Kumparan Logo

29 Maret, Semua Penerbangan Lion Air dan Batik di Yogyakarta Dipindah ke YIA

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bandara YIA Kulon Progo Foto: Dok. Kemenparekraf
zoom-in-whitePerbesar
Bandara YIA Kulon Progo Foto: Dok. Kemenparekraf

Lion Air dan Batik Air akan memindahkan seluruh layanan penerbangan dari dan menuju Yogyakarta dari Bandara Internasional Adisutjipto (JOG) ke Bandara Internasional Yogyakarta Kulonprogo (YIA) atau Bandara Baru Yogyakarta mulai Minggu, 29 Maret 2020.

Lion Air berencana mengoperasikan 46 frekuensi penerbangan setiap hari pergi pulang (PP) di Bandara Baru Yogyakarta, melayani 14 kota tujuan domestik, terdiri dari:

  • Padang – Bandar Udara Internasional Minangkabau, Padang Pariaman, Sumatera Barat (PDG),

  • Pekanbaru – Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II, Riau (PKU),

  • Batam – Bandar Udara Internasional Hang Nadim, Batu Besar, Kepulauan Riau (BTH),

  • Palembang – Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II, Sumatera Selatan (PLM),

  • Jakarta – Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten (CGK),

  • Banjarmasin – Bandar Udara Internasional Syamsudin Noor, Banjarbaru, Kalimantan Selatan (BDJ),

  • Balikpapan – Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Kalimantan Timur (BPN),

  • Samarinda – Bandar Udara Internasional Aji Pangeran Tumenggung Pranoto, Kalimantan Timur (AAP),

  • Makassar – Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin, Maros, Sulawesi Selatan (UPG),

  • Denpasar – Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali (DPS),

  • Mataram – Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Majid, Lombok Praya, NTB (LOP).

Maskapai Lion Air Foto: Dok. Lion Air

Layanan Lion Air yang telah dioperasikan (existing) penerbangan di YIA Kulonprogo, yakni tujuan:

  • Medan – Bandar Udara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara (KNO),

  • Pontianak – Bandar Udara Internasional Supadio, Kubu Raya, Kalimantan Barat (PNK),

  • Tarakan – Bandar Udara Internasional Juwata, Kalimantan Utara (TRK),

  • Makassar – Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin, Maros, Sulawesi Selatan (UPG).

Batik Air menyediakan 24 frekuensi penerbangan setiap hari pergi pulang (PP) di Bandara Baru Yogyakarta, melayani empat kota tujuan domestik, yaitu:

  • Jakarta – Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma (HLP).

Pengunjung memotret pesawat Batik Air Airbus 320 NEO, di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Kamis (6/2/2020). Foto: Nugroho Sejati/kumparan

Rute Batik Air saat ini yang sudah beroperasi di Bandara Baru Yogyakarta, mencakup kota tujuan, sebagai berikut:

  • Jakarta – Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten (CGK),

  • Samarinda – Bandar Udara Internasional Aji Pangeran Tumenggung Pranoto, Kalimantan Timur (AAP),

  • Palangkaraya – Bandar Udara Tjilik Riwut, Pahandut, Kalimantan Tengah (PKY).

Corporate Communications Strategic Lion Air, Danang M. Prihantoro mengatakan, Lion Air dan Batik Air senantiasa menyediakan layanan penerbangan terbaik yang masih dapat diakses atau dijangkau. Dengan demikian, setiap tamu, pelanggan, wisatawan, pebisnis serta masyarakat dari dan menuju Yogyakarta dan sekitar memiliki alternatif perjalanan udara.

Lion Air dan Batik Air menegaskan, bahwa seluruh operasional dijalankan menurut standar operasional prosedur (SOP), yang mengutamakan aspek keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan.

Lion Air Group memberikan informasi kepada seluruh tamu atau penumpang yang mempunyai jadwal penerbangan dengan tujuan Yogyakarta Kulonprogo (inbound) dan dari Yogyakarta Kulonprogo (outbound) untuk melaporkan ke petugas layanan di bandar udara (customer services) atau layanan pelanggan (call center) 021-63798000 serta sosialisasi ke agen perjalanan.

Danang mengatakan, Lion Air Group juga memfasilitasi kepada penumpang bagi yang akan melakukan proses pengembalian dana (refund), perubahan jadwal keberangkatan (reschedule) sesuai ketentuan dan aturan yang berlaku.

Himbauan Perjalanan

Setiap tamu atau penumpang agar membawa dokumen dan tiket perjalanan (itinerary) yang sesuai. Lion Air Group menghimbau untuk melapor (check-in) lebih awal 120 menit sebelum jadwal keberangkatan di bandar udara. Hal tersebut guna meminimalisir dampak dari antrean panjang ketika check-in. Counter check-in Lion Air Group akan ditutup 30 menit sebelum waktu keberangkatan penerbangan domestik.

Dalam mempersiapkan rencana perjalanan lebih awal, khusus layanan Lion Air jika akan membawa bagasi maka dapat membeli sesuai kebutuhan. Demikian juga, apabila berangkat tanpa bagasi, maka tidak perlu membeli bagasi.

Pelanggan yang akan membawa bagasi dapat melakukan pembelian voucher bagasi (pre-paid baggage) melalui agen perjalanan (agent travel), website www.lionair.co.id ; www.lionairthai.com dan kantor penjualan tiket Lion Air Group. Pelanggan dapat membeli dengan harga lebih hemat pada saat dan setelah pembelian tiket (issued ticket), batas waktu maksimum enam jam sebelum keberangkatan.

"Ketentuan barang bawaan ke kabin (hand carry), aturan yang berlaku yaitu setiap pelanggan (kecuali bayi), diperbolehkan membawa satu bagasi kabin (cabin baggage) dengan maksimum berat 7 kg dan satu barang pribadi (personal item) seperti tas laptop/ perlengkapan bayi/ bahan membaca/ kamera/ tas jinjing wanita (hand luggage) sesuai ketentuan maksimum ukuran dimensi bagasi kabin," sebut Danang dalam keterangan tertulisnya, Senin (9/3).