Kumparan Logo

2 Kapal Tongkang Batu Bara Karam di Sukabumi Akibat Gelombang Tinggi

kumparanBISNISverified-green

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bongkah batu bara berserakan di Pantai Cipatuguran, Pelabuhanratu, Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (9/5). Foto: ANTARA FOTO/Budiyanto
zoom-in-whitePerbesar
Bongkah batu bara berserakan di Pantai Cipatuguran, Pelabuhanratu, Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (9/5). Foto: ANTARA FOTO/Budiyanto

PT Indonesia Power menyatakan turut menyesal atas musibah yang menimpa kapal tongkang milik PT Titan Infra Energy dan PT KII (Kasih Industri Indonesia), yang karam akibat gelombang tinggi di pesisir Pantai Cipatuguran, Kelurahan Palabuhanratu, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi beberapa waktu lalu.

Kedua perusahaan tersebut merupakan pemasok batu bara yang melakukan kegiatan pengiriman dari Sumatera Selatan dan Jambi menuju PLTU Pelabuhan Ratu. Sebelumnya management Indonesia Power telah memberikan peringatan akan adanya ancaman gelombang tinggi yang kerap terjadi kepada para pemilik kapal tongkang.

"Informasi tersebut bersumber dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Indonesia Power juga telah menyampaikan hal tersebut di atas dalam rapat mingguan tongkang tanggal 26 April 2019, yang dihadiri oleh Manajemen Jetty, Perwakilan para agen, pendamping TNI dan surveyor independen," kata Sekretaris Perusahaan PT Indonesia Power, Igan Subawa Putra, dalam keterangan resmi, Kamis (16/5).

Bongkah batu bara berserakan di Pantai Cipatuguran, Pelabuhanratu, Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (9/5). Foto: ANTARA FOTO/Budiyanto

Meski demikian, dengan adanya musibah yang menimpa dua kapal tongkang ini Indonesia Power dan pihak pemilik tongkang melakukan beberapa upaya tanggung jawab dan pembersihan, di antaranya:

1. Melakukan pembersihan bibir pantai yang terpapar tumpahan batu bara dengan melibatkan beberapa pihak terkait dan masyarakat setempat

2. Melakukan tes kualitas air yang berkoordinasi dengan DLH (Dinas Lingkungan Hidup) Kabupaten Sukabumi

3. Melakukan evakuasi bersama dengan pihak/agen untuk memindahkan tongkang ke tempat yang lebih aman agar menghindari resiko masalah baru yang muncul

4. Berkoordinasi dengan masyarakat dan nelayan sekitar yang terkena dampak tumpahan batu bara

“Kami akan terus menyampaikan informasi terbaru mengenai kejadian ini. Pagi ini (13/05), pihak agen tongkang didampingi manajemen PT Indonesia Power PLTU Jabar 2 Pelabuhan Ratu sedang melakukan audiensi dengan beberapa pihak terkait di DLH (Dinas Lingkungan Hidup) Kabupaten Sukabumi,” ungkap Igan.