Kumparan Logo

2 WNI Positif Virus Corona, Apotek di DKI Kehabisan Stok Masker

kumparanBISNISverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tulisan masker kosong di Apotek K24 Duren Tiga, Jakarta Selatan. Foto: Muhammad Darisman/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Tulisan masker kosong di Apotek K24 Duren Tiga, Jakarta Selatan. Foto: Muhammad Darisman/kumparan

Presiden Jokowi mengumumkan ada dua orang WNI positif terkena virus corona. Keduanya merupakan ibu dan anak yang berasal dari Depok, Jawa Barat.

Mereka terkena wabah itu setelah berinteraksi dengan warga negara Jepang. Tak lama setelah hal tersebut disampaikan oleh Jokowi, orang-orang langsung berburu masker.

kumparan mengecek beberapa apotek untuk melihat stok masker yang mereka punya saat ini. Hasilnya, tiga apotek dan satu minimarket yang didatangi, tak lagi memiliki stok masker.

Karyawan Apotek Century Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Rezky Puspita, mengatakan sejak ia bertugas siang ini, sudah lebih dari 10 orang yang datang menanyakan masker.

“Banyak, dari tadi pas saya datang shift siang sudah lebih 10. Stok sekali-kali datangnya, harganya masih normal Rp 15 ribu,” ujar Rezky kepada kumparan, Senin (2/3).

Salah satu pengunjueg mancari masker di Apotek Century Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Senin (2/3). Foto: Muhammad Darisman/kumparan

Setidaknya, selama 10 menit kumparan berada di apotek ini, ada empat pengunjung yang datang mencari masker. Tetapi mereka tak mendapatkan yang dicari.

Riri, salah satu pengunjung, mengaku ingin menyetok masker setelah mengetahui pemberitaan dua WNI terjangkit virus corona.

“Iya tadi diberitakan ada yang positif corona, kan. Makanya mulai khawatir,” ujar Riri.

Kondisi serupa juga terjadi di Apotek K24 Duren Tiga, Jakarta Selatan. Saking ramainya yang bertanya sementara stok sudah habis, karyawan apotek ini akhirnya berinisiatif memajang tulisan ‘Masker Kosong’ di depan pintu masuk.

“Sejak ada pengumuman tadi jadi lebih intens nanya masker. 10 lebih, dua puluhan ada, enggak nyampe 50-an ya, soalnya udah dikasih tulisan,” jelas Tari, karyawan apotek tersebut.

Tulisan masker kosong di Apotek K24 Duren Tiga, Jakarta Selatan. Foto: Muhammad Darisman/kumparan

Saat kumparan berada di apotek ini, setidaknya ada dua pengendara sepeda motor tidak jadi masuk lantaran melihat tulisan masker kosong.

Kondisi ini juga terjadi di salah satu gerai Indomaret Mampang Prapatan. Tak terlihat adanya masker di rak yang juga diberi tulisan ‘maaf stok kosong’.

Sementara salah satu karyawan Indomaret Mampang, mengungkapkan sudah lebih dari 10 orang yang datang untuk menanyakan produk tersebut.

Mengenai harga, di ketiga tempat di atas masih dibanderol normal hingga mengalami kenaikan signifikan. Kenaikan harga yang cukup tinggi hanya sempat terjadi di Apotek Warung Buncit.

Apotek Warung Buncit, Jakarta Selatan. Foto: Muhammad Darisman/kumparan

Salah satu karyawan bernama Nia mengungkapkan, harga masker biasa sempat mencapai harga Rp 300.000.

Sedangkan masker N95 tak mereka taruh lagi sejak harganya berkisar jutaan rupiah.

“Harganya naik 300 persen, dari Rp 10 ribu jadi Rp 300.000. Makin banyak yang nyari hari ini, tapi barangnya udah enggak ada.

Selain masker, hand sanitizer juga termasuk barang yang cukup banyak dicari. Di seluruh tempat yang kumparan datangi ini, meski harganya belum mengalami kenaikan, tetapi stok hand sanitizer juga sudah habis terjual.

“Banyak, sama permintaannya kayak masker. Stoknya juga enggak ada,” lanjut Nia.