Kumparan Logo

2.689 Eks Pekerja Chevron di Blok Rokan Gabung ke Pertamina

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seremoni alih kelola ladang minyak Blok Rokan dari PT Chevron Pacific Indonesia ke PT Pertamina (Persero), Minggu (8/8). Foto: Pertamina
zoom-in-whitePerbesar
Seremoni alih kelola ladang minyak Blok Rokan dari PT Chevron Pacific Indonesia ke PT Pertamina (Persero), Minggu (8/8). Foto: Pertamina

Sebanyak 2.689 eks pekerja PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) di Blok Rokan, Riau, ikut bergabung ke PT Pertamina Hulu Rokan (PHR). Kepindahan mereka seiring dengan diambilnya ladang minyak tersebut dari CPI.

PHR resmi menjadi pengelola Blok Rokan mulai hari ini, Senin (9/8) untuk jangka waktu 20 tahun ke depan. Sebelumnya, blok ini dikuasai CPI selama 97 tahun atau hampir seabad.

Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati memastikan proses alih kelola tidak ada kendala. Perusahaan sudah melakukan mirroring (kepindahan) pekerja bagi kontrak eksisting dan kontrak-kontrak baru.

"Kami juga sudah mendapatkan anggota baru dari anggota CPI yang akan bergabung dengan PHR sebanyak 2.689 orang pekerja," kata dia dalam sambutan serah terima Blok Rokan secara virtual, Minggu (8/8) malam.

Menurut Nicke, alih kelola ini Blok Rokan ke Pertamina ini menjadi momen bersejarah dan kado terindah bagi Kemerdekaan Indonesia tahun ini. Pihaknya akan meneruskan kerja produksi migas di blok ini.

"Kami akan melanjutkan program yang sudah jalan selama ini, termasuk enhanced oil recovery (EOR). Pertamina juga sudah menetapkan anggaran investasi sampai 2025 lebih dari lebih dari USD 2 billion," lanjutnya.

kumparan post embed

Teknologi EOR akan digunakan PHR karena sumur-sumur di Blok Rokan sudah berumur tua. Harapannya, produksi minyak masih bisa digenjot demi ketahanan energi nasional.

Hingga akhir tahun 2021, PHR merencanakan pengeboran 161 sumur baru, termasuk sisa sumur dari komitmen operator sebelumnya. Untuk tahun 2022, PHR merencanakan pengeboran kurang lebih sebanyak 500 sumur baru.

Komitmen ini merupakan komitmen investasi dan jumlah sumur terbesar di antara WK migas lain di Indonesia. Kegiatan pengeboran tersebut akan didukung dengan penyiapan tambahan 10 rig pemboran sehingga secara total tersedia 16 rig pemboran serta 29 rig untuk kegiatan Workover & Well Service yang merupakan mirroring dari kontrak sebelumnya.