194 Sekolah Binaan Astra Agro Ajarkan Pendidikan Lingkungan Kebun Sawit ke Siswa
·waktu baca 3 menit

PT Astra Agro Lestari Tbk (Astra Agro) mengungkapkan sebanyak 194 sekolah binaan perusahaan telah menerapkan muatan lokal pendidikan lingkungan kebun sawit hingga 2024.
Pada sekolah-sekolah tersebut, siswa-siswa yang mayoritas anak dari karyawan kebun dan masyarakat setempat, belajar soal nilai konservasi dan tanggung jawab lingkungan di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Sekolah binaan ini, di antaranya ada SDS Harapan Sejahtera dan SMP Indah Makmur yang berada di wilayah operasional di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Berdasarkan pantauan kumparan saat berkunjung, sekolah tersebut punya fasilitas untuk mendukung anak-anak belajar bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Dalam lingkungan sekolah, terdapat kebun berisi tanaman sereh hingga jahe. Pengolahan sampah menggunakan sistem 5R (reduce, reuse, recycle, replace, dan replant.
Para siswa juga memamerkan hasil karya tangan mereka seperti bio polibag hingga daur ulang sabun minyak jelantah. Di sekolah, mereka juga belajar mengenai area bernilai konservasi tinggi, hingga ragam tumbuhan endemik dan satwa yang hidup di sekitar area operasional.
"Di PT GSDI kami memiliki 3 sekolah, TK Tunas Harapan, SDS Harapan Sejahtera, dan SMP Indah Makmur, di mana kami memiliki 30 guru dan terdapat 662 siswa. 583 siswa berasal dari anak karyawan dan 79 siswa berasal dari anak-anak masyarakat yang berada di wilayah ring 1 kami," jelas Asisten CSR PT Gunung Sejahtera Yoli Makmur," jelasnya.
Vice President Sustainability Astra Agro, Susila Darma Wati mengatakan, hingga tahun 2024, program muatan lokal ini telah diterapkan di 194 sekolah binaan. Kegiatan melibatkan 2.359 guru dan 49.251 siswa.
Kegiatan penanaman pohon yang dilakukan melalui program ini menghasilkan sejumlah prestasi, termasuk predikat Sekolah Adiwiyata dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) atas komitmen sekolah dalam menerapkan prinsip peduli lingkungan.
“Bagi Astra Agro, keberlanjutan berawal dari kesadaran, dan kesadaran harus ditumbuhkan melalui pendidikan. Melalui Muatan Lokal PLKS, kami mewariskan pengetahuan dan semangat perlindungan ekosistem kepada para siswa. Ini adalah langkah penting dalam mencetak generasi yang tidak hanya memahami, tetapi juga peduli dan berperan aktif menjaga keanekaragaman hayati di lingkungan mereka," jelasnya.
Sampai dengan tahun 2024, sebanyak lima sekolah binaan Astra Agro meraih penghargaan Adiwiyata Mandiri, sepuluh sekolah meraih Adiwiyata Nasional, tiga sekolah meraih Adiwiyata Provinsi, dan enam sekolah memperoleh Adiwiyata Kabupaten. Sekolah-sekolah ini kini menjadi rujukan bagi 194 sekolah binaan lainnya di 12 kabupaten.
Sekolah binaan yang meraih penghargaan tertinggi di antaranya SDS Harapan Sejahtera dan SMP Indah Makmur di Kalimantan Tengah, yang kumparan kunjungi. Mereka memperoleh predikat Sekolah Adiwiyata Mandiri dari KLHK.
Chief Agronomy & Sustainability Officer PT Astra Agro Lestari Bandung Sahari mengatakan, selain lewat pendidikan di sekolah, Astra Agro juga berupaya melindungi kawasan bernilai konservasi tinggi (NKT) dan hutan dengan stok karbon tinggi (SKT), area yang memiliki nilai ekologis maupun budaya yang signifikan.
"Anak-anak sekolah juga dibawa ke tempat konservasi kita ini. Sehingga selain pengamatan satwa dan rehabilitasi, area ini juga sebagai tempat edukasi terutama pendidikan lingkungan kepada masyarakat," tuturnya saat mengunjungi area konservasi.
