Bisnis
·
6 Oktober 2020 14:39

23 Milenial Jadi Finalis SATU Indonesia Awards Astra

Konten ini diproduksi oleh kumparan
23 Milenial Jadi Finalis SATU Indonesia Awards Astra (151651)
SATU Indonesia Awards 2020 Gelar Diskusi Tentang Pendidikan Kunci Peradaban. Foto: dok. Astra
Sebanyak 23 peserta terpilih menjadi finalis program Semangat Astra Terpadu Untuk atau SATU Indonesia Awards 2020.
ADVERTISEMENT
Satu Indonesia Award ini merupakan program yang digelar PT Astra International Tbk untuk menjaring generasi milenial yang punya ide-ide inspiratif dan bermanfaat bagi masyarakat. Ide kreatif tersebut bisa di bidang kesehatan, pendidikan, lingkungan, kewirausahaan, dan teknologi.
Chief of Corporate Affairs Astra, Riza Deliansyah, mengatakan jumlah pendaftar program yang sudah 11 tahun berjalan ini mencapai 10 ribu lebih sejak dibuka pada Maret 2020. Angka tersebut, kata Riza, menunjukkan naiknya animo pendaftar sebesar 15,9 persen dari tahun sebelumnya.
"Memasuki tahun kesebelas pelaksanaan SATU Indonesia Awards 2020, kami melihat banyaknya animo pemuda yang memiliki peran aktif dalam memajukan bangsa. Terhitung dari jumlah pendaftar SATU Indonesia Awards 2020 telah mencapai 10.036, atau naik 15,9 persen dari tahun sebelumnya," jelas Riza dalam virtual conference Astra, Selasa (6/10).
ADVERTISEMENT
Nantinya, dari 23 finalis tersebut, akan dipilih satu finalis favorit yang berhak mendapatkan hadiah sebesar Rp 10 juta. Sementara penerima apresiasi tingkat nasional akan mendapatkan dana pembinaan sebesar Rp 60 juta.
"Penerima apresiasi SATU Indonesia Awards 2020 tingkat nasional akan mendapat dana Rp 60 juta dan pembinaan kegiatan yang dapat dikolaborasikan dengan kontribusi sosial berkelanjutan Astra, yakni Kampung Berseri Astra dan Desa Sejahtera Astra," ujar Riza.
23 Milenial Jadi Finalis SATU Indonesia Awards Astra (151652)
Dewan juri SATU Indonesia Awards 2020 berfoto bersama usai diskusi panel SATU Indonesia Awards 2020 yang dilaksanakan Februari lalu. Foto: Dok. Istimewa
Adapun 23 finalis yang lolos seleksi saat ini, memiliki beragam ide, khususnya untuk kategori pejuang pandemi yang dapat dijadikan sebagai solusi di tengah situasi masih merebaknya virus corona. Mulai dari alat pendeteksi risiko COVID-19, pemberdayaan UMKM, hingga pendistribusian pangan.
Berikut daftar 23 finalis SATU Indonesia Award
ADVERTISEMENT
Di bidang kesehatan:
1. Pencegah Stunting di Pedalaman Papua Barat, Johan A. Rahman dari Sorong, Papua-Barat
2. Pengedukasi Hak Kesehatan Seksual Anak, Mariana Yunita Hendriyani Opat dari Kupang, Nusa Tenggara Timur
Bidang pendidikan:
3. Petualang Edukasi bagi Daerah Terpencil, Alfin Anwar dari Tolitoli, Sulawesi Tengah
4. Pendongeng Kreatif untuk Anak Maluku, Eklin Amtor de Fertes dari Ambon, Maluku.
Bidang lingkungan:
5. Penggagas Kelompok Santri Tani Milenial, Rizki Hamdani dari Jombang, Jawa Timur.
6. Penjaga Laut dari Desa Batu Putih, Umar Dani dari Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.
Bidang kewirausahaan:
7. Penjahit Asa Perempuan Dari Kota Padang, Elsa Maharani dari Padang, Sumatera Barat.
8. Penyejahtera Petani Kopi Desa Mulyorejo, Samsul Hadi Saputra dari Jember, Jawa Timur.
ADVERTISEMENT
Bidang teknologi:
9. Pelacak Ikan Berbasis Navigasi, I Gede Merta Yoga Pratama dari Gianyar, Bali.
10. Penggagas goUNBK, Sahabat Ujian Siswa, Maman Sulaeman dari Pekalongan, Jawa Tengah.
Finalis dari kategori kelompok:
11. Penyambung Listrik Daerah Membutuhkan, Irvan Hermala dari DKI Jakarta.
12. Pendamping Petani Berbasis Teknologi, Muhammad Aria Yusuf dari DKI Jakarta.
Sebelas finalis kategori khusus pejuang di masa pandemi COVID-19:
1. Pendeteksi Risiko COVID-19 Lewat Aplikasi EndCorona, Arya Ananda Indrajaya Lukmana dari Cilegon, Banten.
2. Distributor Pangan bagi Kaum Membutuhkan, Dedhy Bharoto Trunoyudho, Surabaya, Jawa Timur.
3. Perangkul Guru Majukan Kualitas Pembelajaran, Galih Suci Pratama dari Semarang, Jawa Tengah.
4. Sang Garda Terdepan COVID-19, Ika Dewi Maharani dari Surabaya, Jawa Timur.
ADVERTISEMENT
5. Penggagas Telemedicine #Say-doc, Imam Syaifulloh dari Cilacap, Jawa Tengah.
6. Penata Panggung Tanggap COVID-19, Muhammad Zidny Kafa dari Bantul, DI Yogyakarta.
7. Sahabat Ibu Rumah Tangga Dari Kota Makassar, Muthmainnah Bahri dari Makassar, Sulawesi Selatan.
8. Penggagas The Cube Virtual Space, Rega Oktaviana dari Bandung, Jawa Barat.
9. Penggandeng UMKM Kuliner Yogyakarta, Revo Suladasha dari Yogyakarta, DI Yogyakarta.
10. Pemerhati Anak Berkebutuhan Khusus, Yuli Yanika dari Medan, Sumatera Utara.
11. Pemberdaya UMKM Lokal Lewat Zakat, Zulrifan Noor dari Tabalong, Kalimantan Selatan.