2041.
PTFI masih memiliki harta karun bawah tanah di kawasan mineral Grassberg, Timika, Papua Tengah. Blok tambang tembaga dan emas tersebut bernama Kucing Liar. Perpanjangan IUPK akan menentukan nasib eksplorasi blok ini.
"Perpanjangan hak operasional PTFI setelah tahun 2041 akan memperpanjang umur proyek," kata Freeport McMoran dalam laporan keuangan kuartal I 2024, dikutip Kamis (27/6).
Presiden Jokowi baru saja merestui perpanjangan IUPK PTFI bisa diajukan lebih cepat dengan syarat divestasi lanjutan sebanyak 10 persen dan ketersediaan cadangan.
Hal tersebut tertera dalam Peraturan Pemerintah (PP) No 25 Tahun 2024 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 96 tahun 2021 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batu Bara, diteken Jokowi pada 30 Mei 2024.
Pada Pasal 195B beleid tersebut, perpanjangan IUPK diberikan selama ketersediaan cadangan dan dilakukan evaluasi setiap 10 tahun. Perusahaan bisa mengajukan perpanjangan paling lambat 1 tahun sebelum IUPK berakhir.
Sebelumnya, perusahaan hanya bisa mengajukan perpanjangan IUPK paling cepat 5 tahun atau paling lambat 1 tahun sebelum IUPK berakhir. Dengan aturan terbaru, PTFI bisa mendapatkan kepastian perpanjangan lebih cepat.
Berikut data cadangan emas di Indonesia per 2023:
Emas Aluvial
Sumber daya tereka untuk bijih (811.620.746 metrik ton) dan logam (33 metrik ton).
Sumber daya terunjuk untuk bijih (254.374.887 metrik ton) dan (logam 204 metrik ton)
Sumber daya terukur untuk bijih (565.589.585 metrik ton) dan logam (118 metrik ton)
Total sumber daya bijih (1.631.585.219 metrik ton) dan logam (355 metrik ton)
Cadangan terkira bijih (51.345.666 metrik ton) dan logam (115 metrik ton)
Cadangan terbukti bijih (13.080.507 metrik ton) dan logam (35 metrik ton)
Total cadangan bijih (64.426.173 metrik ton) dan logam (150 metrik ton).
Emas Primer
Sumber daya tereka untuk bijih (5.581.601.841 ton) dan logam (4.689 ton).
Sumber daya terunjuk untuk bijih (6.881.643.414 ton) dan (logam 4.881 ton)
Sumber daya terukur untuk bijih (3.023.434.566 ton) dan logam (2.485 ton)
Total sumber daya bijih (15.486.679.821 ton) dan logam (12.054 ton)
Cadangan terkira bijih (2.449.268.057 ton) dan logam (2.574 ton)
Cadangan terbukti bijih (1.027967.568 ton) dan logam (844 ton)
Total cadangan bijih (3.477.235.625 ton) dan logam (3.418 ton).
